Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Perpisahan


__ADS_3

... Setelah menerima tendangan dari Hana, Swango langsung bangkit dan menerjang ke arah Hana tapi dengan mudah Hana tangkap kepalanya dan lemparkan dengan sekuat tenaga hingga menghancurkan dinding lainnya. Tubuh Swango terpental hingga tiba di depan Laxus yang membuat Laxus terkejut terutama ketika Hana tiba dengan rambut yang sudah di gerai. Ketika Hana sudah berdiri tepat di hadapan Swango, Swango langsung berusaha menusuk leher Hana dengan sebilah pisau tapi berhasil Hana tahan dengan tangan kirinya....


... Kekuatan Hana yang begitu besar membuat Hana dengan mudah menggerakan pisau yang Swango pegang untuk menusuk lehernya sendiri. Setelah itu Hana menarik pisaunya membuat luka Swango beregenerasi menutup sendiri kemudian Hana tusukan kembali ke lehernya Swango hingga keluar darah dari mulut Swango. Hana melakuan hal tersebut hingga tiga kali berturut - turut lalu dengan mudahnya Hana menarik tangan kanan Swango yang memegang pisau hingga putus yang membuat Laxus terkejut dan merinding ketakutan....


“Aaarrrggghhh!” teriak Swango kesakitan.


... Swango dan Bradley telah membuat tubuh mereka sama seperti anak bernomor bahkan sudah lebih ditingkatkan yang membuat mereka bisa beregenerasi tapi tetap tidak bisa menumbuhkan kembali bagian tubuh yang terputus. Bradley dan Swango tahu bahwa percobaan mereka kepada Naga serta Hana bukan hanya berhasil tapi melampaui ekspektasi mereka. Tubuh Naga dan Hana berevolusi selama percobaan Creator Genetic dilakukan bahkan terus beradaptasi hingga saat ini kepada semua hal yang dilakukan oleh mereka berdua....


... Swango yang kehilangan tangan kanannya masih berusaha untuk melawan Hana sambil menahan rasa sakit. Namun dengan santainya Hana langsung memisahkan kepala Swango dari tubuhnya tanpa belas kasihan. Setelah Hana membersihkan darah yang menciprat ke bajunya, Hana langsung melihat kearah Laxus dengan tatapan dingin yang membuat Laxus ketakutan, tapi tetap berjalan menghampiri Hana....


“Sepertinya kak Hana sudah selesai, ayo kita bantu Naga kak!” ajak Laxus gugup.


“Jangan ganggu pertarungan Naga!” pinta Hana dingin sambil berjalan bersama diikuti Laxus untuk melihat pertarungan Naga.


... Setelah terpental akibat tamparan Naga, Bradley langsung bergerak cepat untuk mengambil sebuah katana karena salah satu cara untuk membunuh anak bernomor adalah dengan memenggal kepalanya. Melihat hal itu Naga juga mengeluarkan dua bilah pisau yang dia bawa dari sarung di belakang pinggangnya untuk menangkis serangan dari Bradley. Mereka berdua saling menebas, saling menusuk, saling menangkis, dan saling menghindar dari serangan lawan mereka masing - masing dengan kecepatan tinggi....


“Aku menginkanmu Naga untuk menjadi manusia paling kuat di dunia yang bisa terus beradaptasi dengan semua hal dari diri kita dan lingkungan sekitar kita!” teriak Bradley yang tersenyum kagum akan hasil ciptaannya sendiri sambil menatap Naga dengan bangga.

__ADS_1


... Pertarungan mereka bukan hanya tentang serangan dari senjata tajam yang masing - masing mereka pegang tapi juga dikombinasikan dengan tendangan yang membuat pertarungan tersebut menghancurkan dinding - dinding di sekitar mereka akibat benturan, tebasan, dan tendangan. Pertarungan diantara mereka berlangsung sangat sengit dengan kecepatan yang tinggi membuat Laxus terpana melihat kekuatan Naga. Pengalaman dan pengetahuan Naga selama di penjara serta menjadi pengawal pribadi Nara membuat Naga mampu memperkirakan serangan Bradley selama beberapa detik ke depan sehingga Naga selalu berhasil menghindari serangannya dengan efektif dan efisien....


... Kemampuan tersebut juga Naga gunakan untuk menyerang Bradley sehingga Bradley menerima beberapa serangan yang membuatnya kesakitan meskipun kembali beregenerasi. Hana yang melihat pertarungan tersebut kagum dengan kemampuan Naga yang sudah berkembang sejauh ini meskipun faktanya itu berasal dari tikus percobaan Creator Genetic. Hana juga tahu tubuh Bradley sekarang adalah hasil dari akumulasi keberhasilan yang dicapai oleh Creator Genetic hingga saat ini tapi dia percaya bahwa Naga pasti bisa mengalahkan Bradley....


