Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Recovery


__ADS_3

... Pada awalnya Nara menolak untuk melakukan pemeriksaan kembali satu Minggu kemudian. Namun setelah dibujuk Naga akhirnya Nara mengerti dan mau untuk diperiksa kembali satu Minggu kemudian. Setibanya Nara dan Naga di rumah Naga langsung pergi ke kamarnya untuk menghubungi Laxus sementara Nara langsung dihampiri oleh kedua orang tuanya yang cemas....


“Kamu baik - baik aja sayang?” tanya Anna lemah lembut setelah melepas pelukannya kepada Nara.


“Aku baik - baik saja Bunda.” jawab Nara sambil tersenyum ramah menatap Anna.


“Tadi om Bodkin telepon katanya kamu gak mau melakukan pemeriksaan terakhir bener?” tanya Raymon memastikan cemas.


“Iya Ayah, tapi pada akhirnya aku setuju untuk dilakukan pemeriksaan Minggu depan setelah melihat kondisiku selama satu Minggu setelah kejadian kemarin.” jawab Nara sambil tersenyum ramah menatap Raymond.


“Ayah kalau dalam satu Minggu ke depan aku menunjukan gejalan PTSD (post traumatic stress disorder) apakah Naga akan terus bersamaku?” tanya Nara memastikan sambil menatap Raymond penuh harap.


“Apa yang kamu bayangkan?” tanya Anna sambil tersenyum jahil yang membuat Nara dan Raymond ikut tersenyum.


“24 jam bersama Naga!” jawab Nara sambil tersenyum penuh percaya diri.


“Sepertinya kamu benar baik - baik saja ya!” kata Raymond sambil tersenyum lega.


“Tapi tetap Minggu depan kamu harus melakukan pemeriksaan demi kebaikan kamu sendiri!” pinta Raymond tegas.


“Hoo iya Bun, Ayah baru ingat Minggu depan Ayah harus keluar kota dan sepertinya Ayah membutuhkan Naga!” kata Raymond sambil tersenyum jahil menatap Nara yang seketika menghilangkan senyuman di wajah Nara.


“Kalau begitu aku tidak akan jadi melakukan pemeriksaan!” protes Nara yang berpura - pura cemberut.


“Ayah ini!” kata Anna mengingatkan sambil memukul Raymond dengan penuh kelembutan diikuti senyuman oleh Nara.


“Ayah tidak akan mengambil Naga dengan alasan apapun, tapi ingat pastikan kamu melakukan pemeriksaan!” kata Raymond yang tersenyum tegas.


“Iya Ayah!” jawab Nara sambil tersenyum ramah menatap Raymond.


... Keesokan harinya setelah selesai sarapan Nara pergi melayat Katty dan Adrian ditemani oleh Naga. Proses pemakaman mereka berdua diiringi tangis pilu oleh pihak keluarga, kerabat, dan teman - teman kuliahnya. Meskipun Damian berbeda jurusan tapi dia mengenal Katty dan Adrian karena satu fakultas dan pernah beberapa kali sekelas dalam mata kuliah tingkat kampus dan tingkat fakultas....


“Nara apa kamu baik - baik saja?” tanya Damian cemas yang langsung menghampiri Nara sebelum mereka pulang.


“Iya aku baik - baik saja Damian.” jawab Nara ramah dengan mata sembab setelah menangis mengantarkan Katty ke pemakamannya.


“Apa ada yang bisa aku bantu atau ada yang kamu perlukan Nara?’ tanya Damian penuh perhatian.

__ADS_1


“Tidak, terima kasih Damian aku hanya ingin beristirahat dan memulihkan diri sendiri.” jawab Nara ramah yang membuat Damian seketika melihat ke arah Naga.


“Ayo Naga!” pinta Nara yang langsung masuk ke dalam mobil.


“Baik Nara!” jawab Naga sigap yang langsung masuk ke dalam mobil dan langsung kembali pulang ke rumah.


... Meskipun hari sebelumnya Nara sudah merasa lebih baik, tapi ketika mengikuti proses pemakaman Katty dan Adrian kenangan mengerikan di pulau H kembali hadir dalam pikiran Nara. Nara memiliki pilihan untuk tidak menghadiri pemakaman kedua temannya, tapi Nara lebih memilih untuk menghadirinya karena dia ingin memberikan penghormatan terakhir kepada kedua temannya. Setibanya di rumah Nara langsung pergi ke kamarnya untuk menenangkan diri dan memulihkan pikiran serta mentalnya kembali....


... Sore harinya Nara mengirim chat ke Naga, tapi tidak kunjung di balas yang membuat Nara mencari Naga. Sebenarnya Nara bisa saja memencet tombol bolpoin yang diberikan Naga tempo hari, tapi dia tidak ingin membuat Naga khawatir jadi memutuskan agar dirinya yang menghampiri Naga. Ketika tiba di markas tim SS yang ada di rumahnya anggota tim SS yang ditemui Naga memberitahu Nara bahwa Naga sedang ada di lantai 2....


