Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Pasukan Pertahanan


__ADS_3

... Sekitar jam lima pagi William Hohenheim menyelinap masuk ke dalam Maharani Zoo & Cave untuk meletakan sebuah alat CRISPR di kandang kangguru. Setelah itu William langsung pergi ke Surabaya Zoo dan meletakan alat yang sama di kandang kuda nil. Terakhir William pergi ke Taman Safari Indonesia II Jatim dan meletakan alat yang sama di kandang buaya muara....


... Tidak lama setelah keluar dari Taman Safari Indonesia II Jatim William menekan sebuah tombol yang membuat semua alat CRISPR melepaskan sebuah zat kimia berbentuk aerosol ke udara. Seekor kangguru, kuda nil, dan buaya muara menghirup zat tersebut lalu mulai menunjukan perilaku yang aneh hingga membuat para penjaga kebun binatan masing - masing memeriksanya. Ketiga binatang tersebut mulai menunjukan sifat yang sangat agresif sehingga mereka dipisahkan dari semua binatang yang ada....


... Setelah dilakukan pemeriksaan kamera CCTV ketiga kebun binatang tersebut mereka langsung melaporkan kepada polisi hingga akhirnya William Hohenheim berhasil di tangkap pada jam 10 pagi. Ketiga binatang yang menghirup aerosol CRISPR tidak dipantau karena para penjaga kebun binatang berpikir untuk memberikan waktu mereka tenang terlebih dahulu. Namun bukannya tenang ketika William Hohenheim sedang diinterogasi ketiga binatang tersebut memberontak dan mulai menyerang apapun yang ada disekitarnya....


“Apa yang kamu lakukan kepada binatang - binatang tersebut?” tanya seorang detektif ketika menginterogasi William Hohenheim.


“Aku hanya meminta bantuan mereka!” jawab William santai.


“Untuk?” tanya sang detektif kebingungan.


“Menghancurkan negeri ini!” jawab William yang tersenyum penuh kemenangan sambil menekan sebuah tombol pada jam pintar yang dia gunakan.


... Tidak lama kemudian salah satu rekan detektif meminta untuk menahan William terlebih dahulu karena ketiga binatang yang terkena zat aneh itu mulai menyerang apapun yang ada di sekitarnya dan sekarang mulai bergerak ke barat. Sang detektif langsung bertanya kepada William tentang hal itu dengan penuh emosi hingga menarik kerah baju William. William hanya tersenyum penuh kemenangan sambil menunjukan jam pintar yang dia gunakan dan memintanya untuk mengambil jam pintar tersebut....


... Setelah diperiksa oleh ahli forensik digital ternyata William baru saja mengaktifkan sebuah alat pemancar suara yang melepaskan gelombang ultrasonik di salah satu gedung yang berada di Jakarta. Suara tersebut mengganggu ketiga binatang sehingga ketiga binatang tersebut berlari ke Jakarta untuk menghancurkan sumber suara tersebut. Hal itu langsung dilaporkan kepada atasan mereka dengan dilengkapi bukti video yang menunjukan ketiga binatang tersebut terus berlari ke arah Jakarta....


... Ketika Naga sudah terbang memasuki area udara Jawa Tengah Hana menghubungi Naga dan memberitahu terkait para binatang yang berusaha menyerang Jakarta sambil menunjukan video yang Hana dapat. Tanpa basa basi Naga dan tim yang sedang bersamanya langsung kembali ke Jakarta begitupun dengan Hana, anak - anak bernomor dan para serigala yang langsung terbang ke Jakarta juga. Nara, Zoe dan para penggemar mobile legends yang sedang asyik menyaksikan pertandingan MPL tiba - tiba diminta oleh panitia untuk keluar secara tertib karena ada urusan gawat darurat sehingga pertandingan ditunda sementara....


“Naga apa yang sedang terjadi?” tanya Nara ketika panggilan teleponnya diangkat oleh Naga.


“Apa kalian sudah diminta untuk evakuasi?” tanya Naga memastikan.


“Iya kami sekarang sedang berjalan untuk evakuasi.” jawab Nara yang tetap tenang.

__ADS_1


“Intinya ada seorang ilmuwan yang mengubah tiga ekor binatang menjadi monster dan saat ini ketiga binatang tersebut sedang menuju Jakarta.” kata Naga yang membuat Nara hanya menyimak tanpa berkomentar.


“Hati - hati Naga!” pinta Nara penuh perhatian.


... Melihat ekspresi Nara, Zoe langsung mengerti akan terjadi sesuatu di Jakarta dan langsung mengawasi sekitar untuk memastikan keamanan Nara. Tidak lama kemudian video pergerakan ketiga binatang tersebut yang menuju Jakarta viral di media sosial hingga mulai membuat para pengunjung MPL Arena panik. Namun tim keamanan MPL Arena berusaha untuk membuat kondisi tetap tertib agar proses evakuasi berjalan aman....


