Monster & Bidadari

Monster & Bidadari
Pulau Panaitan


__ADS_3

... Hana melaporkan keberhasilan misi Naga dan Zoe menangkap pemilik EvolveX kepada Danjen KOPASSUS dan Penangung Jawab Biro Unit Khusus. Meskipun mereka sudah mengetahui hal tersebut dari perwakilan Jepang termasuk tentang para serigala. Nara mengajak Naga untuk makan malam diluar sambil menceritakan hal - hal yang terjadi ketika Naga pergi ke Jepang dengan penuh semangat serta senyuman hingga perjalanan pulang ke rumah....


“Ada apa Nara?” tanya Naga ketika melihat Nara yang belum mau turun dari mobil setelah tiba di rumah.


“Aku masih ingin bersama kamu, tapi ...” jawab Nara ragu sambil berpikir.


“Tapi?” tanya Naga penasaran.


“Tapi aku harus bisa lulus ujian Ayah agar setelah wisuda nanti aku bisa menikah dengan kamu dan terus bersama kamu sepanjang hari.” jawab Nara sambil menatap Naga dalam - dalam.


“Kalau begitu sebaiknya kamu istirahat untuk bersiap besok kembali kuliah agar bisa segera wisuda!” pinta Naga yang tersenyum sambil membelai rambut Nara dengan penuh kelembutan yang membuat Nara tersenyum bahagia.


... Keesokan paginya Nara menyambut pagi dengan penuh senyuman dan dengan penuh semangat. Keluarga Nara tidak heran melihat Nara yang begitu semangat dan begitu ceria karena Naga memang sudah kembali ke Indonesia dan akan kembali menjadi pengawal pribadi Nara. Setibanya di kampus teman - teman Nara juga tidak heran melihat Nara yang begitu bersemangat dan ceria ketika Naga berjalan bersamanya untuk menunggu Nara menjalani kuliah seperti biasa....


“Naga bolehkah aku menghabiskan akhir pekan Minggu ini di pulau Panaitan?” tanya Nara penuh harap setelah duduk untuk makan siang bersama Naga.


“Boleh Nara.” jawab Naga santai sambil tersenyum menatap Nara.


“Kalau mengajak Bela dan Berlian, boleh?” tanya Nara memastikan ketika Bela dan Berlian duduk di depan mereka.


“Tidak masalah.” jawab Naga santai.


“Apa yang tidak masalah Naga?” tanya Bela penasaran karena namanya disebutkan.


“Kalian mau ikut berakhir pekan di pulau Panaitan gak?” tanya Nara sambil melihat ke arah Bela dan Berlian yang baru saja duduk.


“Pulau Panaitan? Bukankah pulau itu pulau tak berpenghuni dan merupakan wilayah konservasi alam ya Nara?” tanya Berlian memastikan.


“Iya, tapi sekarang jadi tempat tinggal sekaligus markas Biro Unit Khusus keluarga Naga yang menyelamatkan kita pada kasus penyanderaan tempo hari.” jawab Nara santai sambil melihat ke arah Berlian.


“Kalau begitu kita memang boleh berwisata kesana Naga?” tanya Bela memastikan.

__ADS_1


“Boleh karena beberapa lokasi memang suka di jadikan tempat wisata bagi yang mau berselancar, snorkeling, ataupun berkemah.” jawab Naga ramah.


“Ayo kita ke pulau Panaitan!” jawab Bela dan Berlian kompak dengan penuh senyuman setelah saling bertukar pandangan mendengar jawaban Naga.


“Gimana kalau kita langsung berangkat setelah makan siang? Kebetulan kelas sore sedang tidak ada kan?” tanya Nara dengan penuh semangat.


“Setuju!” jawab Bela dan Berlian kompak.


... Setelah selesai makan siang Naga dan Nara mengantar Bela serta Berlian ke rumah kost masing - masing untuk berkemas. Selanjutnya giliran Nara yang berkemas sehingga mereka berempat pergi ke rumah Nara terlebih dahulu sambil membawa beberapa perbekalan. Setelah semua selesai berkemas mereka langsung pergi menuju daerah Sumur, Pandeglang Banten dengan mobil lalu melanjutkan perjalanan menggunakan kapal laut menuju pulau Panaitan....


... Setibanya di pulau Panaitan mereka melanjutkan perjalan dengan menggunakan mobil ke tempat tinggal para anak bernomor sekaligus markas dari Biro Unit Khusus. Mereka berempat tiba di gerbang markas Biro Unit Khusus sekitar jam 9 malam dan mereka bertemu dengan Zebro sang penjaga gerbang Biro Unit Khusus yang juga merupakan salah satu anak bernomor. Mereka bertiga turun mengikuti Naga yang menyapa Zebro sambil memperkenalkan Nara, Bela, dan Berlian....


“Anggap saja rumah sendiri nona Nara, nona Bela, dan nona Berlian!” kata Zebro sambil tersenyum ramah dengan penuh hormat.


“Nara bisakah kamu mengendarai mobilnya dulu sampai melewati gerbang karena aku harus membuka gerbangnya dulu!” pinta Naga ramah.


