
... Nara yang tertidur sangat lelap tidak sadar ketika matahari mulai terbit Naga mengambil guling untuk menggantikan dirinya yang di peluk oleh Nara. Saking lelapnya Nara baru bangun sekitar jam 8 pagi dan langsung panik ketika tahu yang dipeluknya merupakan sebuah guling. Nara langsung berlari untuk mencari Naga dengan mata berkaca - kaca tidak ingin Naga pergi lagi meninggalkan dirinya....
“Kamu sudah bangun Nara?” tanya Naga penuh kelembutan yang membuat Nara langsung berlari kearahnya dan langsung memeluknya.
“Ada apa Nara? Apakah kamu bermimpi buruk?” tanya Naga yang membalas pelukan Nara dengan penuh kelembutan sambil membelai rambut belakang Nara.
“Kupikir kamu pergi Naga!” jawab Nara sambil terus memeluk Naga dengan penuh kelembutan.
“Sarapan dulu ya Nara!” pinta Naga lemah lembut.
“Baik Naga.” jawab Nara sambil tersenyum manja menatap Naga.
“Maaf kalau sarapannya seadanya Nara.” kata Naga canggung.
“Tidak apa Naga, kalian sudah sarapan?” tanya Nara memastikan.
“Sudah, aku gak enak mau membangunkan kamu setelah melihat kamu yang tertidur begitu lelap karena kelelahan.” jawab Naga sambil membelai pipi Nara dengan penuh kelembutan.
“Naga, tidak bisakah kamu berhenti mengejar Creator Genetic dan mempercayakan semuanya kepada polisi?” tanya Nara penuh harap sambil menatap Naga.
“Tidak bisakah kamu hanya kembali menjadi pengawal pribadiku yang selalu menemani dan membersamaiku setiap waktu?” lanjut Nara dengan mata berkaca - kaca sambil menatap Naga.
“Polisi tidak akan bisa mengalahkan mereka Nara. Jika polisi berhasil menemukan mereka dan hendak menangkap mereka pasti akan ditemukan mayat polisi bergeletakan dalam jumlah banyak.” jawab Naga ramah sambil menatap Nara.
“Kalau begitu biarkan aku membantumu! Aku janji aku tidak akan merepotkanmu dan aku juga bawa mobil sendiri kesini!” kata Nara penuh percaya diri sambil menatap Naga dengan penuh tekad.
“Aku tidak pernah sekalipun berpikir bahwa kamu merepotkanku Nara!” jawab Naga yang tersenyum ramah sambil membelai rambut Nara dengan penuh kelembutan.
__ADS_1
“Laxus!” panggil Naga.
“Ada apa Naga?” tanya Laxus setelah tiba di depan Naga dan Nara.
“Boleh tolong periksakan mobil Nara? Pastikan mobil Nara dalam keadaan prima dan aman untuk Nara pergi membantu kita!” pinta Naga ramah sambil menatap Laxus.
“Tidak masalah!” jawab Laxus yang langsung pergi.
... Paham maksud perkataan Naga, Laxus langsung membawa perlengkapannya untuk memeriksa mobil Nara sambil meninggalkan beberapa teknologi di mobil Nara untuk menghentikan Nara ikut dalam misi kali ini. Setelah selesai sarapan Nara ikut bersama Naga, Laxus, dan Hana untuk bersiap - siap pergi menuju markas rahasia Creator Genetic dimana Philiph Bradley bersembunyi bersama pengawal pribadinya. Naga juga memberikan rompi anti peluru kepada Nara untuk melindungi tubuh Nara yang diterima Nara dengan penuh semangat....
“Kak Hana! Apa kak Hana sudah tahu bahwa Naga akan selamat dari ledakan itu?” tanya Nara penasaran.
“Itu memang rencananya Nara agar Creator Genetic tidak lagi mengincar kamu sekalipun mereka berpikir bahwa Naga masih hidup.” jawab Hana ramah sambil menatap Nara.
“Jadi apakah tangisan kak Nara saat itu hanya sebuah akting?” tanya Nara penasaran.
“Setelah semua ini selesai aku juga pasti akan perhatian dan peduli kepada kak Hana karena kak Hana merupakan salah satu keluarganya Naga.” jawab Nara yang langsung memeluk Hana.
“Terima kasih Nara!” jawab Hana sambil tersenyum lega walaupun tidak enak hati karena Naga pasti akan melindungi Nara bagaimanapun caranya.
