Mimi Si Gadis Bayi

Mimi Si Gadis Bayi
Neraka Baru


__ADS_3

Di ruangan tersebut, ada TV LED besar yang dipajang di dinding. Ayah Dinar menyalakan TV LED dan mencolokkan flashdisk itu ke TV LEDnya. Semua pun berkumpul didepan TV untuk menonton isi flashdisk itu di TV.


Betapa terkejutnya mereka semua, ternyata isi video di flashdisk itu adalah rekaman kesehariannya Putri alias Mimi.


Di video itu menayangkan bahwa Putri yang diganti namanya menjadi Mimi berada di suatu tempat yang baru, dan tak diketahui dimana tempatnya.


Adegan pertama Putri berfose didepan kamera duduk diatas ranjang dengan menghisap empeng di mulutnya sambil memeluk sebuah boneka kelincinya dengan tersenyum centil di hadapan kamera. Tetapi dari raut matanya sudah bisa dijelaskan bahwa sebenarnya Putri dipaksa untuk bersikap centil sambil tersenyum didepan kamera, tatapan matanya bisa menunjukkan bahwa sebenarnya dia sedang tertekan dan menahan tangis.


Beralih ke adegan kedua, Putri berada dilantai dan masih menghisap empengnya sedang merangkak mendekati seseorang wanita gemuk berkulit hitam memakai daster pink yang sedang duduk disebuah kursi. Yang sudah diduga bahwa wanita gemuk itu adalah Bu Kinasih. Tapi sayang kamera tidak merekam sampai ke wajah wanita gemuk berkulit hitam dan bertubuh besar itu. Kamera hanya merekam dari bahu sampai kakinya saja.


Putri merangkak ke arah wanita besar yang sedang duduk itu, kedua tangan hitam besar wanita itu menjulur ke arah Putri yang sedang merangkak kepadanya untuk meraih tubuh Putri.


Putri sampai didepan wanita gemuk itu, kedua tangan wanita besar itu langsung mengangkat tubuh Putri yang lebih kecil darinya dan membaringkan tubuh Putri dipangkuannya dengan penuh rasa bahagia.


Adegan selanjutnya, Adegan Putri sedang berbaring diatas ranjang, dan wanita besar yang tidak terlihat wajahnya oleh kamera itu, sedang membuka popok yang dipakai oleh Putri dan menampakkan kotoran tinja tertampung didalam popok itu yang menjelaskan bahwa Putri baru saja berak, dan Wanita besar itu membersihkan bagian sensitif Putri dengan tisu basah.


Ibu Putri yang menonton video itu langsung menangis dengan apa yang yang menimpa anak gadisnya itu. Sedangkan adik perempuan Putri hanya bisa terdiam miris menyaksikan video penderitaan kakaknya itu.


Adegan keempat, Putri digendong oleh wanita besar yang sedang berdiri itu dengan kain jarik, dan tetap tidak disorot wajah wanita bertubuh besar itu oleh kamera. Putri tampak disuapin makanan bayi oleh wanita besar yang menggendongnya itu.


Adegan kelima inilah yang durasinya lebih lama dibandingkan adegan lain, wanita besar berkulit hitam itu hanya menggunakan bra hitam dan celana pendek sedang menyusui Putri yang berbaring dan bersandar dipangkuannya. Tampak Putri meminum Asi dari putingg susu wanita yang berdada sangat besar itu dengan lahap.


Kamera kemudian lebih didekatkan lagi kearah mulut Putri. Wanita itu sengaja melepaskan putingg susunya dari dalam mulut Putri. Kemudian mulut Putri tetap disuruh terbuka dan wanita itu memerah buah dadanya yang besar itu sehingga putingg susunya menyemburkan air susu yang begitu deras mengarah masuk kedalam mulut Putri. Hingga membuat air susu itu terlihat menggenang di dalam mulut Putri yang terbuka.


