
... Pada hari Senin Naga bekerja seperti biasa membantu serta mendampingi Nara dalam setiap urusannya. Sore hati ketika hendak pulang Laxus mengirimkan beberapa foto terkait sebuah mobil dan bangunan yang diduga sebagai pabrik pembuatan narkoba jenis terbaru. Melihat hal itu jelas Naga sangat ingin segera pergi menuju tempat itu tapi Naga berusaha mengontrol dirinya sampai mengantarkan Nara pulang ke rumah dengan selamat....
“Apakah Laxus sudah memberikan alamat pembuatan narkoba jenis terbaru Naga?” tebak Nara sambil menatap Naga yang membuat Naga terkejut.
“Ah iya Nara.” jawab Naga sambil mengangguk.
“Lalu kenapa kamu masih berdiam diri disini?” tanya Nara sambil tersenyum ramah.
“Setelah aku mengantarkan kamu pulang hingga tiba di rumah, aku baru akan berangkat ke lokasi yang dikirimkan Laxus.” jawab Naga yang tersenyum sambil menatap Nara.
“Sekesal apapun aku kepada mereka yang memanfaatkan anak di bawah umur untuk keuntungan mereka aku tidak akan membiarkanmu pulang sendirian Nara. Terlebih para pengedar narkoba jenis baru ini ada di luar sana bersama dengan obat - obatan yang mereka ciptakan.” lanjut Naga yang membuat Nara tidak jadi berbicara.
“Hmm apa kamu punya rasa takut Naga?” tanya Nara penasaran.
“Tentu, aku juga manusia yang mempunyai rasa takut.” jawab Naga yang tersenyum sambil menatap Nara.
“Apa yang membuat kamu takut di dunia ini Naga?” tanya Nara semakin penasaran.
“Kamu.” jawab Naga singkat sambil menatap Nara.
“Aku? Bagaimana mungkin aku bisa membuatmu takut Naga?” tanya Nara terkejut tidak percaya mendengar jawaban Naga.
“Aku takut jika kehilangan kamu, aku takut jika tidak bisa melindungi kamu, dan aku takut jika aku tidak bisa membuatmu bahagia.” jawab Naga sambil menatap Nara dalam - dalam yang membuat Nara langsung terdiam tersipu malu.
__ADS_1
“Jangan bicara seperti itu di kantor!” pinta Nara salah tingkah.
“Naga!” panggil Nara yang tidak bisa berkonsentrasi karena perkataan Naga sambil menahan dirinya untuk bermanja manja dengan Naga.
“Jika kamu bicara seperti itu di kantor aku jadi ingin memelukmu dan bermanja - manja denganmu!” protes Nara sambil tersenyum manja menatap Naga.
“Kalau begitu mari kita segera selesaikan pekerjaan kita dan kamu bisa bermanja - manja sepuasmu sambil kita pulang ke rumah!” pinta Naga sambil tersenyum menatap Nara yang juga membuat Nara ikut tersenyum.
... Sepanjang perjalanan pulang Nara bermanja - manja kepada Naga hingga tiba di rumah. Setibanya di rumah Nara masih ingin bermanja - manja dengan Naga tapi segera teringat bahwa anak - anak yang dimanfaatkan menjadi kurir narkoba lebih membutuhkan Naga secepatnya. Awalnya perubahan sikap Nara membuat Naga terkejut tapi tidak lama kemudian Nara meminta Naga untuk segera membantu anak - anak yang dimanfaatkan menjadi kurir narkoba....
“Hati - hati di jalan Naga!” pinta Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.
“Aku segera kembali Nara!” jawab Naga yang langsung pergi meninggalkan Nara yang sudah tiba di rumah mereka.
...Tidak lama kemudian tiba - tiba ada salah satu anak yang jatuh pingsan lalu salah satu orang dewasa yang mengawasi anak - anak membawanya ke ruangan lain. Ketika Naga hendak mengikuti orang tersebut ada sebuah ruangan yang membuat Naga penasaran dan memutuskan untuk memeriksanya terlebih dahulu. Di dalam ruangan tersebut Naga melihat lemari pendingin mayat lalu membuka dua lemari pendingin tersebut. ...
...Alangkah terkejutnya Naga ketika melihat ada dua jasad anak di bawah umur yang telah diambil beberapa organnya untuk dijual. Naga yang semkain geram lalu bergegas ke ruangan tempat orang dewasa tadi membawa seorang anak yang pingsan. Orang dewasa tersebut hendak menyuntikan suatu cairan kepada anak yang pingsan tadi, tapi pandangan sang anak fokus menatap ke arah Naga yang berdiri di pintu masuk ruangan tersebut....
