Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Makan Siang Bersama


__ADS_3

... Raymond yang khawatir tentang keadaan Nara sudah tiba di kampus Nara dan langsung menghampiri Nara lalu memeluknya dengan penuh kehangatan sambil tersenyum lega. Meskipun Rocky sudah memberitahu Raymond bahwa Naga memang masih hidup tapi Raymond tidak bisa menutupi keterkejutannya dan tetap tersenyum bangga menatap Naga. Naga hanya membalas dengan senyuman sambil sedikit menunduk dengan penuh hormat kepada Raymond....


... Tidak lama kemudian anak - anak bernomor yang sedang berlibur juga tiba di kampus Nara untuk menemui Naga karena mereka tidak ingin berlibur tanpa kehadiran Naga. Mereka langsung menghampiri Naga, Zoe, Hana, dan Laxus dengan penuh senyuman sambil memeluk mereka satu persatu. Sophia yang diminta Naga untuk mendampingi para anak bernomor ketika sedang berlibur bersama menjelaskan keinginan anak - anak kepada Naga di depan yang lain....


“Padahal setelah semua ini selesai aku juga akan kembali bersama kalian!” kata Naga sambil menatap semua anak - anak bernomor.


“Tidak kami ingin berlibur bersama kak Naga dan kami berpikir mungkin kami juga bisa membantu kak Naga dan kakak - kakak lainnya.” jawab salah satu anak bernomor dengan penuh percaya diri.


“Tidak perlu khawatir pasti akan datang waktunya untuk kalian semua membantu orang lain seperti kami.” jawab Naga sambil tersenyum bangga menatap anak - anak bernomor yang membuat mereka juga tersenyum penuh percaya diri.


“Hoo iya perkenalkan ini Nara dan tuan Raymond ayahnya Nara!” kata Naga memperkenalkan Nara dan Raymond kepada anak - anak bernomor.


“Senang bertemu kak Nara dan tuan Raymond!” sapa semua anak bernomor kompak sambil tersenyum ramah dengan penuh hormat.


“Wah kalian semua menggemaskan ya!” puji Nara sambil tersenyum menatap semua anak bernomor.


“Kak Nara juga sangat cantik, pantas kak Naga menyukai kak Nara!” kata salah satu anka bernomor sambil tersenyum melihat ke arah Nara.


“Hoo iya Naga selagi kamu dan anak - anak sedang ada disini bagaimana kalau kita makan siang bersama?” tanya Raymond sambil menatap Naga.


“Biar kita bisa makan bersama bagaimana kita makan siang di rumah jadi tidak perlu ada tim SS yang mengawasi sekitar dan semuanya bisa makan bersama? Tidak masalahkan Rocky?” lanjut Raymond sambil tersenyum ramah menatap semuanya.


“Tentu tuan Raymond!” jawab Rocky sambil tersenyum ramah.


“Bagaimana kak Hana?” tanya Naga sambil melihat ke arah Hana.


“Boleh tuan Raymond.” jawab Hana sambil tersenyum ramah menatap Raymond dengan penuh hormat.


“Tunggu! Kok Ayah tahu bahwa Naga dan anak - anak sedang ada di Jakarta?” tanya Nara penasaran.

__ADS_1


“Pak Rocky yang memberitahu.” jawab Raymond santai.


“Pak Rocky?” tanya Nara sambil menatap Rocky tajam dan berjalan mendekati pak Rocky yang membuat Rocky gugup.


“Apakah pak Rocky selama ini berkomunikasi dengan Naga?” tanya Nara yang terus berjalan mendekati Rocky dengan tatapan tajam.


“Maaf nona Nara, saya mengikuti saran Naga untuk tidak memberitahu anda!” jawab Rocky sambil menunduk merasa bersalah.


“Ih ... ih ... ih bukannya pak Rocky bekerja untuk Ayah? Kenapa pak Rocky lebih berpihak kepada Naga bukan kepada aku sebagai putrinya Ayah?” protes Nara kesal karena ternyata Rocky selama ini berkomunikasi dengan Naga.


“Nara, apakah aku yang berpihak kepadamu masih kurang?” tanya Naga sambil tersenyum penuh percaya diri yang membuat Nara menatapnya.


“Tidak, itu sudah lebih dari cukup!” jawab Nara sambil tersenyum manja dan langsung berlari memeluk Naga.


... Raymond, Nara, Naga, tim SS, Biro Unit Khusus, beserta anak - anak bernomor langsung pergi ke rumah Nara untuk makan bersama. Raymond meminta kepala pelayan rumah untuk memesankan makanan sebanyak 100 paket untuk makan siang bersama. Anna dan Johan yang sudah diberitahu Raymond terlebih dahulu juga setuju dan pulang ke rumah untuk makan siang bersama dengan yang lainnya....