“Apakah kemampuan kak Hana jauh di atas Naga?” bisik Laxus sambil sesekali menengok ke arah Hana gugup dalam hatinya.


“Tidak, kekuatan Bradley jauh di atas Swango mungkin jika aku yang berhadapan dengan Bradley aku sudah tewas.” kata Hana dingin yang menebak dengan tepat isi pikiran Laxus dan membuat Laxus terkejut.


“Hoo begitu.” jawab Laxus canggung.


“Jangan bilang begitu kak Hana!” pinta Laxus sambil melihat ke arah Hana.


“Bukankah kak Hana sendiri yang bilang kepada Naga di depan kami bahwa kita akan menjadi monster jika kita bersikap seperti monster?” tanya Laxus yang membuat Hana langsung melihat ke arahnya.


“Melihat Naga dan kak Hana saat ini memang mengerikan, tapi melihat kehidupan yang kak Hana serta Naga pilih setelah melarikan diri dari Creator Genetic. Aku tahu bahwa kalian bukanlah monster melainkan orang baik yang peduli kepada orang - orang disekitar kalian.” lanjut Laxus sambil tersenyum penuh percaya diri.


... Pertarungan sengit antara Philip Bradley dan Naga terus berlanjut yang kali ini Bradley mengerahkan seluruh kekuatannya hingga berhasil memutuskan lengan kiri bawah milik Naga. Tidak berhenti disitu Bradley dengan cepat menusukan pedangnya ke perut Naga sambil mendorongnya agar terpojok ke salah satu dinding. Namun dengan cepat Naga langsung memotong tangan kanan Bradley lalu menebas leher Bradley dari arah kanan Bradley hingga terpisah dengan tubuhnya....

__ADS_1


“Huuuoookkk!” Naga yang mengeluarkan darah dari mulutnya sambil mencabut pedang yang menusuk perutnya sendiri.


“Naga semuanya sudah berakhir!” kata Laxus penuh percaya diri yang berlari menghampiri Naga setelah mengambil tangan kiri Naga yang putus diikuti oleh Hana.


“Belum.” jawab Naga sambil menghapus noda darah di bibirnya sendiri.


“Iya.” jawab Hana yang paham maksud perkataan Naga.


... Mereka bertiga langsung berjalan keluar gedung sambil memotong setiap selang yang ada di gedung tersebut. Setelah mereka pergi cukup jauh gedung Creator Genetic langsung meledak membakar setiap sudut gedung beserta mayat - mayat di dalamnya. Mereka bertiga memutuskan untuk tidak kembali ke rumah mereka menginap sebelumnya karena Nara pasti akan kembali kesana....


... Progaram yang ditanamkan Laxus kepada mobil Nara hanya menahan Nara selama satu jam setelah progaram tersebut berakhir Nara kembali bisa mengendarai mobilnya dan memutuskan untuk kembali ke rumah tempat mereka menginap. Nara yang berpikir bahwa Naga, Hana, dan Laxus akan kembali ke rumah tersebut terkejut ketika melihat sebuah laptop di ruang tengah yang tampak menyala. Meskipun ragu Nara langsung menggerakan kursor pada layar laptop tersebut yang langsung menunjukan sebuah video dengan wajah Naga di dalamnya....


“Halo Nara mungkin ketika kamu melihat video ini kamu marah sama aku karena aku mengunci kamu di dalam mobil. Aku mengerti Nara dan itu sudah sewajarnya, aku juga tidak akan membenarkan sikapku yang mengunci kamu di dalam mobil. Melalui video ini aku ingin mengucapkan terima kasih sebesar - besarnya kepadamu Nara karena kamu mau menerimaku sebagai pengawal pribadimu.” kata Naga dalam sebuah video sambil tersenyum dan membuat Nara meneteskan air matanya.


“Setiap detik yang aku habiskan bersama kamu adalah kebahagiaan yang belum pernah aku dapatkan selama ini dan aku sangat bersyukur akan hal itu. Banyak hal baru yang aku dapatkan hingga aku merasa aku mendapatkan kehidupan yang jauh lebih baik daripada yang layak aku dapatkan.” lanjut Nara yang mendengarkan video Naga sambil sesekali menghapus air matanya.


“Nara aku sangat mencintaimu, tapi aku ingin kamu berhenti mencari dan menunggu aku karena banyak laki - laki yang jauh lebih baik daripada aku serta layak untuk menjadi kekasihmu. Aku berharap kamu akan selalu bahagia Nara dan maaf jika aku belum bisa menjadi pengawal pribadi yang terbaik untuk kami Nara. Sampai jumpa di lain waktu dan sekali lagi terima kasih banyak Nara!” kata Naga dan video itu pun selesai yang membuat Nara menangis di depan laptop tersebut.

__ADS_1


__ADS_2