My Beautifull Girl

My Beautifull Girl
Part 38


__ADS_3

Di depan ruang MRI, Manager Joe menunggu dengan wajah khawatir. Cristian memasuki alat CT-SCAN yang berbentuk seperti lorong, untuk memeriksa semua bagian tubuhnya. Setelah selesai Cristian pindah ke ruangan pemeriksaan untuk mengecek otot kaki nya dengan mengangkat alat itu menggunakan kaki kiri nya.


Manager Joe masih berdiri dengan khawatir di depan ruangan, sedangkan Cristian sekarang sedang berlari di atas threadmill dengan Dokter Wiliam di samping nya yang melihat jejak kaki Cristian dari dalam komputer.


***


Pagi hari begitu cerah Anna terbangun dari tidurnya, dengan kehidupan sehatnya yang sekarang Anna sudah terbiasa melakukan peregangan setelah bangun tidur dan memium obatnya dengan air hangat.


Sedangkan di bagian Rumah Sakit, Cristian dan Manager Joe sedang menemui Dokter Wiliam untuk mengetahui hasil pemeriksaan nya.


"Tuan Muda, sesuai hasil pemeriksaan dan test yang Anda ikuti, ku rasa tidak ada luka lagi di bagian dalam kaki Anda. Hanya saja yang Anda alami selama ini itu adalah psikoneurosis...." ucap Dokter Wiliam yang di sela oleh Cristian.


"Aku tahu itu, terkadang sakit nya sangat menyiksa ku. Aku hanya masih tidak percaya saja dengan yang aku alami selama ini" ucap Cristian.


"Ya mungkin karena faktor psikologis, seperti faktor ketakutan. Kecelakaan itu memang membuat trauma yang mendalam bagi Anda Tuan Muda. Akibat kecelakaan itu kau mengalami banyak luka parah terutama pada bagian kaki mu." jelas Dokter Wiliam.


"Itu sebabnya tubuhku masih mengingat semua rasa sakit itu hingga sekarang. Seberapa keras aku melawan, tetap saja rasa trauma itu lebih menguasai tubuhku. Psikoneurosis belum ada obatnya hingga sekarang ku rasa trauma ini akan terus melekat hingga aku mati." sambung Cristian.


"Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku Tuan Muda." ucap Dokter Wiliam.


"Baiklah, terima kasih untuk bantuan nya Dokter." Cristian pun bergegas pergi bersama Manager Joe.


Didalam mobil Cristian terlihat murung, sebenarnya Cristian merasa sedih akan trauma yang di alami nya selama ini. Ia sudah berkali-kali menjalani terapi dan berbagai hal untuk menghilangkan trauma itu, namun semua sia-sia karena trauma itu masih menghantui nya sampai dia dewasa.

__ADS_1


Flasback On


Cristian menjerit ketakutan meminta tolong pada siapapun saat ia melihat sang Ibu yang sudah berlumuran darah di samping nya, dan sang supir yang sudah tidak bergerak sama sekali.


Cristian mencoba meraih Ibu nya namun ia tidak dapat bergerak kemanapun karena kaki kiri nya yang terhimpit oleh kursi. Cristian kecil pun merasakan sakit yang amat sangat pada beberapa bagian tubuh nya terutama pada kaki nya.


Saat di Rumah Sakit, Cristian meminta Ayah nya agar menemani nya masuk ke ruang operasi namun Tuan Alex yng dingin ia acuh dan membiarkan Cristian melewati operasi itu sendirian.


Di dalam ruang operasi, Cristian menangis dengan sedikit kesadaran yang di miliki nya setelah di bius.


'Tidak bisakah seseorang memegang tangan ku seperti Ibu yang selalu memegangku saat aku ketakutan. Aku sangat takut melewati ini semua sendirian. Kenapa aku tidak pergi saja bersama Ibu?' Batin Cristian kecil.


Flashback Off


"Anda pasti sangat bosan saat rehabilitasi. Tapi, Anda telah menjalani nya dengan baik, Tuan Muda." kata Manager Joe memecah kesunyian.


"Lalu kita akan pergi kemana, Tuan Muda?" tanya Manager Joe.


"Aku ingin beristirahat."


Manager Joe pun membawa Cristian pada sebuah hotel dan membiarkan Tuan Muda nya beristirahat. Di dalam kamar, Cristian yang sudah merebahkan tubuhnya ia meraih ponselnya dan mengirimkan pesan pada Anna.


'Aku masih akan melewati malam yang erotis, untuk hari ini kau masih harus tetap latihan tanpa aku, David maupun Ricko. Mereka tidak bisa mendampingi mu karena mereka memiliki jadwal latihan hari ini'. Pesan Cristian pada Anna.

__ADS_1


**


Pagi hari Manager Joe membawa kan sarapan untuk Cristian, namun Cristian masih tidur. Manager Joe pun meletakkan setangkai bunga mawar di meja samping tempat tidurnya, ia juga menutup tirau agar Cristian tetap bisa tidur nyenyak tanpa sinar matahari yang menyilaukan nya.


Manager Joe terlihat terkejut saat masuk ke dalam kamar Cristian karena Cristian sudah tidak ada di sana, namun piring sarapan nya telah kosong. Menandakan Cristian sudah memakan nya.


"Selamat pagi, Manager Joe." ucap Cristian yang keluar dari toilet kamar.


"Mungkin maksud Anda, Selamat Sore Tuan Muda" jawab Manager Joe


Cristian pun kembali bersemangat dan menaruh setangkai bunga di saku jas Manager Joe ia juga mengajak Manager Joe untuk segera pulang.


Di tengah perjalanan Cristian turun dari mobil Manager Joe, ia berpindah pada mobilnya sendiri yang telah dibawakan oleh bodyguard keluarga Grey. Cristian pun mengendarai mobilnya sendiri menuju mansion nya.


Sedangkan di mansion, Anna yang baru saja selesai mandi ia berniat untuk latihan. Anna pun mengganti pakaian nya dengan pakaian olahraga. Sebelum melakukan latihan Anna melakukan peregangan, dan saat mengangkat tangan nya ke atas baju yanh di gunakan nyablun ikut terangkat hingga menunjukan perut nya yang masih sedikit membuncit. Anna pun menaiki sebuah bola untuk melatih keseimbangan nya.


Cristian yang baru saja tiba, ia berteriak dimana semua orang karena mansion nya begitu terlihat sepi.


Anna yang sedang berdiri di atas bola itu pun terkejut saat Cristian memasuki ruangan olahraga hingga Anna akan terjatuh, Cristian yang sigap ia pun menangkap Anna dengan mengorbankan tangan nya untuk melindungi Anna dari benturan lantai, hingga mereka jatuh bersamaan ke lantai.


Cristian memelototkan matanya saat melihat wajah Anna yang sangat berbeda. Tidak ada pipi tembem lagi, Anna berbicara sesuatu namun Cristian tak menggubrisnya karena masih shock dengan perubahan wajah Anna.


Anna melihatkan lesung pipitnya dan Cristian tersenyum melihatnya. Anna mengomel karena ucapan nya tidak di dengar oleh Cristian, namun pria itu malah menyentuh lesung pipit Anna.

__ADS_1


"Apa ini....?"


##Bersambung....


__ADS_2