Hal itu menunjukkan kepada orang-orang yang menonton video itu bahwa Putri disusui memang dengan meminum Asi nyata, bukan hanya sekedar menghisap putingg kosong belaka.


Setelah itu, Putri menelan Asi yang tertampung di mulutnya itu. Kemudian Putri kembali menghisap putingg susu dari buah dada Wanita besar itu dengan lahap.


Saat video wanita besar menyusui Putri itu masih berlangsung, tiba-tiba muncul tulisan dalam tayangan tersebut yang bertuliskan:


..."Yang sedang bersamaku ini adalah Mimi, bayiku. Aku sangat mencintai dan menyayanginya, seluruh hidupku ini aku limpahkan hanya untuk mengurusnya. Tak ada yang bisa memisahkannya dariku kecuali maut....


...Kalian bisa lihat betapa lucu dan menggemaskannya bayiku ini. Dia sangat cantik dan manis, dia adalah bayi yang sempurna yang selama ini aku inginkan....


...Aku sangat senang sekali menyusuinya yang sudah menjadi rutinitas sehari-hari di hidupku. Aku bangga Asi dari dadaku ini mengalir kedalam tubuhnya. Setiap hari Air Asi yang dia minum, kini aliran darahku sudah mengalir menyatu dengan aliran darahnya. Sebagai bukti bahwa dia sudah menjadi milikku sepenuhnya....


...Untuk ibu kandung Putri atau biasa yang saya sebut Mimi, aku akui kau yang melahirkan Mimi. Tapi aku tahu, kau menyusuinya paling lama hanya dua tahun saat dia baru kau lahirkan. Tetapi sudah dua setengah tahun ini dia bersamaku, aku masih tetap menyusuinya. Bahkan aku tidak akan berhenti menyusuinya, aku tidak akan pernah menyapihnya. Berarti dari jumlah air susu yang kau berikan saja jika dibandingkan air susu yang aku berikan, jelas kau sudah kalah. Itu artinya aku juga punya hak atas kepemilikan Mimi atau Putri sebagai anakku....


...Jadi kau harus ingat..!! Kau menyusuinya paling lama hanya dua tahun seperti ibu menyusui normal lainnya. Sedangkan aku menyusuinya sudah dua setengah tahun, dan tak akan pernah berhenti menyusui sampai di sini dan akan terus berlanjut. Berarti jelas aku lebih lama menyusui dia daripada anda, yang semakin membuktikan bahwa aku lebih berhak untuk memilikinya daripada anda....


...Untuk ibu kandungnya Mimi atau Putri, terima kasih telah melahirkan anakku. Terimakasih telah membesarkan anakku hingga aku mengambilnya kembali sekarang. Mulai sekarang, biarkan Mimi bersamaku selamanya! Biarkan dia menikmati sisa hidupnya denganku. Relakan dia untukku..!! Berikan dia padaku..!! Anggap saja kau telah mengadopsi anak orang lain, dan sekarang anak itu sudah diambil oleh pemiliknya, yaitu aku sebagai ibunya sekarang....


...Jangan pernah kau mencarinya lagi! Kini aku sudah pergi jauh membawa Mimi kesebuah tempat yang nggak akan pernah bisa kalian temui. Lupakanlah Mimi! Jangan pernah bermimpi untuk bisa bertemu dengannya lagi. Mimi tidak akan pernah kembali menjadi Putri. Selamat Tinggal"...


Mendengar hal itu, ibu kandung Putri alias Mimi langsung menangis histeris. Ayah Putri langsung memeluk istrinya tersebut. Karena merasa seperti benar bahwa mereka tidak akan bertemu Putri kembali. Adik perempuan Putri pun menangis histeris.


