My Beautifull Girl

My Beautifull Girl
Part 40


__ADS_3

Anna sudah duduk di kursi pijat, ia merasa tidak percaya karena ini pertama kalinya ia di pijat tanpa minyak apapun ditubuhnya. Cristian tersenyum, ia memberitahu jika alat itu lebih jago dari dirinya dalam hal memijat. Cristian pun melihat dada dsn perut Anna yang naik turun, ia seperti kehilangan fokus karenanya. Ia pun mengambil bantal dan menaruh nya di perut Anna. Anna yang kebingungan menatap Cristian.


"Hanya sugesti saja. Dan aku tidak ingin kau berfikiran erotis." Kata Cristian.


"Tolong matikan mesin pijat nya." Pinta Anna.


"Waktunya belum habis." Singkat Anna.


"Ayolah Cristian. Tubuhku sudah tidak terasa sakit lagi." Kata Anna.


Namun Cristian tak menggubrisnya ia malah mendekat pada Anna dan mendekatkan wajahnya pada wajah Anna.


"Kau menggunakan bahasa tidak formal pada pelatih berharga seperti ku." Ucap Cristian.


"A... Aku tidak menggunakan bahasa itu." Kata Anna mengelak.


"Da.. Daripada hubungan yang lurus-lurus saja dan kaku, bagimana jika hubungan nya di ubah ke jenis yanh seperti..." Kata Anna menggantunh karena Cristian menegagkan kursi pijat itu hingga wajahnya semakin dekat dengan Cristian.


"Seperti apa..?" Tanya Cristian yang menggoda Anna seperti akan menciumnya.


"Seperti teman." Ucap Anna.


"Ahh teman. Seperti dekat dan bibir, teman yang dapat berciuma seperti yang pernah kita lakukan?" Goda Cristian dan semakin mendekatkan wajahnya pada Anna hingga hembusan nafas mereka saling bertemu.


Anna yang merasa sangat gugup menundukan kepalanya dan mengalihkan tatapan nya agar tidak dapat menatap Cristian.


**


Di mansion besar keluarga GREY, Nyonya Sarah memegangi kepala nya dalam posisi duduk di ruangan kerjanya. Rossalinda datang masuk ke dalam ruang kerja mertuanya dan membawakan teh hangat.


"Apa lutut mu masih terasa sakit, Ibu?" Tanya Rossalinda.


"Tidak. Sebaiknya kau beristirahat. Kau tidak perlu mengkhawatirkan aku lagi." Jawab Nyonya Sarah.


"Tetapi merawatmu adalah tugasku." Kata Rossalinda berusaha memijat kaki Nyonya Sarah namun wanita tua itu menolaknya.

__ADS_1


"Ada yang pernah berkata padaku. Meskipun putri tunggal nya meninggal dunia, yang Ibu nya khawatirkan hanyalah perusahaan nya. Dan dia juga adalah Ibu yang egois, karena meminta menantu nya menikah lagi. Ibu yang kejam hingga membawa orang yang tak bersalah untuk berlutut padanya." Ucap Nyonya Sarah.


"Ibu tidak seperti itu." Kata Rossalinda.


"Dan juga... Setiap kali aku mendengarnya aku merasa sangat sakit hati. Richard sangat cerdas dan sopan, kau membesarkan nya dengan baik." Puji Nyonya Sarah dan Rossalinda merasa itu semua berkat mertuanya.


"Terus dukung Richard dalam hal belajarnya. Tidak perlu memikirkan hal lain, dan jangan membuatnya pusing." Pesan Nyonya Sarah dan Rossalinda hanya diam dengan mata yang berkaca-kaca.


Cristian membaca buku nya dengan posisi menyandar pada ranjang besarnya. Ricko masuk dengan semangat ke dalam kamar Cristian dan melompat ke ranjang Cristian. Ricko pun memeluk erat Cristian melepaskan rasa rindu nya.


"Kakak, aku sangat merindukan mu." Kata Ricko.


"David bilang, kau sudah melewati rehabilitas itu dengan baik. Kakak, aku yakin Tuhan akan membantu mu dan menjauh kan mu dari trauma itu." Kata Ricko dan ia pun melepaskan pelukan nya dan duduk bersila dengan tangan mengatup ke atas.


"Thank you God." Teriak Ricko yang merasa senang melihat Cristian baik-baik saja.


