Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Rutinitas Sedia Kala


__ADS_3

... Setelah selesai makan siang bersama mereka saling mengobrol santai satu sama lain membuat mereka lebih saling mengenal satu sama lain terutama Nara dengan Hana, Laxus, Zoe, dan anak - anak bernomor lainnnya. Saat itu Naga memutuskan untuk kembali bekerja sebagai pengawal pribadi Nara yang disetujui oleh semua anak bernomor sehingga mereka pulang ke pulau Panaitan tanpa Naga. Tim pelayan dan tim SS langsung membersihkan rumah Raymond setelah acara selesai dan para anak bernomor pulang....


“Dek selamat ya hubungan kamu dengan Naga sudah direstui oleh Ayah dan Bunda.” kata Johan canggung.


“Terima kasih kak Jo.” jawab Nara yang sudah mulai bisa menerima Johan kembali.


“Maaf ya kak kalau aku menikah lebih dulu daripada kakak.” lanjut Nara sambil menatap Johan yang disadari oleh Naga.


“Kakak tidak mempermasalahkannya, lagipula kamu dan Naga benar - benar serasi. Kakak percaya Naga akan selalu berada disampingmu dan membantumu sekalipun kamu sudah mulai menjalankan kepercayaan dari Ayah.” jawab Johan sambil tersenyum penuh percaya diri menatap Nara.


... Naga tersenyum lega melihat Nara yang tampak sudah bisa menerima kembali Johan seutuhnya dan kembali hangat. Naga kembali bergabung dan berkoordinasi dengan seluruh tim SS khususnya yang bertugas di kediaman Raymond serta keluarganya. Tidak lama setelah mengobrol sebentar dengan Johan, Nara langsung mencari Naga ke markas tim SS....


“Ada apa nona Nara?” tanya Naga ramah dengan penuh hormat.


“Nara!” pinta Nara sambil tersenyum manja menatap Naga.


“Ayah dan Bunda sudah merestui hubungan kita, jadi mulai sekarang kamu harus panggil aku Nara dimanapun dan kapanpun!” lanjut Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Baiklah Nara.” jawab Naga sambil tersenyum.


“Tapi kamu juga harus fokus menyelesaikan kuliahmu terlebih dahulu!” pinta Naga sambil menatap Nara.


“Hmm apa kamu sudah tidak sabar untuk menikah denganku?” tanya Nara sambil tersenyum manja menatap Naga.


“Bukan, tapi karena aku tidak ingin membuatmu terburu - buru dan aku ingin kamu menyelesaikan kuliahmu dengan cara terbaik yang bisa kamu lakukan!” jawab Naga penuh percaya diri sambil menatap Nara.


...


... Meskipun kampus Nara baru mengalami sebuah insiden serangan ******* tapi kegiatan perkuliahan kembali berjalan normal keesokan harinya. Naga mulai kembali menjalani aktivitasnya sebagai pengawal pribadi Nara seperti sedia kala. Kedatangan Naga bersama Nara juga disambut hangat oleh teman - teman Nara yang mengenal Naga terlebih kemarin Naga telah datang menyelamatkan mereka semua....


“Halo kamu Naga pengawalnya Nara kan?” tanya Tiffany salah satu teman satu jurusan dengan Damian dan teman satu angkatan dengan Nara ketika Naga sedang menunggu kelas Nara dari luar.


“Betul, ada yang bisa saya bantu?” tanya Naga ramah.

__ADS_1


“Mau gak kamu menjadi pengawal pribadi aku?” tanya Tiffany penuh harap yang membuat Naga terkejut.


“Aku akan memberikanmu bayaran yang jauh lebih besar daripada Schweitzer Grup! Atau bahkan kamu sendiri yang menulis berapa gaji yang kamu inginkan dan aku pasti akan langsung menyetujuinya!” lanjut Tiffany berusaha membujuk Naga.


“Dengan segala hormat sebaiknya anda mencari pengawal pribadi yang jauh lebih baik dari saya dengan pembayaran terbaik yang anda tawarkan kepada saya karena saya tidak layak mendapatkan tawaran tersebut.” jawab Naga ramah dengan penuh hormat.


“Justru kamu layak mendapatkan semua itu, sebutkan saja berapa nilainya aku pasti setuju!” kata Tiffany yang masih berusaha membujuk Naga.


“Maaf aku seorang manusia dan ingin bekerja sebagai manusia bukan sebagai binatang yang mengikuti semua keinginan majikannya hanya karena bayaran tinggi. Terakhir kali aku melihat orang seperti itu, orang tersebut berakhir di penggal dan aku sangat lega akan hal itu.” jawab Naga sambil tersenyum ramah dengan terpaksa.


“Aku bukan laki - laki yang baik, aku laki - laki yang sangat sangat sangat buruk dan selalu siap mencabik siapapun yang mencoba menghalangiku dalam bekerja. Aku belum pernah melihatmu sebagai teman kuliah Nara jadi sebaiknya kamu jangan pernah berpikir untuk melukai Nara dengan cara apapun!” kata Naga sedikit berbisik ke telinga Tiffany yang membuatnya mulai gemetar ketakutan.