Kemudian di video yang masih beradegan menyusui Mimi itu, masih berlanjut sebuah kata-kata lagi yang bertuliskan:


..."Untuk Orangtua Dinar, kalian juga jangan pernah berharap bertemu bisa dengan Dinar lagi. Sebab dia sudah mati. Saya sendiri yang membunuhnya, sebab aku tidak membutuhkannya. Jika kalian ingin melihat makamnya, kalian datang aja ke rumahku! Dibelakang rumahku ada sebuah kebun, dan lewati sedikit ada sebuah gudang, tepat di samping gudang ada tiga makam. Jika diantara ketiga makam itu salah satunya kalian ada melihat Nisan yang diikat kain merah, maka itulah makamnya Dinar....


...Sebelum saya pergi, saya sengaja mengikatkan nisan Dinar dengan kain merah agar kalian bisa mengenali yang mana makamnya, agar dengan mudah kalian bisa berkunjung ke makamnya. Kunjungilah makamnya, saya yakin arwahnya juga pasti merindukan kalian*."...


Mendengar hal itu, sontak keluarga Dinar pun menangis histeris. Dia tidak menyangka bahwa Dinar sudah mati. Tangisan-tangisan dalam rumah itu semakin pecah dan tak terkendali.

__ADS_1


Video yang ditayangkan itu akhirnya berakhir dengan adegan Putri alias Mimi sedang tidur pulas bersandar di dada wanita besar berkulit hitam yang hanya bertelanjangg dada. Tampak wajah Mimi tidur pulas tepat di samping putingg susu yang bewarna hitam pekat dan sudah selesai dihisapnya. Dengan mata terpejam sambil menghisap empeng, dan tangan wanita besar itu membelai-belai rambutnya dengan lembut.


"Aneh, untuk apa dia memperlihatkan video ini kepada kita dengan sengaja?" Tanya ayah Dinar dengan perasan bersedih.


"Tampaknya dia sengaja memperlihatkan ini semua sekaligus pesan buat kita, dan sengaja membuat kita menderita." Jawab ayah Putri yang juga masih bersedih.


"Ayo kita segera laporkan video ini ke Polisi!" Ajak ayah Dinar.


"Jangan..!! Di video itu tampak memperlihatkan tubuh sensitif Putri. Aku nggak mau video tubuh anakku menyebar dalam keadaan seperti itu.. Dia pasti akan merasa malu." Ujar ibu kandung Putri karena tak rela aurat anak gadisnya itu nanti dilihat orang lain termasuk Polisi.


"Jangan begitu, Bu! Dia memperlihatkan video ini kepada kita pasti dengan tujuan untuk mempermainkan kita. Makanya kita jangan mau kalah dengan dia! Kita harus bergegas apapun resikonya, dan ini semua demi agar Putri bisa kembali ke tangan kita." Ujar ayah Dinar yang bertekad untuk membalas dendam atas kematian anak gadisnya itu.


Akhirnya dengan berat hati ibu kandung Putri akhirnya setuju jika video itu dijadikan barang bukti untuk sebuah petunjuk kepada Polisi.


...****************...


Tiga tahun telah berlalu, jejak pelaku penculikan Putri sekaligus pembunuh Dinar pun masih belum berhasil ditemukan. Kasus akhirnya ditutup kembali oleh pihak berwajib sejak satu setengah tahun yang lalu.


Keluarga Dinar dan Mimi tampaknya sudah pasrah. Jika ditotal usia, sudah hampir enam tahun Putri diculik, dan Penculiknya tidak berhasil ditangkap, bahkan sekarang telah menghilang tanpa jejak.


Setiap beberapa minggu sekali keluarga Dinar rutin berkunjung ke makam Dinar yang letaknya berada di kawasan rumah Bu Kinasih yang telah lama ditinggalkan. Membawa taburan bunga untuk makam Dinar dan berdoa agar arwah Dinar diterima disisi Tuhan dan diberi ketenangan di alam sana.


Aryan mantan kekasih Putri alias Mimi pun, sudah mempunyai satu anak berusia dua tahun, dan kini istrinya baru saja hamil lagi dengan usia kandungan baru dua bulan.


