Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Masalah Tidak Akan Habis


__ADS_3

...Rio Martil bergetar ketakutan ketika melihat kekuatan Naga hingga tidak bisa bergerak sedikitpun. Polisi - polisi yang sudah mengetahui kekuatan Naga tidak terkejut ketika melihat mayar orang - orang suruhan Rio Martil dan langsung menangkap Rio Martil. Tidak lama kemudian beberapa orang datang untuk membawa semua jasad yang ada di area parkiran secepat mungkin sebelum orang - orang ada yang hendak ke parkiran....


“Berhentilah melawan!” pinta Naga dingin sambil melihat ke arah dua orang pengawal Rio Martil yang sibuk menghadang polisi.


“Orang yang memperkerjakan kalian berdua sudah tertangkap tidak ada gunanya lagi untuk melawan!” lanjut Naga dingin yang membuat kedua orang tersebut terkejut sambil menatap ke arah Naga.


...Kedua orang tersebut langsung berlari ke arah Naga berpikir untuk menghajar Naga lalu kabur dari MPL Arena. Dengan mudah Naga menghindari tendangan kaki kanan pengawal yang ada di depan lalu menyerang perutnya dengan gelombang kejut dari telapak tangan Naga hingga membuat sang pengawal tersebut tersungkur kesakitan. Pengawal yang kedua berusaha menghajar Naga dengan tinju kananya, tapi Naga berhasil menghindarinya lalu mengunci tangan kanan sang pengawal tersebut dan menggeser otot lengan atasnya....


“Aaarrrggghhh!” teriak sang pengawal kedua kesakitan sambil berbaring.


...Pihak kepolisian langsung mengamankan kedua pengawal tersebut dan langsung dibawa ke kantor polisi. Rio Martil yang sudah ditangkap juga langsung dibawa ke kantor polisi sebelum dua pengawalnya. Setelah situasi kembali kondusif Naga kembali menghampiri Nara yang masih bersama Zoe, Fanny, dan Jessica....


“Sepertinya kakak menghancurkan mereka semua.” kata Zoe sambil menatap Naga.


“Tidak, hanya empat orang suruhan Rio Martil yang ada di area parkiran saja.” jawab Naga santai sambil melihat ke arah Jessica.


“Apa kamu baik - baik saja Naga?” tanya Nara cemas.


“Aku baik - baik saja Nara.” jawab Naga sambil tersenyum ramah menatap Nara.


“Nara bilang usiamu baru 15 tahun?” tanya Naga memastikan sambil melihat ke arah Jessica yang membuat Nara dan Zoe terkejut.


“Tolong jaga adikmu baik - baik karena di luar sana banyak manusia yang sudah tidak memiliki rasa kemanusiaan lagi.” kata Naga sambil melihat ke arah Fanny yang membuat Nara dan Zoe tersenyum mengerti maksud Naga.


“Aku mengerti jika kamu ingin melakukan banyak hal dan tidak ingin mendengarkan banyak larangan. Namun setidaknya dengarkanlah kakakmu karena bagaimanapun dia memiliki sedikit lebih banyak pengalaman hidup daripada yang kamu miliki.” lanjut Naga ramah sambil menatap Jessica.


“Baik kak.” jawab Jessica yang mengangguk sambil menyembunyikan kedua tangannya yang gemetar.

__ADS_1


“Kalau begitu kami pamit dulu ya, Fanny, Jessica!” kata Nara yang tersenyum ramah melihat ke arah Fanny dan Jessica sambil merangkul tangan kanan Naga.


“Tunggu kak!” pinta Jessica tiba - tiba yang membuat Naga, Nara, dan Zoe balik badan melihat ke arah Jessica.


“Apa aku boleh tahu apa yang dilakukan oleh kak Rio Martil?” tanya Jessica penasaran yang masih menyembunyikan tangannya yang gemetar dan membuat Nara langsung menatap Naga.


“Sebaiknya kamu tunggu saja beritanya.” jawab Naga ramah yang langsung kembali berjalan keluar bersama Nara dan Zoe.


“Ada apa Jessi?” tanya Fanny penasaran yang melihat adiknya bersikap berbeda.


“Apa kakak tidak merasakannya?” tanya Jessica memastikan yang dijawab gelengan kepala oleh Fanny.


“Kehadiran suami kak Nara membuatku takut, tapi ucapannya memberikan kehangatan, sedangkan sikapnya memberikanku rasa aman ini pertama kalinya aku merasakan hal tersebut dari seorang laki - laki.” lanjut Jessica sambil menatap Fanny.


