
... Setelah memastikan anak - anak yang dimanfaatkan mengemas serta menjadi kurir narkoba mendapatkan penanganan dari pihak terkait Naga langsung pulang ke rumah. Nara yang sedang asyik menonton berita di tv langsung bangkit dan berlari keluar rumah ketika mendengar suara mobil yang dikendarai Naga parkir. Nara langsung menyambut Naga dengan senyum penuh kehangatan yang membuat Naga juga langsung tersenyum menatap Nara....
“Apa kamu terluka Naga?” tanya Nara yang langsung merangkul Naga dengan penuh kehangatan sambil tersenyum menatap Naga.
“Aku baik - baik saja Nara.” jawab Naga yang memeluk Nara dengan penuh kehangatan sambil tersenyum membelai rambut Nara.
“Apa yang mengganggu pikiranmu Naga?” tanya Nara lemah lembut sambil menatap Naga ketika mereka berdua sedang berjalan masuk ke dalam rumah sambil memeluk satu sama lain yang membuat Naga terkejut.
“Apa maksudmu Nara?” tanya Naga kebingungan.
“Aku memang mengenalmu tidak selama kak Hana, tapi aku tahu betul bagaimana rasanya berada di sisimu ketika ada sesuatu yang sedang mengganjal pikiranmu.” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga ketika mereka sudah duduk di ruang keluarga.
“Dalam dari penyebaran narkoba jenis baru di Indonesia bernama Rio Martil salah satu streamer game Mobile Legends yang populer. Dia bukan hanya mengedarkan narkoba saja tapi dia juga menjual organ dari anak - anak yang dia pekerjakan.” jawab Naga sambil tertunduk menahan emosinya sendiri yang membuat Nara terkejut hingga menutup mulutnya sendiri tidak percaya ada manusia sekeji itu.
“Aku mengerti perasaan kamu setelah mengetahui semua ini Naga.” kata Nara sambil menyandarkan kepalanya ke dada Naga.
“Berita tentang apa ini?” tanya Naga yang fokusnya teralihkan ketika melihat seorang penerima beasiswa bunuh diri.
“Tentang beberapa mahasiswa yang mendapatkan beasiswa pemerintah ke luar negeri tapi tidak kembali ke Indonesia setelah menyelesaikan studinya. Satu tahun terakhir mereka diminta secara paksa dengan di janjikan pekerjaan yang setara dengan yang dia dapat ketika di luar negeri. Namun realitanya tidak semuanya mendapatkan hal itu bahkan ada yang depresi karena dia dipaksa keluar dari pekerjaannya untuk kembali ke Indonesia.” jawab Nara yang langsung bangkit menatap Naga.
“Menurut kamu apakah seseorang yang mendapat beasiswa dari pemerintah harus kembali ke Indonesia?” tanya Naga penasaran.
__ADS_1
“Menurutku tidak, karena mengabdi ke Indonesia tidak selamanya harus berada di Indonesia. Bisa jadi ketika mereka bekerja di luar negeri, mereka bisa menunjukan kualitas sumber daya manusia Indonesia itu layak di acungi jempol.” jawab Nara sambil menatap Naga.
“Aku setuju.” jawab Naga sambil mengangguk.
... Nara mengerti pertanyaan Naga tadi hanyalah bentuk usaha Naga untuk mengalihkan pembicaraan karena Naga tidak ingin membahas terkait anak di bawah umur yang dibunuh untuk dijual organnya. Keesokan paginya Naga dan Nara menjalani aktivitasnya seperti biasa tapi Naga juga memberikan informasi yang dia dapat kepada Hana terkait dalang dari penyebaran narkoba jenis baru. Disisi lain Rio Martil juga sudah mengetahui wajah Naga, tapi dia tidak bisa menemukan apapun tentang Naga ketika dia berusaha mencari tahu....
... Rio Martil yang merupakan salah satu streamer game Mobile Legends yang populer membuat Zoe tidak kesulitan untuk mengetahui agendanya selama satu Minggu ke depan. Pihak kepolisian juga sudah diberitahu tentang hal ini sehingga mereka semua berencana menyergap Rio Martil ketika dia akan menonton MPL pada hari Jum’at pekan ini. Kebetulan pada hari Jum’at itu Nara juga memiliki janji dengan salah satu brand ambasador tim esport untuk bertemu di acara MPL sehingga Nara tetap ikut menonton MPL di dampingi oleh Zoe....
... Pada hari Jum’atnya Nara, Naga, dan Zoe datang untuk menyaksikan dan menikmati pertandingan pertama MPL pada hari itu. Pihak kepolisian yang hendak menyergap Rio Martil juga sudah menunggu di luar sambil memantau kamera CCTV bekerja sama dengan pengelola gedung. Hingga pertandingan pertama berakhir batang hidung Rio Martil belum kunjung terlihat....
