
... Nara memahami cerita Zoe karena Naga yang pandai memposisikan diri yang membuat Nara tertarik kepadanya hingga akhirnya jatuh cinta kepada Naga. Namun Nara baru tahu tentang hal yang bisa membuat Naga marah karena Nara belum pernah melihat Naga marah sekalipun. Setelah cukup larut malam mereka berempat masuk ke kamar mereka masing - masing untuk beristirahat karena besok Naga, Nara, Bela, dan Berlian akan kembali pulang....
... Kebobrokan Genkrom dan EvolveX diberitakan melalui media nasional negara masing - masing karena kedua perusahaan tersebut juga masih terhubung dengan Creator Genetic beberapa media di Indonesia juga memberitakan hal tersebut. Pemberitaan tersebut disorot oleh media Internasional dan ketiga negara tersebut berhasil menunjukan bahwa mereka bisa mengatasinya serta memastikan tidak ada lagi penelitian ilegal yang menggunakan manusia ataupun makhluk hidup yang masih hidup sebagai objeknya. Namun bagi beberapa ilmuwan gila di luar sana mendengar berita tersebut membuat mereka tersenyum gembira seolah - olah mendapatkan sebuah ide brilian....
...
... Satu tahun berlalu Nara berusaha keras untuk melewati segala halangan dan rintangan dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Naga dengan senan tiasa terus berada di samping Nara untuk membantu, menghibur dan membangkitkan kembali semangat Nara dalam menyelesaikan tugas akhirnya. Hingga akhirnya perjuangan panjang Nara membuahkan hasil dengan wisuda di waktu yang dia inginkan dan menjadi salah satu dari 10 wisudawan terbaik di jurusannya....
“Nara!” panggil Bela dan Berlian yang langsung memeluk Nara dengan penuh kehangatan setelah bertemu dengan orang tua mereka masing - masing.
“Om, Tante, kak Johan!” sapa Bela dan Berlian kompak dengan penuh hormat.
“Kalian mau berfoto? Biar aku yang memfoto kalian! Sekalian bersama dengan tuan Raymond, nyonya Anna, dan tuan Johan juga!” kata Naga sambil mengulurkan tangannya untuk meminta handphone Nara.
“Hmm tunggu Naga!” pinta Nara ragu yang berjalan mendekati Raymond.
“Ada apa sayang? Kenapa senyum kamu tiba - tiba hilang?” tanya Raymond cemas.
“Ayah, apakah aku sudah boleh menikah dengan Naga?” tanya Nara gugup sambil menatap Raymond penuh harap.
“Hmm untuk masalah itu Ayah perlu mengkonfirmasi satu hal dulu!” jawab Raymond sambil menatap Nara yang membuat Nara mengangguk paham.
“Naga kapan kamu ingin melangsungkan pernikahan dengan Nara?” tanya Raymond sambil menatap Naga yang membuat Naga terkejut dan membuat Nara mulai tersenyum sambil menatap Raymond.
“Aku akan mengikuti keputusan Nara, tuan Raymond!” jawab Naga penuh percaya diri sambil tersenyum menatap Nara.
__ADS_1
“Hmm ada yang harus berubah Naga!” protes Raymond sambil menatap Naga.
“Apa yang harus berubah tuan Raymond?” tanya Naga kebingungan.
“Ayah!” kata Anna mengajarkan Naga memanggil Raymond dengan kata Ayah.
“Ah ... aku akan mengikuti keputusan Nara, Aaayaah!” jawab Naga grogi yang membuat semua orang tersenyum mendengarnya.
“Jadi kalau besok aku menikah dengan Naga boleh?” tanya Nara yang tersenyum penuh semangat sambil menatap Raymond penuh harap.
“Memang prosesi akad itu sederhana Nara, tapi Bunda pingin kamu tampil cantik seperti hari ini di pernikahan kamu!” pinta Anna sambil tersenyum bangga menatap Nara yang membuat Nara juga ikut tersenyum.
“Aku mengerti Bunda!” jawab Nara yang tersenyum bahagia.
“Nara aku mendengar dari Bela bahwa kamu akan segera menikah dengan Naga, selamat ya!” kata Richard sambil tersenyum melihat ke arah Nara.
“Terima kasih Richard.” jawab Nara santai.
“Aku tahu aku salah jika berpikir seperti ini, tapi entah kenapa aku merasa lega karena telah berselingkuh dari kamu. Hal itu membuat kamu bisa menemukan sosok laki - laki yang sesuai dengan keinginanmu bahkan kalian benar - benar terlihat serasi satu sama lain.” kata Richard sambil tersenyum lega menatap Nara.
