
Matahari pagi ini bersinar sangat cerah memberikan kehangatan. David dan Ricko sedang bersiap untuk jadwal interview, Cristian mengerucutkan bibirnya karna dia harus melatih Anna sendirian. Ricko pun memberi Cristian semangat dan meminta agar dia mau menjaga Anna dengan baik. Karna menurut Ricko Anna adalah wanita yang sangat baik dan hebat.
Anna telah sampai di ruang olahraga seperri biasa disana dia sudah ditunggu oleh Cristian dan wanita itu menghampiri Cristian dengan pakaian longgar yang Anna kenakan ia berdiri di hadapan Cristian sembari menggaruk perutnya yang berlemak.
"Dimana David dan si kecil Ricko?". Tanya Anna
"Mereka tidak datang dan ada pesan dari Ricko. 'Oh, ma' am. Aku harus menghadiri sebuah interview bersama David. Sampai jumpa besok. Semangat. I love you, ma'am'." ucap Cristian sembari bergaya seperti Ricko.
"Kapan Ricko melakukan itu?". Tawa Anna melihat tingkah Cristian
"Jadi kapan kamu mau mulai latihan?" ketus Cristian
"Ayoo kita mulai latihan nya aku tidak ingin membuatmu sedih karna aku tidak latihan." Anna dengan semangatnya.
"Aku sangat tersentuh mendengarnya." Cristian memutar bola matanya dan Anna langsung mengerucutkan bibirnya.
Ketika Anna sedang berlari zigzag ponsel Cristian berdering menandakan ada panggilan masuk dan Cristian melihat panggilan itu dari 'Innesa-Kencan Buta'.
" Bagaimana ini aku tidak bisa membatalkan pertemuan ini." ucap Cristian yang di dengar oleh Anna
"Sebaiknya kau pergi aku sudah sering latihan ini aku bisa melakukannya sendiri." tegas Anna
"Mungkin kau bernasib sial karna harus bertemu denganku. Kalian bertiga tidak perlu memaksakan untuk melatihku." kata Anna rendah diri dan Cristian menatap Anna dngan kasihan.
__ADS_1
"Sudah kau tidak perlu seperti itu tidak baik membuat seorang wanita menunggu." lanjut Anna dan Cristian pun akan pergi.
"Berapa lama aku harus latihan seperti ini?". Tanya Anna sebelum Cristian pergi.
"Lakukan hingga kau mencapai batasmu."
Ucap Cristian sebelum dia menutup pintu dia melihat Anna yang sangat semangat.
Didalam sebuah bioskop James memegang sebuah popcorn, ia sedang menikmati sebuah film bersama Bella. Bella sangat fokus dengan film tersebut tangan nya meraba popcorn dan mengambil popcorn memenuhi tangan nya. Tetapi ia ingat dengan kalori yang ada di popcorn dan menaruhnya kembali. James yang melihatnya ia menggoda Bella dengan menyuapinya popcorn dan Bella menolak dengan tersenyum ia menyuapi nya balik.
James tidak menyerah ia menggoda Bella lagi dengan menaruh popcorn tersebut di mulutnya dan ia menurunkan kursi Bella hendak menciumnya dengan popcorn di mulutnya.
Sebelum itu terjadi getar ponsel James terdengar ada panggilan masuk dan James melihat nama siapa yang tertera 'Ibu Mertua'. Itu adalah panggilan dari Carlothe Ibu Anna. James meminta izin pada Bella untuk menjawabnya dan Bella mengangguk dengan tersenyum tetapi setelah itu wajahnya terlihat menahan kesal.
"Ada apa?" ketus Anna.
"Anna, apa Ibu belum mengetahui soal hubungan kita?" tanya James dengan lembut
"Aku belum bisa memberitahunya. Dia pasti akan sangat sedih."
"Aku akan bertemu dengan Ibu mu karna dia menghubungi ku tadi. Ku harap kau bisa datang ke resto yang biasa." ucap James dan Anna menghela nafas panjang ia pun menutup panggilan itu.
Carlothe datang bersama Reyhand adik laki-laki Anna, mereka menunggu James di sebuah restoran yang ada di Grey Hotel. Reyhand pun membawa sang kekasih bernama Katte. Ia ingin memperkenalkan pada James calon kaka iparnya. Ya, mereka berfikir bahwa James dan Anna masih bersama dan hubungan nya baik-baik saja.
__ADS_1
James pun datang dan langsung menghampiri mereka. Sedangkan di meja lain, ada Cristian dan Innesa yang sedang menikmati makan siang. Cristian mengenali wajah James sebagai mantan kekasih Anna yang mencampakkan nya.
Carlothe terus bercengkrama bersama anak dan calon menantu nya. Ia memberika James sebuah baju rajut yang ia rajut sendiri untuk James. Dan James yang gugup menerima juga memuji jika baju rajutnya sangat bagus.
Tiba-tiba Anna datang dan menarik-narik ibunya agar segera pulang,
"Kau ini sangat tidak sopan. Kita berada di restoran sebaiknya kita makan dulu." Carlothe memukul bahu Anna.
"Sebaiknya kita makan dulu Anna sangat jarang kita berkumpul seperti ini." ucap James yang bersikap seolah tidak ada apa-apa.
"Kau pulang saja. Aku akan memberitahukan nya pada ibu." ketus Anna.
"Mengapa kau menyuruhnya pulang?". kali ini Carlothe menjewer telinga Anna.
"Katte aku minta maaf karna dalam pertemuan pertama ini yang seharusnya menjadi pertemuan keluarga akan menjadi kacau dan akan ada sedikit keributan." ucap Anna dan Katte hanya mengangguk bingung.
"Apa maksudmu?" teriak Carlothe.
"Kami sudah putus sebulan yang lalu, Ibu." ucap Anna dengan berat.
"Apa.....??"
##Bersambung.......
__ADS_1