Kemudian adik perempuan Putri telah menikah dan tengah hamil tiga bulan. Dia berharap ketika anak dalam kandungannya itu nantinya berjenis kelamin perempuan maka akan diberi nama Putri, nama Kakaknya yang telah lama menghilang dengan tujuan untuk mengenang Kakaknya yang sekarang tidak diketahui dimana dia berada.


Foto Putri di pajang selalu dalam pelukan ibunya, untuk mengobati rasa rindunya kepada Putri. Bahkan setiap hari ibunya selalu teringat kenangan-kenangan indah bersama Putri sejak Putri baru dilahirkan sampai terakhir kali berada dihadapannya saat dewasa.


Ayah Putri hanya bisa menghibur istrinya itu agar tetap tabah meskipun dirinya sendiri masih belum ikhlas sepenuhnya atas dirampasnya sang anak pertamanya itu.


...****************...


Bu Kinasih yang memakai daster tanpa lengan dengan satu buah dada yang keluar karena menyusui Mimi yang sedang digendongnya, berjalan berkeliling desa sambil saling menyapa dengan para penduduk disana.


Para penduduk di desa itu sudah terbiasa melihat Mimi disusui didepan publik oleh Bu Kinasih secara terang-terangan, bahkan bagi para penduduk disana itu sudah menjadi hal yang biasa.


Sebab para penduduk disana memiliki kehidupan yang lebih parah daripada itu. Mereka semua juga adalah penculik, pembunuh, bahkan proses kanibalisme sudah biasa di desa itu. Ya, sebab sekarang ini Bu Kinasih tinggal di suatu desa kecil yang mereka sebut sebagai "Desa Psikopat."


Bu Kinasih yang berjalan kaki melewati rumah-rumah warga sambil menyusui Mimi yang digendongnya dengan kain jarik sambil menikmati memandang aktivitas penduduk disana.


Di salah satu rumah yang dia lewati, tampak seorang pria sedang memotong-motong daging manusia seperti memotong daging kambing, dan jasadnya digantung didepan rumah. Kepalanya pun digantung di tiang dengan mata melotot tajam.


Mimi pun yang sedang disusui hanya fokus menghisap putingg susu Bu Kinasih tanpa berani melihat keadaan sekitar sangking ngerinya.


Tampak juga di sebuah rumah lainnya, ada dua orang anak kecil yang sedang memberi makan manusia di dalam kandang depan rumah dengan rumput seperti memberi makan seekor kambing. Manusia didalam kandang itu adalah seorang pria yang tidak diberikan pakaian sehelai pun oleh pemilik rumah itu dan sengaja diperlakukan seperti binatang.


Bu Kinasih yang masih berjalan kaki, kali ini melihat ada sepasang suami istri yang bersiap memenggal kepala seorang pria tanpa memakai pakaian sehelai pun. Tangan dan kaki pria itu diikat dengan rantai yang kuat. Sang istri memegang dengan erat tubuh pria itu agar tidak bergerak dan sang suami sudah bersiap memenggal kepala pria yang terikat tanpa pakaian itu. Akhirnya sang suami memenggal kepala pria itu seperti memenggal seekor sapi untuk dijadikan santapan makan malam. Darah segar mengalir deras keluar dari leher pria itu.


Mimi dengan wajah depresi juga perasaan takut, dan tak berani membuka matanya hanya terus meminum Asi Bu Kinasih langsung dari buah dada Bu Kinasih tanpa henti.


Meskipun sudah tiga tahun tinggal disana, Mimi masih belum berani membuka matanya saat diajak Bu Kinasih berjalan-jalan keliling desa untuk berbaur dengan warga sekitar. Suara-suara teriakan korban siang dan malam sudah sering terdengar di desa itu. Pembunuhan, bahkan pemerkosaan juga sudah menjadi rutinitas oleh penghuni Desa itu. Desa itu sangat kecil yang hanya dihuni sekitar 25 rumah saja.