"Kakak, apa kau sudah bertemu Ma'am? Beautifull Girl itu sungguhan, gadis di foto itu adalah benar-benar dirinya. Dan sekaran dia benar-benar....." Ricko meniruskan pipi nya dan terlihat ada sedikit lesung pipit nya.


"Tapi yang ini sangatlah jelek dan yang ini terlihat sangat bagus." kata Cristian membuat pipi Ricko tembem kembali.


David duduk diam di dalam mobilnya, ia melihat ke arah rumah kecil di pinggiran kota. Dan seorang wanita paruh baya yang berjalan sendirian dengan menenteng tas besar. Dering ponsel David pun berbunyi menandakan pesan masuk.


'Lidia Nerboune menolak untuk bertemu. Maaf'


Isi pesan tersebut seketika membuat wajah David di landa kesedihan. Ia pun melajukan mobilnya untuk segera pulang.


David masuk ke dalam kamar Cristian berniat menyapa Cristian namun ia melihat Cristian sudah tertidur, ia pun berjalan untuk meninggalkan Cristian yang tertidur. Namun Cristian yang tertidur bersuara, ternyata dia belum benar-benar tidur.


"Tak usah merasa bersalah. Kecuali kau mau ku gunduli." Ucap Cristian dengan mata tertutup.


"Baik, selamat malam. Syukurlah kau baik-baik saja." Kata David dan berlalu pergi.


***


Pagi hari, Ricko berteriak membangunkan Cristian bersama David dan Anna yang berdiri sejajar di samping ranjang Cristian. Cristian membuka sedikit matanya dan melihat Ricko membawa timbangan, ia rasa pertandingan David masih jauh jadi tak perlu mengukur beratnya.

__ADS_1


"Ini bukan untuk David, tapi untuk Ma'am." Ujar Ricko.


Anna melepaskan sandalnya, dan hendak menaiki timbangan yang sudah di letakan David di lantai. Namun Ricko menahan nya dan meminta Anna untuk pergi ke toilet agar beratnya tidak bertambah.


"Aku sudah buang air kecil bahkan aku tidak minum sejak tadi." Kata Anna dan David pun memberi semangat sebelum Anna menaiki timbangan itu.


Cristian duduk ditempat duduknya sambil menghela nafas panjang, kaki kanan Anna mulai naik ke atas timbangan dan di ikutin kaki kirinya. Angka digital pads timbangan mulai bergerak dan menunjukan angka 59,2 Kg.


Ketiganya langsung berteriak bahagia, berbeda dengan Cristian yang hanya menghela nafas karena merasa mereka berlebihan.


"Ada apa dengan kalian? Apa Anna akan bertanding seperti David hingga menimbang beratnya sepagi ini." Kata Cristian yang tidak mengerti dengan tujuan mereka.


Sedangkan David dan Anna menatap bingung pada Ricko, mereka berfikir mengapa Cristian masih tidak mengerti dengan tujuan mereka menimbang berat Anna sepagi itu.


"Aku belum memberitahu Kakak. Hehe..." Dengan menyeringai Ricko menggaruk kepala belakang nya yang tidak gatal, David dan Anna pun hanya bisa menepuk dahi mereka secara bersamaan.


"Ka... Kami berjanji jika kami akan mengabulkan permintaan nya jika ia sampai turun 17 Kg." Ucap David.


"Selamat.. Kabulkan permintaan nya dan kalian pergilah aku ingin tidur lagi." Kata Cristian yang berbaring kembali.


"Mengenai itu... Yang ku maksud dengan kami adalah aku, Ricko dan kau, Cristian." Kata David dengan takut.


"Semua untuk satu... Satu untuk semua." Jelas Ricko.


Cristian langsung duduk dengan mata yang melotot pada David dan Ricko. Ia pun melirik pada Anna yang sedang tersenyum lebar dengan mata yang penuh harapan, Cristian menghela nafas saat melihat tatapan itu.


" Apa yang kau inginkan?" Tanya Cristian pada Anna.


"Hiduplah seperti Annastasya Steel. Satu hari saja tanpa protes apapun." Ucap Anna dengan gaya sexi nya.


Cristian ingin sekali memarahi David dan Ricko karena telah membuat perjanjian seperti itu. Namun sebelum itu terjadi David dan Ricko telah berlari keluar kamar dengan kencang nya.


" Hey... Hey... "Cristian meneriaki dua pria kece itu.


##Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2