“Naga!” sapa Nara yang tiba - tiba muncul di depan muka Naga dengan senyuman manisnya.


“Huuuaaarrrggghhh!” teriak Naga terkejut yang hampir jatuh dan membuat Nara tertawa melihat Naga.


“Nona benar - benar mengejutkanku!” kata Naga dengan penuh hormat.


“Lagu apa yang sedang kamu dengar?” tanya Nara sambil mengambil salah satu earphone milik Naga yang terlepas ketika Naga hendak jatuh tadi.


“Aku mampu tuk selalu jagamu, aku mampu berdiri membelamu. Kalau perlu kuserahkan nyawaku, yang aku gak mampu menyakitimu ...” suara lagu Slank berjudul menyakitimu yang membuat Nara langsung terdiam membisu beberapa saat.


“Liriknya sangat dalam!” kata Nara sambil menatap Naga.


“Betul nona dan liriknya bisa kita gunakan untuk orang - orang yang kita sayangi seperti kekasih, orang tua, atau bahkan saudara kita.” jawab Naga sambil tersenyum ramah dengan penuh hormat.


“Kalau kamu mau menanyikan lagu ini buat siapa?” tanya Nara sambil tersenyum manja menatap Naga penuh harap.


“Hmm buat kak Hana.” jawab Naga sambil tersenyum yang tahu Nara ingin mendengar namanya di jawaban Naga.


“Hoo gitu.” kata Nara yang langsung menghilangkan senyumannya di wajahnya dan melepaskan earphone nya.


“Haruskah aku jawab Nara?” tanya Naga sambil tersenyum jahil menatap Nara.


“Tidak perlu.” jawab Nara ketus sambil memalingkan wajahnya.


“Benarkah?” goda Naga sambil tersenyum jahil.


“Benar.” jawab Nara sambil memalingkan wajahnya dari Naga dan membuat Naga memasangkan salah satu earphone nya ke telinga Nara serta mengganti lagunya.

__ADS_1


“Tersenyumlah, andai kau tahu senyumu itu indah. Tertawalah, andai kau tahu tawamu memecah suasana ...” suara lagu Slank berjudul yang manis dan membuat Nara langsung menatap Naga.


“Ini lagu apa?” tanya Nara terpesona dengan liriknya.


“Judulnya yang manis dari grup band Slank nona Nara!” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.


“Dan lagu ini akan aku persembahkan untuk Nara!” lanjut Naga sambil tersenyum penuh percaya diri yang langsung membuat Nara tersenyum salah tingkah.


“Aaahhh jadi gak jadi kesal kan!” protes Nara yang langsung memukul Naga dengan penuh kelembutan sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Hoo iya ada apa nona Nara mencari ku?” tanya Naga memastikan.


“Temani aku beli es krim sebelum makan malam!” pinta Nara sambil menatap Naga dengan tatapan manja.


“Baik nona Nara!” jawab Naga sigap.


... Tidak lama kemudian mereka berdua pergi ke toko es krim yang tidak jauh dari rumah. Mereka langsung memakan es krim di tokonya sambil mengobrol dengan penuh canda tawa. Sebelum jam makan malam Nara sudah tiba kembali di rumah lalu membersihkan dirinya sendiri untuk makan malam bersama keluarganya....


“Kenapa kamu makan malam sambil bawa bolpoin sayang?” tanya Raymond keheranan sambil melihat bolpoin di dekat sendok dan garpu Nara.


“Ini bolpoin yang sangat penting dan sangat berharga buat aku Ayah!” kata Nara sambil memegang bolpoin yang dia bawa ke arah Ayahnya.


“Coba saja Ayah tekan tombolnya!” pinta Nara sambil tersenyum ramah.


... Tidak lama kemudian Raymond langsung memencet tombol yang ada di bolpoin tersebut. Sinyal bahaya yang dikirimkan bolpoin tersebut tiba ke Naga dan membuat Naga langsung berlari mencari keberadaan Nara. Tahu saat ini jam makan malam Naga berlari ke arah ruang makan secepat yang dia bisa selayaknya manusia normal dan langsung terkejut ketika melihat keluarga Raymond sedang makan malam tanpa adanya sesuatu terjadi....


“Maaf tuan Raymond, nyonya Anna, nona Nara, dan tuan Johan!” kata Naga sambil menunduk penuh hormat merasa bersalah.


“Ayah yang menekan tombolnya Naga!” kata Nara tanpa merasa bersalah sambil tersenyum dan membuat semua orang terkejut.


“Kamu menjebak Ayah?” tanya Raymond sambil tertawa menatap Nara yang dibalas Nara dengan penuh senyuman manja.


“Maafkan aku Naga, aku tidak tahu bahwa bolpoin ini adalah sinyal untuk memanggil kamu.” kata Raymond ramah.


“Tidak masalah tuan Raymond, saya permisi.” kata Naga yang sedikit menunduk dengan penuh hormat lalu pergi dari ruang makan.


“Sudah kubilangkan bolpoin itu sangat penting dan berharga buatku!” kata Nara sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2