...Orang dewasa yang penasaran dengan tatapan sang anak yang pingsan langsung melihat ke arah belakang tanpa berbuat apapun. Naga mengamati ruangan tersebut yang tidak layak huni, kotor, dan bau karena anak - anak yang tidur diruangan tersebut buang air besar di ruangan tersebut juga. Naga memberikan kode agar anak yang pingsan tadi berdiri dan menjauh dari orang dewasa yang duduk di depannya....
...Tanpa rasa bersalah orang dewasa tersebut langsung tersenyum melihat ke arah Naga yang membuat Naga langsung menendangnya hingga membentur dinding dan menghancurkan kepalanya. Mendengar suara tersebut dua orang dewasa yang masih mengawai anak - anak mengemas narkoba langsung keluar dan melihat ke arah ruangan tersebut dari lorong depan ruangan pengemasan narkoba. Naga yang mengambil senjata api milik orang dewasa yang baru saja dia bunuh langsung menembak salah satu orang dewasa yang berdiri di depan ruangan pengemasan narkoba tepat diantara dua alisnya....
...Orang dewasa yang tersisa ketakutan dan berusaha lari, tapi dengan cepat Naga langsung menembak paha kirinya dari belakang dan membuatnya tersungkur. Melihat orang tersebut tersungkur Naga langsung melucuti senjata yang dia pegang lalu menyeret dan melempar orang tersebut ke dalam ruangan pengemasan narkoba. Naga melempar orang tersebut ke dinding beberapa kali yang membuat orang tersebut berteriak kesakitan....
__ADS_1
...Setelah terkapar tidak berdaya Naga langsung mengikat orang tersebut di sebuah kursi dan menusuk kedua pahanya dengan paku tembak beberapa kali. Anak - anak yang ada di sana diminta Naga untuk segera keluar dan menunggu Naga di luar karena Naga akan segera menyusul mereka. Naga langsung memotong selang gas yang ada sehingga ruangan tersebut dipenuhi oleh gas yang mudah terbakar....
...Kemudian Naga meletakan lentera yang ada di ruangan tersebut condong hendak jatuh di salah satu sisi meja ditahan dengan sebuah kantong plastik berisi narkoba disisi lawannya. Setelah semua persiapannya sudah siap tiba - tiba handphone orang yang diikat bergetar sehingga Naga mengambilnya dan menerima panggilan masuk tersebut. Di layar handphone tersebut tertulis nama Rio Martil salah satu streamer game populer saat ini...
“Apakah untuk besok semuanya siap?” tanya Rio.
“Tidak akan ada lagi barang yang dikirimkan.” jawab Naga dingin yang membuat sang penelpon terkejut.
“Siapa kamu?” tanya Rio yang mulai emosi.
“Kamu tidak perlu tahu siapa aku yang kamu perlu tahu aku pasti akan memburu mu!” jawab Naga dingin.
“Kamu tidak tahu siapa aku hah?” tanya Rio sambil berteriak marah yang membuat Naga langsung mengakhiri panggilannya.
“Ketika anak - anak itu hidup kalian manfaatkan menjadi kurir narkoba. Setelah mereka mati organ - organ mereka kalian ambil, hatinya dikirim ke suatu tempat, matanya ke tempat lain, bahkan jantunya juga dikirim ke tempat yang lain bukan begitu?” tanya Naga sambil menatap orang di hadapannya dengan tatapan tajam penuh dengan nafsu membunuh.
“Anak - anak itu masih tetap berkeliaran di negeri ini meskipun sudah mati!” lanjut Naga penuh emosi.
“Mereka adalah anak - anak yang tidak diinginkan, bukankah ini solusi yang tepat, benar kan?” jawab orang di hadapan Naga sambil tertawa penuh kemenangan.
“Salah, sekarang juga minta maaflah kepada anak - anak yang telah kamu renggut kehidupannya!” jawab Naga dingin.
... Naga langsung menyayat kantong plastik berisi narkoba sehingga narkoba tersebut berceceran di lantai lalu berjalan keluar. Tidak lama setelah berada di luar kantong plastik berisi narkoba tersebut habis dan membuat lentera yang condong langsung terjatuh menyebabkan ledakan besar membakas habis gedung tersebut beserta seluruh isinya. Naga langsung menghubungi pihak kepolisian untuk mengurus anak - anak yang dimanfaatkan untuk mengemas dan menjadi kurir narkoba....
__ADS_1