“Jujur ketika aku masih menjadi kekasihmu aku merasa bukan laki - laki yang sepenuhnya kamu inginkan. Ketika aku melihat kamu dengan Naga, kamu benar - benar terlihat berbeda dari Nara yang aku kenap termasuk Nara yang pernah menjadi kekasihku. Awalnya aku berpikir kamu bersikap seperti itu karena ingin membalas dendam kepadaku, tapi seiring waktu berjalan aku sadar bahwa kamu telah menemukan kebahagian yang kamu cari dari seorang laki - laki.” lanjut Richard sambil tersenyum lega menatap Nara.
“Ketika aku mulai jatuh cinta kepada Naga sejujurnya aku juga sangat bersyukur telah putus darimu karena jika tidak mungkin aku akan kebingungan mencari alasan untuk putus darimu. Disisi lain jika aku menujukan perasaanku kepada Naga besar kemungkinan Naga juga tidak akan menyukai hal tersebut.” jawab Nara sambil tersenyum lega melihat ke arah Naga yang sedang berjalan ke arahnya.
“Ini Nara minumannya!” kata Naga yang langsung memberikan minuman yang diminta oleh Nara lalu berjalan pergi.
__ADS_1
“Kamu mau kemana Naga?” tanya Nara sambil menatap Naga memastikan.
“Aku tidak ingin mengganggu obrolan kalian!” jawab Naga ramah sambil menatap Nara dan Richard bergantian.
“Tidak perlu Naga, aku sudah selesai berbicara dengan Nara lagipula aku hanya ingin mengucapkan selamat terutama rencana kalian yang akan segera menikah.” jawab Richard sambil tersenyum ramah melihat ke arah Naga.
“Terima kasih.” jawab Naga dengan penuh hormat.
“Aku duluan ya!” pamit Richard yang langsung pergi meninggalkan Naga dan Nara.
... Nara langsung menggenggam tangan kanan Naga dan mengajak Naga pergi untuk makan malam bersama hanya mereka berdua. Di dalam mobil Nara langsung melepas toga yang dia kenakan, lalu mereka berdua langsung pergi ke restoran yang Nara minta. Nara dan Naga makan malam sambil membicarakan rencana pernikahan mereka berdua dimana Naga ingin mengikuti semua keinginan Nara tapi tetap memberikan respon dan pendapatnya terkait pilihan yang ada....
... Nara begitu bahagia dan lega setelah Ayahnya mengizinkan mereka berdua untuk segera menikah sesuai dengan yang dijanjikan. Selama makan malam hingga pulang ke rumah aura bahagia terpancarkan dari seluruh tubuh Nara dan membuat Naga tersenyum lega serta bahagia melihat Nara. Di hari Senin paginya Nara terbangun dengan penuh semangat dan bahagia memulai dunia barunya meskipun tetap merasa gugup....
“Apa kamu sudah siap bekerja dengan pak Joseph Nara?” tanya Raymond sambil tersenyum bangga menatap Nara.
“Aku akan berusaha sebaik mungkin Ayah!” jawab Nara gugup.
“Pak Joseph sangat senang ketika Ayah bilang akan meminta kamu bekerja menjadi wakil pak Joseph. Dia sangat menyukai cara berpikirmu dan pengambilan keputusan yang kamu lakukan dalam marketing, makanya dia tidak sabar untuk bisa memulai bekerja sama dengan kamu.” kata Raymond sambil tersenyum bangga menatap Nara.
“Baik Ayah, tapi entah kenapa kali ini rasanya aku gugup meskipun ini bukan pertama kali aku belajar dari pak Joseph.” jawab Nara sambil tersenyum.
... Joseph Lister merupakan CMO (Chief Marketing Officer) di Schweitzer Healthy & Beauty sekaligus akan menjadi atasan Nara sejak mulai bekerja sebagai wakil CMO. Nara pergi ke kantor tetap di dampingi oleh Naga, bahkan ada meja khusus untuk Naga di depan ruang kerja Nara dekat meja sekertaris. Meskipun beberapa karyawan Schweitzer Healthy & Beauty sudah mengenal Nara tapi Nara tetap berkenalan kembali secara formal termasuk Naga yang akan terus mendampingi Nara dan Raymond langsung memperkenalkan Naga juga sebagai calon suami Nara....
... Semua karyawan Schweitzer Healthy & Beauty tersenyum bahagia mendengar kabar tersebut dan langsung memberikan selamat kepada Nara, Naga, dan Raymond. Meskipun Nara menjadi wakil CMO karena diminta Raymond, tapi Nara tetap profesional dan bekerja keras dalam menyelesaikan pekerjaannya. Naga yang secara teknis mendapatkan peningkatan kemampuan pada otaknya akibat percobaan Creator Genetic dapat membantu Nara dalam bekerja sebagai wakil CMO....
__ADS_1