
... Pada awalnya hanya ada dua serigala yang berdiri dihadapan Nara, Bela, dan Berlian, tapi tidak lama kemudian serigala lain berdatangan yang membuat mereka bertiga terpojokan. Mereka bertiga juga tidak berani berteriak karena khawatir para serigala akan langsung menyerang mereka kalau mereka berteriak. Naga yang berdiri di dekat mobil merasakan sesuatu yang janggal terjadi kepada mereka bertiga dan langsung berlari ke arah mereka bertiga. Setelah melihat para serigala Naga langsung melompati para serigala hingga akhirnya berdiri tepat di depan Nara....
“Tidak perlu takut Nara!” kata Naga santai sambil tersenyum menatap Nara lalu memegang pingang belakang Nara menariknya hingga Nara berdiri tepat di samping Naga dengan pinggang yang masih dirangkul oleh Naga.
“Para serigala perkenalkan dia adalah Nara calon istriku!” kata Naga sambil melihat ke arah para serigala yang berdiri di depannya.
... Seketika para serigala langsung berhenti berdesis dan langsung berlutut dengan penuh hormat kepada Nara. Sontak hal tersebut membuat Nara, Bel, dan Berlian terkejut melihat kejadian tidak biasa itu. Tidak lama kemudian semua serigala berkumpul dan seolah - olah hendak meminta maaf kepada Nara sekaligus menyambut Nara dengan penuh kehangatan sambil berjalan mendekati Nara....
“Biarkan mereka mengendus aroma tubuhmu Nara agar mereka juga bisa melindungimu!” pinta Naga sambil tersenyum ramah menatap Nara yang membuat Nara maju beberapa langkah.
... Satu persatu serigala mulai berjalan semakin dekat dengan Nara untuk mencium aroma Nara. Nara juga perlahan memberanikan diri untuk mengelus kepala bagian depan para serigala yang disambut hangat para serigala dan membuat Nara tersenyum bahagia. Setelah semua serigala selesai mencium aroma tubuh Nara mereka semua berdiri di depan Nara dengan gagah seolah - olah berkata bahwa mereka siap untuk melindungi Nara....
“Perkenalkan juga ini Bela dan Berlian teman Nara! Mereka datang kesini untuk berlibur dan tidak ada niatan dari mereka untuk melukai siapapun yang tinggal disini!” kata Naga sambil tersenyum ramah menatap para serigala.
...Hal itu membuat para serigala melihat ke arah Bela dan Berlian lalu menghampiri mereka berdua untuk mencium aroma tubuh mereka berdua. Setelah selesai mencium aroma tubuh Bela dan Berlian semua serigala kembali berlari masuk ke hutan untuk melanjutkan aktivitas mereka masing - masing. Bela dan Berlian langsung terduduk lemas ketika melihat para serigala yang sudah pergi....
“Naga mereka serigala jenis apa? Ukuran tubuhnya besar sekali!” tanya Bela memastikan sambil mengatur napasnya sendiri yang masih ketakutan.
“Mereka adalah serigala yang dijadikan objek penelitian ilegal oleh sebuah perusahaan bernama EvolveX dari Jepang. Akibat penelitian itu tubuh mereka mengalami mutasi dan akhirnya berevolusi menjadi serigala seperti yang kalian lihat tadi.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Bela.
“Naga dan semua orang yang ada disini juga merupakan korban dari penelitian ilegal yang dilakukan oleh Creator Genetic.” tambah Nara sambil menatap Naga yang membuat Bela dan Berlian terkejut.
“Namun mereka sekarang sudah bebas karena Creator Genetic sudah hancur dan tempat ini benar - benar menjadi rumah bagi mereka semua.” lanjut Nara sambil tersenyum bangga menatap Naga.
__ADS_1
“Ah benar tadi Naga melompat begitu tinggi dari jarak yang cukup jauh ketika menyelamatkan kita dari para serigala.” kata Berlian yang seketika ingat Naga melakukan sesuatu yang tidak wajar.
“Itu salah satu hasil dari penelitian Creator Genetic yang dilakukan kepadaku dan anak - anak lainnya.” jawab Naga santai.
“Mendengar hal itu membuatku merasa menjadi manusia yang buruk!” kata Bela termenung menatap fokus ke arah depan.
“Ada apa Bela?” tanya Nara penasaran.