... Setibanya di rumah Nara para anak bernomor yang masih di bawah umur terkejut dan terkagum - kagum melihat betapa megahnya halaman serta rumah Nara seperti tempat tinggal mereka di pulau Panaitan. Mereka semua bersikap sopan dan mudah diatur sehingga mereka semua berjalan masuk ke dalam rumah Nara dengan tertib dan rapih. Anna yang sudah tiba duluan memanggil semua pelayan dan tim SS yang ada untuk ikut menyambut mereka semua serta ikut makan siang bersama dibantu oleh Johan....


“Ide bagus Bunda!” kata Raymond setuju sambil tersenyum menatap istrinya.


“Nama kamu siapa nak?” tanya Anna sambil tersenyum ramah menatap Zoe ketika sudah menghampiri Zoe.


“Nama saya Zoe, nyonya.” jawab Zoe gugup dengan penuh hormat.


“Perkenalkan saya Anna, bundanya Nara.” kata Anna lemah lembut yang tersenyum ramah sambil menatap Zoe.


“Kamu cantik sekali Zoe, baju kamu kotor ya?” tanya Anna memastikan melihat beberapa kotoran di baju Zoe.


“Nara sepertinya ukuran tubuh Zoe tidak jauh dengan kamu, bisakah kamu memberikan pakaian kamu kepada Zoe!” pinta Anna lemah lembut sambil menatap Nara.

__ADS_1


“Baik Bunda!” jawab Nara dengan penuh hormat sambil tersenyum yang langsung mengajak Zoe ke kamarnya.


... Zoe yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuanya gugup dan tidak tahu harus bersikap seperti apa di depan Anna. Namun cara Anna memperlakukan Zoe membuat Zoe merasakan kehangatan yang belum pernah dia dapatkan sehingga dia tersenyum melihat ke arah Anna ketika berjalan mengikuti Nara menuju kamar Nara. Nara langsung menunjukan beberapa pakaian miliknya kepada Zoe dan meminta Zoe untuk memilih pakaian yang dia suka....


... Selesai memilih Zoe langsung mengganti pakaiannya dan membersihkan dirinya di kamar mandi yang ada di kamar Nara. Nara juga memuji kecantikan Zoe ketika melihat Zoe yang keluar dari kamar mandi lalu berjalan bersama ke tempat yang lain untuk makan siang bersama. Mereka semua mulai makan siang bersama dengan penuh suka cita tidak tampak adanya perbedaan status diantara mereka....


“Nyonya Anna!” panggil Zoe setelah berdiri dihadapan Anna dengan gugup.


“Bolehkah aku memanggil nyonya Anna dengan panggilan bunda?” tanya Zoe yang tertunduk gugup penuh harap lalu melihat ke arah Naga berharap Naga mengizinkan apa yang dia lakukan saat ini.


“Tidak masalah Zoe!” jawab Anna yang tersenyum ramah dan langsung memeluk Zoe dengan penuh kelembutan yang membuat Naga tersenyum bahagia melihatnya.


“Tuan Raymond dan nyonya Anna, aku mewakili tim SS dan seluruh karyawan Schweitzer Grup yang hadir disini ingin mengucapkan banyak terima kasih atas makan siang bersama kali ini!” kata Rocky sambil tersenyum ramah dengan penuh hormat yang diikuti anggukan yang lainnya dengan penuh hormat.


“Sama - sama.” jawab Raymond ramah.


“Aku juga baru terpikirkan hari ini, acara seperti ini bisa dilakukan di semua bagian Schweitzer Grup tanpa harus menunggu momen - momen tertentu dan sepertinya kita akan membuat jadwal acara seperti ini paling lama satu bulan satu kali.” lanjut Raymond sambil menatap istrinya yang dijawab anggukan setuju oleh Anna.


“Bunda Anna!” panggil Zoe sambil menatap Anna dengan penuh hormat.


“Ada apa Zoe?” tanya Anna ramah.


“Bolehkah kak Nara menjadi kakak iparku?” tanya Zoe yang membuat Naga tersedak tiba - tiba dan membuat Hana, Nara, Rocky, Raymond, dan Laxus tersenyum melihat ke arah Naga.


“Itu tidak bisa Naga ...” kata Raymond yang langsung minum dan membuat Nara langsung melihat ke arah Raymond terkejut.


“Kenapa Ayah?” tanya Nara yang mulai panik tapi Raymond memberikan kode sebentar karena dia sedang menghabiskan minumnya.


“Karena Ayah ingin kamu lulus kuliah terlebih dahulu, setelah lulus baru kamu bisa melangsungkan pernikahan dengan Naga.” jawab Raymond yang seketika membuat semua orang tersenyum bahagia mendengar hal tersebut terutama Nara.

__ADS_1


“Jadi apakah Naga sudah siap memanggilku dengan sebutan Bunda seperti Zoe?” tanya Anna sambil tersenyum jahil menatap Naga yang membuat semua orang tertawa tipis mendengarnya.


__ADS_2