“Jika kamu menyakiti Nara dengan cara apapun maka aku akan mengejarmu, aku akan memburumu dan aku pasti akan mendapatkanmu. Jika itu terjadi maka akan aku pastikan kamu mendapatkan hal terburuk yang belum pernah kamu bayangkan sebelumnya hingga kamu memohon kepadaku untuk membunuhmu!” lanjut Naga sedikit berbisik yang membuat Tiffany semakin ketakutan hingga tidak bisa bergerak.


“Apa masih ada yang bisa aku bantu?” tanya Naga sambil tersenyum ramah menatap Tiffany yang membuatnya langsung pergi ketakutan.


... Saat Tiffany mengajak Naga berbicara secara tidak sengaja Nara melihat mereka dari dalam kelas. Pada awalnya Nara tampak curiga tapi setelah melihat Tiffany yang langsung pergi membuat Nara penasaran tentang yang dibicarakan oleh mereka berdua. Tidak lama kemudian dosen yang mengajar kelas Nara keluar pertanda kelas sudah selesai yang membuat para mahasiswanya ikut keluar kelas setelah dosen mereka keluar....


“Dia menawarkanku untuk menjadi pengawal pribadinya.” jawab Naga santai.


“Terus?” tanya Nara semakin penasaran.


“Dia memberikanku tawaran yang bagus.” jawab Naga santai yang membuat Nara cemas.


“Terus?” tanya Nara yang mulai gugup.


“Haruskah aku menolaknya?” tanya Naga sambil menatap Nara yang membuat Nara lemas mendengarnya berpikir Naga menerima tawaran dari Tiffany.


“Berapa tawaran Tiffany?” tanya Nara dengan mata berkaca - kaca.


“Berapapun tawaran Tiffany itu tidak akan pernah cukup untuk menggantikanmu Nara.” jawab Naga santai sambil tersenyum menatap Nara.


“Iiiiihhh...” kata Nara sambil memukul Naga gemas lalu berlari ke arah kantin yang membuat Bela dan Berlian ikut tersenyum melihat mereka.

__ADS_1


“Nara tunggu!” kata Naga yang langsung pergi mengikuti Nara diikuti oleh Bela dan Berlian yang sama - sama akan ke kantin.


“Nyebelin tahu, aku pikir kamu terima tawaran Tiffany!” protes Nara ketika mereka berempat sudah duduk sambil membawa makan siang mereka masing - masing.


“Berbicara tentang Tiffany, aku belum pernah melihatnya masuk kelas bersama kamu Nara. Apa memang ada temanmu yang tidak pernah sekelas sama kamu?” tanya Naga memastikan.


“Tiffany satu jurusan dengan Damian, jadi kami pernah sekelas hanya saat tahun pertama dan tahun kedua saja.” jawab Nara yang membuat Naga mengangguk paham.


... Mereka berempat langsung menikmati makan siang mereka sambil mengobrol santai. Bela dan Berlian yang penasaran kepada Naga juga bertanya tentang beberapa hal yang berhubungan dengan operasi penyelamatan saat mereka menjadi sandera oleh kelompok *******. Naga hanya menjawab bahwa Laxus dan Zoe merupakan teman Naga yang bekerja sebagai pasukan khusus dari KOPASSUS....


“Nara, Bela, Berlian!” kata Cynthia yang tiba - tiba datang menghampiri mereka berempat yang membuat Nara, Bela, dan Berlian langsung melihat ke arahnya.


“Kalian mau ikut main paintball gak hari Sabtu pekan ini?” tanya Cynthia penuh harap sambil melihat ke arah Nara, Bela, dan Berlian.


“Wah boleh tuh Cynthia!” kata Bela setuju yang diikuti anggukan Berlian.


“Apa aku boleh ajak Naga juga?” tanya Nara memastikan yang membuat Naga melihat ke arah Cynthia.


“Justru aku mengajak kamu karena aku juga ingin kamu mengajak Naga, Nara.” jawab Cynthia sambil tersenyum ramah.


“Kalau begitu aku ikut!” jawab Nara sambil tersenyum senang.


“Gak apa - apa kan Naga?” tanya Nara memastikan.


“Tidak masalah.” jawab Naga santai.


“Tunggu, bukankah tidak adil kalau Naga ikut? Naga kan sudah belajar menembak karena tugasnya dan kita juga melihat kemampuan Naga ketika Naga menyelamatkan kita.” kata Berlian memastikan.


“Meskipun Naga bisa dibilang ahli dalam menembak, tapi ini paintball dengan peluru bulat yang tidak sempurna dan jarak tembak yang terbatas. Jadi kemampuan Naga juga tetap perlu menyesuaikan, mungkin kelebihan Naga adalah pengalaman dan pengetahuan tentang medan tempur.” jawab Cynthia sambil melihat ke arah Naga.


“Singkatnya meskipun kita orang awam dalam hal menembak tapi kita masih punya kesempatan untuk mengalahkan Naga. Benarkan Naga?” tanya Cynthia memastikan.


“Iya betul.” jawab Naga sambil mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2