“Aku sering mengeluh akan kehidupanku sendiri, tapi mendengar Naga dan semua orang yang ada disini merupakan korban dari penelitian ilegal sepertinya kehidupan yang kalian jalani jauh lebih sulit daripada kehidupanku.” jawab Bela sambil tertunduk penuh penyesalan.
“Sudah kubilang kita itu memang harus lebih banyak bersyukur daripada mengeluh!” kata Berlian sambil merangkul Bela dengan penuh kehangatan.
“Setiap orang memiliki jalan hidupnya masing - masing, tidak masalah jika kamu menyesal akan kehidupanmu di masa lalu. Namun pastikan itu menjadi alasan untukmu berubah menjadi seseorang yang lebih baik di masa depan!” kata Naga sambil tersenyum menatap Bela yang juga langsung mendongak menatap Naga.
“Benar! Ayo kita sarapan!” ajak Nara sambil mengulurkan tangannya kepada Bela dan Berlian dengan penuh senyuman.
“Kak Nara waktu kami pergi ke Jepang kak Naga mengajaku bunuh diri bersama!” kata Zoe manja sambil bersandar ke pundak sebelah kanan Nara yang membuat semua orang terkejut sementara Nara langsung menatap Naga tajam.
“Apa yang kamu bicarakan Zoe!” protes Naga gugup.
“Kak Naga mengajaku bertarung melawan para serigala tanpa memberitahuku bahwa sampel darah kak Naga merupakan salah satu bahan untuk merekayasa genetika para serigala.” kata Zoe manja yang membuat Naga sedikit lega sementara Hana tersenyum melihat tingkah laku Zoe.
“Apa maksudnya?” tanya Nara kebingungan.
__ADS_1
“Aku pikir kak Naga ingin mengajaku mati bersama dengan melawan para serigala, padahal kak Naga bisa berbicara dengan mereka karena sampel darahnya mengalir dalam tubuh para serigala.” jawab Zoe manja yang membuat Nara tersenyum.
“Apa itu alasan para serigala berlutut kepada Nara ketika Naga memperkenalkan Nara sebagai calon istrinya?” tanya Bela penasaran.
“Bisa jadi, karena mereka berpikir bahwa kak Nara akan menjadi ‘ratu’ bagi kak Naga.” jawab Zoe penuh percaya diri.
“Kenapa kamu mau ikut bertarung melawan para serigala ketika kamu berpikir bahwa Naga mengajakmu mati bersama?” tanya Nara sambil tersenyum jahil.
“Karena jika aku harus mati, aku akan sangat bahagia jika aku mati melindungi kak Naga ataupun kak Hana. Mereka berdua adalah orang pertama yang peduli dan memperhatikanku!” jawab Zoe sambil tersenyum bahagia menatap Naga dan Hana.
“Sekarang aku juga memiliki kak Nara!” lanjut Zoe yang tersenyum manja menatap Nara sambil menyandarkan kepalanya ke pundak kanan Nara.
“Aku akan mempedulikan dan memperhatikanmu seperti Naga dan kak Hana!” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Zoe.
“Ini sudah waktunya latihan Laxus?” tanya Zoe memastikan ketika melihat Laxus keluar bersama anak - anak bernomor lainnya sambil membawa beberapa senjata api.
“Kalian mau berlatih apa?” tanya Berlian penasaran.
“Menembak.” jawab Zoe santai.
“Bolehkah kami ikut Naga?” tanya Nara dengan penuh harap.
“Boleh.” jawab Naga santai.
__ADS_1
... Nara, Bela, Berlian, dan Naga langsung pergi mengikuti anak - anak bernomor lainnya yang akan latihan menembak. Pada awalnya Nara, Bela, dan Berlian hanya melihat serta memperhatikan para anak - anak bernomor berlatih. Namun tidak lama kemudian Zoe mengajak mereka untuk mencobanya yang membuat Nara langsung menatap Naga dengan penuh harap....
... Setelah Naga memberi izin Nara, Bela, dan Berlian langsung diajari cara menggunakan senjata oleh Naga dan Zoe dari mulai mengisi megazine, mengokang, hingga membuka pengaman senjatanya. Zoe menunjukan terlebih dahulu caranya menembak lalu mereka bertiga bergiliran mencoba untuk menembak target di depan mereka. Pengalaman baru yang mereka rasakan benar - benar membuat mereka bahagia sementara Naga tersenyum bahagia melihat Nara yang penuh senyuman mencoba menembak bersama yang lainnya....