... Setelah selesai makan siang mereka berempat langsung berangkat menuju markas rahasia Creator Genetic dengan menggunakan dua mobil. Naga, Hana, dan Laxus dalam satu mobil sambil membawa semua perlengkapan yang mereka butuhkan, sementara Nara di mobil lain mengikuti dari belakang. Laxus mulai menyalakan sebuah program yang sudah di pasang di mobil Nara untuk menghentikan Nara secara paksa....
“Tes apakah suaraku masuk?” tanya Nara melalui jaringan komunikasi mereka yang sudah dipasang di telinganya sendiri.
“Masuk Nara!” jawab Naga yang langsung melepaskan alat komunikasi di telinganya.
“Lakukan Laxus!” pinta Naga sambil melihat mobil Nara dari spion.
__ADS_1
“Baik!” jawab Laxus sigap yang langsung menjalankan program tersebut.
“Naga ada sesuatu terjadi di mobilku, akan kuperiksa sebentar!” kata Nara yang tidak bisa menancap gas dan mobil terus melambat hingga harus menepi.
“Naga! Naga! Tolong jawab aku Naga!” teriak Nara khawatir yang berusaha keluar tapi pintunya terkunci oleh program dari Laxus.
“Naga buka pintunya Naga! Buka pintunya!” teriak Nara yang menangis sambil berusaha membuka pintunya.
“Buka pintunya! Buka pintunya Naga!” teriak Nara yang menangis kesal.
“Tolong buka pintunya Naga!” pinta Nara yang berusaha menyalakan mobilnya yang tidak kunjung nyala sambil menangis.
... Sekitar jam 3 sore Naga, Hana, dan Laxus tiba di markas rahasia Creator Genetic dan langsung berjalan masuk ke dalam. Ketika melihat orang - orang yang bekerja di gedung tersebut tanpa basa basi mereka langsung menghabisinya satu persatu. Setelah beberapa waktu mereka mencari keberadaan Philip Bradley, mereka di hadang oleh dua anak bernomor seperti mereka....
“Naga, kak Hana serahkan mereka berdua kepadaku!” pinta Laxus penuh percaya diri yang membuat Naga dan Hana langsung pergi melanjutkan pencarian Philip Bradley.
... Laxus langsung melawan dua anak bernomor yang menghadang mereka setelah Naga dan Hana pergi. Tidak lama kemudian Naga dan Hana berhasil menemukan keberadaan Philip Bradley bersama pengawal pribadinya Maxim Swango yang juga merupakan ‘four horsemen’ terakhir. Bradley dan Swango tidak terkejut ketika melihat Naga dan Hana yang muncul di hadapan mereka dengan cepat yang membuat Bradley berdiri sambil menatap mereka dengan tajam beberapa meter di belakang Swango....
“Apakah karena kalian special maka kalian bisa menghancurkan Creator Genetic?” tanya Bradley penuh percaya diri sambil menatap Naga dan Hana penuh kesombongan.
“Aku tidak ingat bahwa kamu begitu banyak bicara!” kata Naga yang sudah berdiri tepat di hadapan Bradley dan langsung menampar Bradley hingga terpental yang membuat Swango langsung bergerak hendak menyerang Naga.
“Jangan ganggu adikku!” pinta Hana dingin setelah menendang Swango hingga terpental membentur dinding.
... Pada awalnya Laxus kewalahan melawan dua anak bernomor sekaligus sehingga dia harus menerima beberapa serangan dan terluka. Tidak lama kemudian Laxus mulai bangkit dan menguasai jalanan perkelahian dengan menghajar kepala salah satu anak bernomor lalu menghantamkannya ke dinding hingga pecah. Anak bernomor lainnya coba menyerang Laxus tapi kali ini semua serangannya berhasil dia hindari....
... Laxus menendangnya hingga terpental cukup jauh, tapi anak bernomor tersebut dengan cepat bangkit dan menerjang ke arah Laxus yang membuat Laxus terseret beberapa meter sambil ditindih oleh sang anak bernomor lalu ditusuk dengan pisau beberapa kali. Laxus menahan tangan sang anak bernomor yang menusuk tubuhnya lalu mengunci pergerakan sang anak bernomor dengan kedua kakinya agar tidak dapat bergerak sama sekali. Dengan cepat Laxus mengambil senjata api miliknya yang belum dipakai dan menembak tepat ke arah dagu sang anak bernomor tiga kali berturut - turut hingga membuat samg anak bernomor tewas....
__ADS_1