...Sabtu pagi seluruh Indonesia dihebohkan dengan berita terkait Rio Martil yang menjadi bandar narkoba jenis baru dan menjual organ anak - anak di bawah umur. Berita tersebut terus menjadi trending topik setiap harinya kala proses hukum yang dijalani oleh Rio Martil berjalan langkah demi langkah. Beberapa hari kemudian polisi Thailand mengabarkan bahwa bahwa penyebaran narkoba jenis baru bisa dipastikan berhenti dan pihak kepolisian Indonesia juga memberitakan hal tersebut kepada masyarakat yang membuat masyarakat bisa bernapas lega....


...Satu Minggu berlalu Nara, Zoe, dan Naga kembali akan menyaksikan pertandingan MPL pada hari Sabtu sejak pertandingan pertama. Nara, Zoe, Fanny, Jessica beserta beberapa teman - teman Fanny sepakat untuk memakai kostum selayaknya anak sekolah dari Jepang. Zoe yang tampil dengan kostum anak sekolah membuat banyak orang memujinya karena kecantikan serta keimutan wajah Zoe....


“Zoe kamu cantik dan imut sekali, menggemaskan!” puji Nara yang langsung memeluk Zoe penuh kehangatan sambil tersenyum bahagia sementara Naga harus mengangkat telepon dari Hana.


“Kak Nara gak jadi pakai kostum seperti anak sekolahan?” tanya Zoe penasaran.


“Aku mau memberikan Naga kejutan, jadi aku mau ganti baju di kamar mandi sini.” kata Nara sedikit berbisik.


“Ayo aku temenin kak!” kata Zoe penuh semangat.


“Naga aku pergi ke toilet dulu ya sama Zoe.” kata Nara yang membuat Naga langsung melihat ke arah Nara.

__ADS_1


“Baik Nara.” jawab Naga yang kemudian lanjut berbicara dengan Hana di telepon.


“Naga ada situasi darurat di Surabaya dimana ada seseorang ilmuwan melepaskan sebuah alat CRISPR (rekayasa genetika) termodifikasi ke beberapa area kebun binatang. Pelaku yang melepaskan alat CRISPR termodifikasi tersebut berhasil di tangkap tapi ada beberapa binatang yang menghirup aerosol dari alat tersebut. Binatang - binatang yang menghirup aerosol dari alat CRISPR berlaku agresif dan tumbuh secara tidak wajar.” kata Hana menjelaskan situasi yang dia dapatkan dari Danjen KOPASSUS.


“Saat ini mereka bisa menahannya tapi mereka tidak tahu bisa menahan binatang - binatang ini berapa lama. Tolong pastikan keadaan para binatang dan kamu diizinkan membunuh para binatang jika memang mereka membahayakan banyak nyawa manusia. Aku, Laxus, anak - anak bernomor dan para serigala akan bersiap untuk kemungkinan terburuknya Naga.” lanjut Hana yang percaya kepada Naga.


“Aku mengerti kak Hana.” jawab Naga sigap yang langsung mengakhiri panggilan dengan Hana.


“Naga!” panggil Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.


...Nara tampil mempesona dengan kostum anak sekolah ala Jepang hingga Naga terdiam membisu karena melihat kecantikan Nara. Zoe dan Nara langsung berjalan menghampiri Naga sambil tersenyum melihat Naga yang terpana terus memandangi Nara. Nara berlaga selayaknya model dihadapan Naga sambil tersenyum manis menatap Naga yang membuat Naga tersenyum bahagia menatap Nara....


“Apa aku harus memakai pakaian seperti ini ketika di rumah Naga?” tanya Nara sambil tersenyum menggoda Naga.


“Tidak masalah jika memang kamu nyaman mengenakannya.” jawab Naga yang tidak bisa berhenti tersenyum dan memandangi Nara.


“Hoo bilang saja mau kak!” kata Zoe menggoda Naga sambil tersenyum jahil.


“Kak Nara sangat cantik dan imut kan? Sampai - sampai kak Naga terdiam membisu karena terpesona sama kak Nara!” lanjut Zoe sambil tersenyum jahil menatap Naga.


“Hoo iya Nara kak Hana memintaku pergi ke Surabaya saat ini juga karena ada keadaan darurat di sana, maaf ya.” kata Naga yang langsung fokus menatap Nara.


“Tidak apa Naga, hati - hati ya!” jawab Nara sambil tersenyum manis menatap Naga.


“Zoe tolong lindungi Nara ya!” pinta Naga sambil menatap Zoe.


“Baik kak Naga.” jawab Zoe sigap.

__ADS_1


“Aku pergi dulu!” pamit Naga yang langsung memeluk Nara sambil mencium kening Nara di depan umum dan membuat Nara tersenyum bahagia.


__ADS_2