
...Setelah semua ******* berhasil dilumpuhkan pihak berwenang langsung masuk melakukan tugasnya untuk menangani pasca serangan *******. Tim medis langsung memberikan pertolongan bagi siapapun korban yang membutuhkan pertolongan dan tim pengawalan langsung mendampingin orang - orang penting untuk dievakuasi. Biro Unit Khusus, tim SS, dan Nara berkumpul sambil mengobrol santai menunggu arus lalu lintas normal kembali setelah mendahulukan orang - orang yang lebih membutuhkan bantuan untuk keluar dari area kampus....
“Zoe kamu benar - benar berantakan!” protes Laxus sambil melihat ke arah Zoe.
“Hah? Apa salahnya menikmati pekerjaan? Bukankah kamu sendiri yang bilang bahwa kita harus melindungi kekasih Naga dan jangan sampai dia terluka sedikit pun!” bela Zoe sambil menatap Laxus kesal.
“Ya tapi tidak sampai berantakan seperti dirimu! Kamu harus melihat di cermin bagaimana penampilanmu saat ini!” kata Laxus mengingatkan.
“Zoe sebaiknya kamu bersihkan diri dulu!” pinta Naga ramah.
“Baik kak Naga.” jawab Zoe ramah dengan penuh hormat.
“Zoe benar - benar hanya mau mendengarkanmu dan kak Hana saja Naga.” kata Laxus sambil berjalan mendekati Naga.
“Cobalah untuk mengerti Zoe Laxus! Memang membutuhkan pendekatan khusus untuk bisa berkomunikasi dengan Zoe." jawab Naga ramah sambil melihat ke arah Laxus
“Apa kamu membutuhkan sesuatu Nara?” tanya Naga sambil melihat ke arah Nara.
“Tidak Naga.” jawab Nara sambil menggelengkan kepala dengan senyuman.
“Zoe di pipimu masih ada bekas darah!” kata Naga yang langsung membersihkan noda darah di pipi Zoe dengan penuh kelembutan yang membuat Zoe tersenyum sambil menatap Naga sementara Nara cemburu sambil melihat ke arah Naga.
“Kerja bagus Zoe, terima kasih!” lanjut Naga sambil membelai rambut Zoe dengan penuh kelembutan.
“Terima kasih kak Naga!” jawab Zoe sambil tersenyum bahagia menatap Naga.
“Hoo iya Nara perkenalkan ini Zoe dia adikku dan dia anak bernomor sama seperti aku.” lanjut Naga memperkenalkan Zoe kepada Nara sambil melihat ke arah Nara yang seketika menghilangkan rasa cemburu Nara.
“Senang berkenalan denganmu Zoe!” sapa Nara sambil tersenyum ramah.
__ADS_1
“Hmm apa kamu cemburu melihatku dengan kak Naga?” tanya Zoe sambil tersenyum jahil yang membuat Nara tertunduk malu sementara Naga sedang menghampiri Hana dan Rocky untuk membahas situasi terkini.
...Jasad para ******* sudah berhasil di evakuasi begitupun orang - orang penting dan para korban yang membutuhkan bantuan medis segera membuat perlahan arus lalu lintas di area kampus mulai kembali normal. Para anak bernomor yang sedang berlibur juga memutuskan untuk menyusul Naga yang membuat mereka sedang dalam perjalanan menuju kampus Nara. Raymond yang cemas dengan kondisi putrinya juga memutuskan datang ke kampus untuk bertemu dengan Nara meninggalkan beberapa urusannya pada hari itu....
“Bukankah kamu tidak perlu cemburu setelah bahagia bersama salah satu laki - laki yang bersamamu ketika disandera?” lanjut Zoe penasaran yang membuat Nara terkejut sambil menatap Zoe.
“Apa maksudmu?” tanya Nara penasaran.
“Kak Naga sempat memintaku mengawasimu untuk melindungimu beberapa kali dan aku melihatmu tertawa bahagia bersama laki - laki itu. Aku bahkan sempat memfotonya untuk menunjukan kepada kak Naga kalau kamu sudah bahagia dan dalam keadaan baik - baik saja.” jawab Zoe yang langsung menunjukan foto Nara bersama seorang laki - laki sedang tertawa bersama.
“Naga ... Naga tolong jangan salah paham! Dia bukan kekasihku dia hanya teman kuliahku tidak lebih!” kata Nara sambil menggenggam tangan kanan Naga yang membuat Naga terkejut dengan mata berkaca - kaca.
“Zoe!” kata Naga yang paham dengan situasi dan kondisi Nara sambil menatap Zoe dengan tatapan tajam yang membuat Zoe ketakutan.
“Maaf kak Naga, aku ...” kata Zoe sambil tertunduk merasa bersalah.