“Tentu.” jawab Nara santai yang merasa aneh.


... Nara langsung kembali ke mobil dan duduk di kursi sopir sementara Bela dan Berlian duduk di kursi belakang sama seperti sebelumnya. Naga membuka gerbang sebelah kanan dengan tangan kanannya lalu Nara mengendarai mobil masuk melewati gerbang tersebut. Setelah berpamitan dengan Zebro, Naga langsung kembali ke mobil mengambil alih posisi supir dan melanjutkan perjalanan menuju tempat tinggal anak - anak bernomor....


“Kita sudah sampai!” kata Naga setelah memarkirkan kendaraannya.


“Wah indah sekaligus menyeramkan ya!” kata Nara sambil melihat gelapnya hutan konservasi dan indahnya lautan yang jauh dibawah terang bulan.


“Selamat datang kakak ipar!” sapa Zoe yang langsung memeluk Nara dengan penuh kehangatan dan senyuman.


“Kakak ipar?” tanya Bela dan Berlian terkejut sambil saling bertukar pandangan.


“Aku dan Naga akan menikah setelah aku wisuda nanti!” jawab Nara sambil tersenyum bahagia menatap Bela dan Berlian.


“Wah, selamat Naga, Nara!” kata Bela dan Berlian kompak sambil tersenyum bahagia lalu memeluk Nara dengan penuh kehangatan.

__ADS_1


“Selamat datang semuanya!” sapa Hana yang tersenyum sambil melihat ke arah Naga, Nara, Bela, dan Berlian.


“Zoe tolong antarkan Nara, Bela, dan Berlian ke kamar mereka ya!” pinta Hana ramah sambil menatap Zoe.


“Baik kak Hana!” jawab Zoe sigap.


“Maaf kalau tempat tinggal kami tampak menyeramkan ya!” kata Hana ramah.


... Zoe mengantarkan Nara, Bela, dan Berlian ke kamar mereka dimana Bela serta Berlian akan tidur di kamar yang sama dengan kasur yang berbeda sementara Nara akan tidur di kamar yang sama dengan Hana dengan kasur yang berbeda juga. Nara, Bela, dan Berlian takjub melihat interior markas Biro Unit Khusus karena dari luar gedung tersebut tampak menyeramkan tapi di dalam tampak elegan dan indah. Meskipun beberapa bagian bangunan tersebut masih terkesan seperti laboratorium tapi nuansa yang hadir sudah berbeda jauh....


... Setibanya mereka di kamar, mereka langsung bersiap - siap untuk tidur karena lelah dalam perjalanan dan mereka ingin menikmati momen matahari terbit. Nara sempat mengobrol dengan Hana sebentar tapi karena Hana tahu bahwa Nara ingin melihat matahari terbit maka Hana meminta Nara untuk langsung istirahat. Sekitar jam 5 pagi Naga mengetuk pintu kamar Hana dan Hana mempersilahkan Naga masuk untuk membangunkan Nara....


“Nara bangun!” kata Naga sambil membelai pipi Nara dengan penuh kelembutan.


“Nara katanya kamu mau melihat matahari terbit!” lanjut Naga sambil terus membelai pipi Nara dengan penuh kelembuta.


“Apakah ini sudah waktunya?” tanya Nara yang masih belum sepenuhnya sadar.


“Iya sebentar lagi matahari akan terbit Nara!” jawab Naga yang terus membelai pipi Nara dengan penuh kelembutan.


“Baiklah, aku akan ke kamar mandi dulu!” jawab Nara yang langsung bangkit dan berjalan perlahan menuju kamar mandi.


...Setelah selesai mencuci muka dan bergosok gigi, Nara yang hendak membangunkan Bela dan Berlian melihat mereka berdua yang juga sudah siap untuk pergi melihat matahari terbit. Naga membawa mereka bertiga ke daerah perbukitan yang tidak jauh dari markas Biro Unit Khusus untuk melihat matahari terbit. Tidak lama kemudian cahaya dari matahari terbit mulai menampakan dirinya yang membuat Nara, Bela, dan Berlian tersenyum kagum menikmati momen tersebut....


“Indahnya!” puji Nara yang tersenyum bahagia sambil merasakan kehangatan dari mentari pagi.


“Naga apakah kami boleh berjalan - jalan melihat sekitar?” tanya Bela memastikan.


“Silahkan, tetap hati - hati ya!” jawab Naga ramah.


... Nara, Bela, dan Berlian langsung berjalan - jalan di bukit tersebut melihat keindahan lautan dan beberapa bagian pulai Panaitan yang disinari mentari pagi. Mereka juga melihat beberapa hewan liar seperti kera dan rusa yang sedang makan ataupun berjalan - jalan menikmati indahnya mentari pagi. Tanpa mereka sadari beberapa serigala sedang mengamati mereka dan terus mengendap - endap mendekati mereka hingga akhirnya muncul tepat di depan mereka....

__ADS_1


“Grrrrrr!” suara desisan serigala yang membuat Nara, Bela, dan Berlian ketakutan.


“Grrrrr!” suara desisan dari serigala lain yang ikut muncul di depan mereka bertiga.


__ADS_2