“Halo Fanny!” sapa Nara kepada salah satu brand ambasador tim esport yang juga menjadi influencer yang diendors Nara untuk produk Schweitzer Healthy & Beauty.
“Halo Nara!” jawab Fanny sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Adik kamu juga pakai? Syukurlah!” jawab Nara sambil tersenyum lega menatap Fanny dan adiknya yang ada di hadapan Nara.
“Iya kak aku juga pakai dan aku suka sama produknya.” jawab Jessica adik Fanny sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Wah kamu cantik sekali, menggemaskan!” puji Nara yang tersenyum menatap Jessica sambil mencubit pipi kanan Jessica dengan penuh kelembutan.
“Sayang usia kamu masih 15 tahun ya.” lanjut Nara ramah.
__ADS_1
“Memangnya kenapa kak?” tanya Jessica penasaran.
“Jika usia kamu sudah 18 tahun ke atas mungkin aku bisa mengajakmu kerja sama endorse produk Schweitzer Heatlhy & Beauty. Kalau sekarang aku mengajak kamu mungkin suamiku akan marah karena memperkerjakan anak di bawah umur. Meskipun kita bekerja secara profesional tapi aku setuju dan menyukai idealismenya.” jawab Nara sambil menatap Naga yang berdiri di sampingnya.
“Iya tidak apa kak.” jawab Jessica sambil tersenyum ramah.
“Zoe tolong lindungi Nara!” pinta Naga tiba - tiba ketika melihat Rio Martil telah menampakan batang hidungnya yang membuat Nara langsung melihat ke arah Naga.
“Baik kak!” jawab Zoe sigap.
... Polisi yang telah mengetahui Rio Martil sudah tiba di MPL Arena langsung masuk ke MPL Arena untuk menangkap Rio Martil. Rio Martil yang mengetahui wajah Naga terkejut ketika melihat Naga di MPL Arena dan langsung sadar bahwa dirinya hendak ditangkap. Rio Martil langsung melarikan diri ke arah parkiran mobil yang membuat Naga mengejarnya sementara polisi yang hendak menangkap Rio Martil di hadang dua orang pengawal Rio Martil yang langsung memakan narkoba jenis baru hingga para polisi kewalahan melawannya....
... Kejadian tersebut pada awalnya membuat suasana MPL Arena menjadi ricuh tapi pihak keamanan dengan sigap meminta pengunjung lain tenang dan menghindari area penangkapan para polisi. Sementara Naga yang sudah berada di area parkiran ternyata sudah ditunggu oleh empat orang suruhan Rio Martil. Rio Martil langsung menatap Naga sombong karena merasa telah berhasil menjebaknya dan ingin membunuh Naga dengan empat orang suruhannya....
“Apa kamu pikir aku bodoh dengan tidak menyiapkan tim keamanan?” tanya Rio Martil sambil tersenyum sombong.
“Bunuh dia!” pinta Rio Martil teriak kesal.
... Salah satu orang suruhan Rio Martil langsung meminum narkoba jenis baru dan dengan percaya dirinya langsung berlari ke arah Naga sambil memberikan tinju kanannya. Tanpa banyak bicara Naga langsung meninju tinju kanan orang tersebut dengan sekuat tenaga yang membuat semua tulang tangannya mundur hingga merobek bahunya. Belum selesai jeritan kesakitan orang tersebut menggema, Naga langsung menampar orang tersebut hingga terpental mengenai dindin sebelah kanan Naga yang membuat orang tersebut tewas seketika....
... Tiga orang suruhan Rio Martil yang terkejut melihat kekuatan Naga langsung meminum narkoba jenis baru. Namun tanpa mereka sadari Naga sudah berdiri tepat di depan orang paling tengah dan langsung menendangnya sekuta tenaga hingga membentur dindin di belakang Rio Martil. Tanpa basa basi Naga langsung menendang lutut kiri orang sebelah kiri darinya hingga potong ke arah belakang yang membuatnya menjerit kesakitan....
__ADS_1
... Orang yang berdiri paling kanan dari Naga berusaha menghajar Naga dengan tinju kanannya. Namun dengan cepat Naga bergerak ke arah kiri orang tersebut menghindari tinjunya lalu memegang baju orang tersebut untuk dilemparkan ke dinding sebelah kanan Naga. Naga lalu memegangi kepala orang suruhan Rio Martil terakhir yang lutut kirinya sudah potong dan memisahkan kepala dari tubuhnya dengan mudah....