... Naga meminta kepada pilot helikopter untuk pergi ke arah gedung MPL Arena dan turun dengan cara melompat ke gedung tertinggi lalu turun dengan melompati gedung - gedung di sekitarnya. Di waktu yang bersamaan TNI juga mengerahkan banyak sumber daya untuk mengeksekusi ketiga binatang tersebut yang terus bergerak menuju Jakarta. Setelah mendapatkan semua informasi dan mempertimbangkan berbagai macam solusi Presiden sepakat untuk mengeksekusi ketiga binatang tersebut di Jakarta dekat dengan sumber gelombang ultrasonik yang mereka incar....


“Naga!” panggil Nara yang hendak keluar dari barisan menghampiri Naga.


“Maaf kak tolong ikuti barisan nanti di tempat aman kakak juga bisa kembali bertemu dengan kekasih kakak!” pinta tim keamanan ramah.


“Tidak perlu khawatir biarkan mereka berdua lewat!” pinta salah satu anggota KOPASSUS yang sudah berada di dekat zona perang dan membuat Naga berjalan menghampiri Nara serta Zoe.


“Nara sebaiknya kamu dan Zoe tetap mengikuti arahan untuk pergi ke zona aman!” pinta Naga sambil tersenyum membelai pipi Nara dengan penuh kelembutan.


“Kak Naga!” teriak Zoe yang membuat orang disekitarnya terkejut dan langsung melihat ke arah Zoe.


“Aku ingin berada di garis depan bersama kak Naga! Aku juga bagian dari Biro Unit Khusus sama seperti kak Naga dan kak Hana!” lanjut Zoe kesal yang membuat orang - orang disekitarnya terdiam sambil melihat ke arah Zoe.


“Aku lebih memilih jalan hidupku dengan bertarung di garis depan melindungi kak Naga, kak Hana, dan kak Nara sekalipun aku harus mengorbankan nyawaku sendiri! Bukan menjadi selebgram ataupun hal - hal yang berbau popularitas di dunia maya!” protes Zoe kesal sambil menatap Naga penuh tekad.


“Naga sudah mengetahui hal itu makanya dia memintaku membawakanmu ini!” kata Laxus yang baru tiba bersama Hana sambil menunjukan dua belati milik Zoe.


“Belatiku!” kata Zoe yang tersenyum penuh semangat dan langsung mengambil kedua belatinya dari tangan Laxus.

__ADS_1


“Para serigala juga akan ikut membantu?” tanya Nara sambil mengelus beberapa serigala yang menghampiri Nara dengan penuh kelembutan.


“Aku juga merindukan kalian!” kata Nara yang menatap para serigala dengan penuh senyuman sambil mengelus beberapa serigala bergantian.


“Ucapanmu benar - benar membakar semangatku Zoe!” puji Carlos Simo yang baru tiba bersama dengan anggota KOPASSUS lainnya sambil membawa senapan runduk masing - masing.


“Ngomong - ngomong sepertinya kamu juga cocok untuk menjadi seorang selebgram Zoe!” kata Carlos sambil tersenyum jahil menatap Zoe.


“Berisik!” protes Zoe yang menatap Carlos Simo kesal.


“Apa kamu memerlukan ini?” tanya Carlos Simo sambil menawarkan senapan runduk yang dia bawa untuk dipakai Zoe.


“Tidak aku akan menggunakan kedua belatiku agar aku bisa menatap langsung mata ketiga binatang tersebut!” jawab Zoe sambil mengikat rambutnya yang membuat semua anggota KOPASSUS tersenyum kagum mendengarnya.


“Zoe sang iblis cantik akan beraksi!” kata Zoe sambil tersenyum penuh semangat.


“Naga Danjen KOPASSUS sudah mengkonfirmasi area perang sudah steril dari warga sipil. Para binatang sudah semakin dekat dengan sumber gelombang ultrasonik dan kita harus segera pergi.” kata Hana tegas.


“Hati - hati Naga, Zoe, semuanya!” kata Nara ramah sambil melihat ke arah pasukan yang siap berperang di hadapannya dan membuat para pasukan mengangguk penuh hormat sambil melihat ke arah Nara.


“Zoe kamu yang akan memimpin penyerangan!” kata Naga sambil tersenyum bangga menatap Zoe.


“Benarkah?” tanya Zoe memastikan sambil tersenyum penuh semangat.


“Wolfy!” panggil Zoe kepada salah satu serigala yang langsung dia naiki punggungnya.

__ADS_1


“Ayo kita hentikan para binatang itu!” teriak Zoe penuh semangat yang membuat salah satu serigala melolong lalu diikuti yang lainnya.


__ADS_2