“Tidak perlu khawatir Nara aku tidak berpikir macam - macam, aku hanya bahagia melihatmu aman, tertawa bahagia dan bisa menikmati hidup tanpa ada lagi orang yang berusaha mengusikmu.” kata Naga lemah lembut sambil membelai pipi Nara dengan penuh kelembutan menghapus air mata Nara sementara Zoe masih tertunduk merasa bersalah sambil meneteskan air mata.
“Maafkan aku Zoe yang telah membentakmu.” kata Naga yang merasa bersalah sambil menempelkan kepala Zoe ke dadanya sendiri.
...Berdasarkian usia Zoe lebih muda 2 tahun daripada Naga, sedangkan berdasarkan durasi menjadi tikus percobaan Creator Genetic Zoe 2 bulan lebih lama daripada Naga. Zoe dieksploitasi oleh kedua orang tuanya untuk mengemis yang membuat dirinya diculik oleh Creator Genetic karena mereka mengira Zoe adalah anak gelandangan. Tidak adanya kasih sayang dari orang - orang sekitar dan selalu mendapat perlakuan buruk dari orang - orang sekitar membuat Zoe bersemangat menjadi tikus percobaan Creator Genetic karena bisa memberikan dirinya kekuatan lebih besar dari pada manusia pada umumnya....
...Zoe merupakan salah satu anak yang paling brutal yang dimiliki Creator Genetic ketika dalam percobaan ilegal tersebut. Zoe selalu menang jika diadakan latih tanding dengan siapapun lawannya dan menunjukan kekuatan serta kebrutalan yang diluar nalar. Hingga akhirnya Zoe selalu kalah ketika melawan Hana dan Naga yang membuatnya frustasi....
...Namun Naga dan Hana memberikan perhatian, kepedulian, dan kasih sayang kepada Zoe kecil yang belum pernah mendapatkan hal tersebut. Hal itu membuat Zoe merasakan kebahagiaan yang belum pernah dia dapat sebelumnya sehingga dia tidak ingin kebahagiaan tersebut hilang. Alasan itulah yang membuat Zoe selalu mau mendengarkan Hana dan Naga serta tidak ingin membuat mereka berdua marah kepadanya atas alasan ataupun kesalahan yang dia perbuat....
“Hoo iya Naga aku baru sadar tadi kamu sempat mendorong seorang ******* untuk mendobrak masuk ke ruangan Nara disandera dengan tangan kirimu. Apakah kamu sudah diizinkkan dokter untuk menggunakan tangan kirimu?” tanya Laxus berusaha mencairkan suasana yang membuat Naga langsung menatap Laxus memberi kode untuk berhenti membicarakan tentang tangan kirinya.
“Ada apa dengan tangan kirimu Naga?” tanya Nara cemas yang membuat Zoe berhenti menangis dan mulai mengangkat wajahnya.
__ADS_1
“Tidak apa Nara aku baik - baik saja.” jawab Naga sambil tersenyum menatap Nara.
“Hmm seingatku kata dokter kamu tidak boleh menggunakan tangan kirimu untuk menjalankan misi dulu karena bisa membuat kamu kehilangan tangan kirimu!” lanjut Laxus yang membuat Hana tersenyum dan Zoe mulai ikut tersenyum.
“Apa? Kamu harus segera mendapat pertolongan Naga! Lihat tangan kirimu!” pinta Nara cemas sambil berusaha mendorong lengan panjang tangan kiri jas Naga.
“Kamu itu milikku! Kamu harus lebih hati - hati menggunakan tubuhmu! Itu pasti sakit sekali kan?” kata Nara cemas ketika melihat bekas jahitan pada lengan kiri bawah Naga sementara Laxus hanya tersenyum jahil.
“Apa ada bagian tubuh lain yang terluka Naga?” tanya Nara cemas.
“Tidak ada Nara.” jawab Naga sambil tersenyum ramah menatap Nara.
“Jangan bohong!” pinta Nara cemas.
“Benar Nara, hanya lengan bawah kiriku yang sempat terputus!” jawab Naga gugup.
“Bolehkah aku memanggil kak Nara dengan kakak ipar?” tanya Zoe yang sudah kembali tersenyum melihat Laxus menjahili Naga.
“Eh kenapa?” tanya Nara penasaran.
“Soalnya hanya kak Nara yang bisa membuat kak Naga gugup dan mati kutu.” jawab Zoe sambil tersenyum penuh percaya diri yang membuat Nara juga ikut tersenyum.
“Sepertinya itu tidak akan mudah Zoe.” kata Naga yang seketika membuat Nara terkejut dan langsung menatap Naga.
“Kenapa tidak mudah Naga?” tanya Nara penuh tanya.
“Karena ada yang namanya restu orang tua.” jawab Naga sambil menatap Nara.
“Sepertinya kedua orang tuaku akan setuju!” jawab Nara yang tersenyum manja sambil menatap Naga dengan penuh percaya diri.
__ADS_1