Bu Kinasih telah tiba di rumahnya, karena lelah berjalan kaki, dia akhirnya duduk di kursi yang berada di teras rumahnya dan masih tetap dalam keadaan menyusui Mimi di pangkuannya.

__ADS_1


Seorang wanita gemuk berkulit putih memakai tanktop yang lewat didepan rumah Bu Kinasih, dengan memandu seorang wanita tanpa pakaian yang sedang berjalan merangkak seperti anjing dengan tali anjing yang terikat dilehernya, dan wanita gemuk itu memegang tali itu seperti memandu seekor anjing, dan sedang kebetulan lewat didepan rumah Bu Kinasih.


Wanita itu gemuk itu menyapa Bu Kinasih yang sedang duduk di teras masih menyusui Mimi, "Hallo Bu Kinasih, hallo Mimi.."


"Hallo juga Bu Lestari." Bu Kinasih membalas sapaan wanita gemuk itu yang ternyata bernama Bu Lestari.


"Wah, Mimi nenenn yang banyak ya biar makin sehat." Ujar Bu Lestari sambil berjalan menggotong seorang Wanita yang berjalan merangkak seperti anjing tersebut dengan tali.


"Hehehe.. terimakasih Bu Lestari." Jawab Bu Kinasih yang mewakili Mimi yang tak mungkin sedang berbicara karena sibuk minum Asi. "Mimi memang harus rajin nenenn biar makin sehat.."


Tak lama kemudian, tetangga sebelah rumah Bu Kinasih keluar dari rumahnya dan berdiri di teras rumah tersebut sambil menggendong seorang gadis.


Wanita itu tampak mengerikan, tubuhnya yang juga gemuk, berkulit cokelat, berambut pendek seperti laki-laki, dengan wajah yang cacat bekas luka yang cukup besar di pipi sebelah kirinya. Mata sebelahnya pun cacat dan ditutupi oleh satu penutup mata seperti bajak laut.


Wanita gemuk itu yang juga hanya memakai bra putih dan celana pendek hitam sehingga terlihat di bagian perutnya tampak bekas luka seperti pernah tertusuk oleh benda tajam.


Wanita berwajah mengerikan itu juga sedang menyusui seorang gadis cantik berambut hitam sebahu yang kira-kira masih seusia dengan Mimi sambil di timang-timang. Gadis cantik itu berkulit putih yang sedang disusui itu dibiarkan bertelanjangg dada dan hanya memakai popok.


Ternyata di desa itu ada juga yang hidupnya sama senasib dengan Mimi yang juga diculik untuk diperlakukan seperti bayi oleh seorang ibu Psikopat.


Dan mirisnya lagi, kondisi gadis cantik itu lebih parah dan lebih memperhatikan daripada Mimi. Kedua tangannya sudah dipotong hingga ke bagian lengan, dan kedua kakinya juga sudah dipotong hingga bagian lutut. Dan dipastikan gadis itu sengaja dibikin cacat oleh ibu psikopat berwajah mengerikan itu, agar gadis yang sedang disusuinya itu tidak mampu melawan dan melarikan diri.


"Lagi santai nih Bu Kinasih?" Sapa wanita gemuk berwajah mengerikan itu sambil menyusui anak gadisnya.


"Ya, Bu Margaretha. Biasa sambil netekkin Mimi." Bu Kinasih menjawab sapaan wanita berwajah mengerikan itu yang ternyata namanya adalah Bu Margaretha. "Baru nenenn ya bayinya?"


"Ya nih, soalnya dari tadi dia rewel, ternyata lagi lapar. Untung aja baru selesai masak, jadi langsung aja kau tetekkin." Jawab Bu Margaretha yang sedang menyusui gadis cacat yang diculiknya itu sambil menimang-nimangnya.


Malam hari, diatas ranjang kayu berlapis kasur kapuk, Bu Kinasih sedang melakukan hubungan suami istri bersama Dokter Rebecca didalam kamar, dan disaksikan oleh Mimi yang sedang duduk dilantai bersama boneka-bonekanya.


Ternyata Dokter Rebecca juga telah menetap di desa itu dan tinggal bersama Bu Kinasih dan Mimi sebagai pasangan sesama jenis bersama Bu Kinasih.


Sengaja Dokter Rebecca menyuruh kedua anaknya untuk berkuliah di luar negeri agar dia bisa leluasa menikmati tinggal bersama Bu Kinasih dan Mimi.


Setelah selesai berhubungan badan, mereka mulai bersiap untuk tidur Bu Kinasih memanggil Mimi untuk ikut tidur di atas ranjang. Mimi pun merangkak menuju ranjang dan diraih oleh Bu Kinasih yang mengangkat tubuh kurusnya untuk naik ke atas ranjang.


Mimi tidur dengan posisi ditengah antara Bu Kinasih dan Dokter Rebecca, seperti biasa Mimi disusui terlebih dahulu sebelum tidur oleh Bu Kinasih, yang juga sedang ngobrol dan bercanda kepada kekasih sesama jenisnya itu yaitu Dokter Rebecca.


Mereka memang sering mengobrol dan bercanda sebelum tidur dan sudah menjadi rutinitas sehari-hari. Sampai akhirnya Mimi tertidur nyenyak saat disusui dan kemudian sepasang kekasih ini akhirnya juga menyusul untuk tidur. Dan Bu Kinasih seperti biasa tidur sambil kelonin Mimi seperti guling.


Desa ini adalah surga bagi Bu Kinasih. Karena hanya di desa ini Bu Kinasih tak perlu bersembunyi untuk memelihara Mimi sebagai bayinya. Bahkan Bu Kinasih tak perlu khawatir jika dia menampilkan Mimi didepan umum, seperti menyusui Mimi dan lainnya. Membuat Bu Kinasih betah tinggal disini selamanya.


Sebaliknya justru desa ini adalah neraka baru buat Mimi. Sebab desa ini sangat mengerikan baginya, lebih parah daripada rumah Bu Kinasih yang dulu. Karena penyiksaan, intimidasi, kekerasan, pemerkosaan, dan berbagai pelaku kejahatan sangat legal di desa ini. Mimi pun seperti dipaksa untuk terbiasa mendengar suara teriakan-teriakan korban milik para tetangga di desa itu.


Di desa seperti ini terpaksa membuat Mimi menjadi semakin pasrah dan merasa tak ada kemungkinan untuk bisa keluar dari desa ini karena sangat jauh dari perkotaan.


Mimi pun terpaksa harus menerima kenyataan bahwa dia telah menjadi bayi dewasa Bu Kinasih untuk selamanya, dan harus bisa menerima kenyataan untuk hidup seperti ini. Tiga tahun berlalu tinggal di desa ini dari total 6 tahun selama di culik oleh Bu Kinasih, Membuat Mimi merasa ini mungkin sudah menjadi takdirnya untuk hidup layaknya bayi selamanya.


+++TAMAT+++


Hai kawan-kawan, terima kasih sudah berkunjung ke Novel saya yang berjudul Mimi Si Gadis Bayi, saya selaku author minta maaf bila ada kata-kata yang kurang berkenan dan sering lambat update.


Saya butuh saran dan komentar dari teman-teman apakah kisah Mimi Si Gadis Bayi ini layak untuk dibuatkan seri ke 2..?? Jika ya, siapa tahu teman-teman ada saran untuk seperti apa alur lanjutan ceritanya. Jika tidak ya tidak apa-apa.

__ADS_1


Sekali lagi terimakasih kepada teman-teman yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca novel saya. Salam sehat selalu. amin.


__ADS_2