
Dengan menggunakan timer, ketiga pria itu duduk di kursi dengan jarang saling berjauhan dan berposisi seperti orang yang sekarat. Sebuah kamera yang sudah di atur oleh Ricko di letakan di atas meja TV. Ricko duduk dengan kepala miring, David bertelungkup di atas kursi, dan Cristian membalikan badan nya di atas kursi.
Ricko berteriak senang karena berhasil melakukan hal itu dan akan melanjutkan misi yang di berikan Anna, yaitu menonton drama romantis dan menjadi seemosional mungkin. Bayangan Anna lagi-lagi terlihat oleh Cristian, bayang itu memberi perintah pada Cristian agar pria itu menonton drama seperti Ricko dan David. Hingga ankhirnya Cristian duduk bersejajar di kursi dengan Ricko dan David. Terlihat David dan Ricko berhasil menangis tersedu-sedu saat melihat drama itu. Cristian yang tidak terpengaruh hanya bisa menatap Ricko dan David secara bergantian.
"Aku tidak percaya kau menangis seperti ini hanya karena sebuah drama seperti Ricko. Yang benar saja..." Keluh Cristian pada David.
Ia pun berniat untuk bangun dari duduk nya dan pergi meninggalkam dua pria kece yang sedang menangis itu. Namun bayangan Anna muncul lagi, dengan kaki Anna yang menjulang didepan Cristian menghalangi Cristian untuk bangun dari duduknya. Bayangan Anna juga memberi isyarat oada Cristian agar pria itu duduk lagi dan melanjutkan menonton drama itu. Dengan menghela nafas akhirnya Cristian duduk kembali.
Selesai dengan drama romantis, kini Cristian dan David berada di ruangan gym. Mereka melakukan olahraga, Cristian duduk di sebuah alat untuk menguatkan kaki nya, sedangkan David berlari di threadmill dengan kecepatan sedang. Dan lagi-lagi bayangan Anna muncul di hadapan Cristian.
"Aku bilang jangan dekat-dekat dengan peralatan olahraga. Turun sekarang!" Anna menurunkan kaki Cristian pada alat itu.
Cristian hanya bisa diam dalam bingung, ia berusaha memberi kode pada David untuk berhenti berolahraga namun David tidak melihat apa yang di lakukan Cristian. Tiba-tiba Cristian sadar jika itu hanyalah bayangan Anna. Ia pun menghela nafas dan pergi meninggalkan ruang olahraga.
Sedangkan untuk misi selanjutnya, ketiga pria itu di minta untuk tidur siang dengan nyenyak. Cristian yang sudah berada di ranjang nya akan segera tidur namun ia tidak dapat memejamkan matanya, ia pun berniat bangun. Namun lagi-lagi bayangan Anna muncul, Anna menahan Cristian dengan kaki nya agar pria itu tetap berbaring.
"Kenapa kau selalu saja muncul? Pergilah!" Teriak Cristian.
Ia pun berbaring lagi dan akhirnya tertidur. Ricko yang baru saja bangun dari tidur siang nya, melihat Cristian yang ternyata tidur lebih nyenyak dari dirinya. Ia pun tidak menyia-nyiakan momen ini, Ricko memotret Cristian yang sedang tertidur dengan nyenyak dan mengirimkan nya pada Anna.
Sedangkan di perusahaan GREY, Direktur Erik tersenyum melihat profil Cristian yang dia dapatkan dari James.
"Kau benar-benar seorang bintang. Aku bahkan tidak mengenali nya setelah dia dewasa seperti ini." Ucap Direktur Erik.
__ADS_1
"Kita harus membuat CEO Billy berada di pihak kita." Jelas James.
"Tergantung dari skill kepemimpinan nya. Kita harus melangkah secara perlahan-lahan." Kata Direktur Erik.
"Dia pasti menginginkan saham perusahaan." Pikir James.
"Hidup memang panggung pertandingan. Kita rela mengorbankan satu hal demi mendapatkan 2 hal yang lebih penting. Kita harus menggunakan cara itu, agar kita berhasil." Jelas Direktur Erik yang di mengerti oleh James.
Ketika selesai menemui atasan nya, James mencoba menghubungi Bella, namun sambungan nya selalu sibuk. Ia pun mengirimkan pesan pada Bella untuk menanyakan keberadaan nya.
Sedangkan di lain tempat, Bella terlihat sedang menemui klien nya di sebuah spa. Dengan klien wanita nya yang sedang berendam di bathup dan Bella yang berdiri di samping nya.
"Kau sangat tidak sopan sekali. Wartawan dan media sudah membuatku sangat lelah, apa sekarang kau akan mengganggu ku jug?" Kata wanita itu dan Bella memberi kode pada karyawan spa agar meninggalkan mereka berdua.
"Apa hak mu... Bukan kah kau seorang pengacara?" Teriak si wanita dengan kesal.
"Jadi kau hanya seorang Wakil Presdir? Apa kau bergurau, hah?" Teriak wanita itu.
"Presdir kamu saat ini sedang sibuk." Jelas Bella.
Namun wanita itu merasa di permainkan, ia menegaskan jika dia adalah putri dari CEO dari Poly Electric dan ia tahu jika ayahnya seringkali menyumbang pada perusahaan firma Naori. Bella juga menegaskan sebanyak apapun ayahnya mengeluarkan uang ia tak akan mampu melawan pers.
"Faktanya Anda telah melakukan pelecehan terhadap karyawan Anda, itu adalah sesuatu yang tidak terbantahkan. Tapi.. Jika anda terus melakukan perawatan kecantikan seperti ini, dimana seharusnya Anda berada di penjara, kami juga tidak dapat melakukan apapun." Jelas Bella dengan dingin.
__ADS_1
"Aku tidak mau pusing. Kalian adalah pengacara dan akan melakukan apapun demi uang. Bahkan kecantikan yang kau miliki sekarang mungkin saja dari uang ayahku." Ucap wanita itu dengan sombong.
"Kalau begitu, beritahu Ayah Anda untuk menyumbang lebih banyak lagi pada perusahaan kamu." Kata Bella dan berlalu pergi.
Anna yang baru saja selesai dengan pekerjaan nya, ia membuka semua kiriman Ricko yaitu beberapa foto dan video sebagai bukti jika ketiga pria itu melakukan apa yabg di perintah kan nya. Ia tersenyum lebar merasa tidak percaya jika ketiga pria itu mau melakukan hal-hal konyol itu. Ketukan pintu pun membuat Anna segera menutup layar komputernya.
"Miss Anna, apa kau akan lembur hari ini?" Tanya Angel yang masuk ke dalam ruangan Anna.
"Ahh tidak. Sebaiknya kau pulang terlebih dulu, aku akan selesai sebentar lagi." Kata Anna.
"Baiklah. Ehhmm Miss, sebaiknya kau jangan diet lagu aku sangat khawatir kau akan jatuh sakit." Ucap Angel.
"Aku memang menderira, tapi aku harus menyembuhkan tiroid ku." Jelas Anna dan Angel pun berlalu pergi.
Anna merapikan berkas-berkas nya, ia sangat senang karena akan makan makanan enak dengan rasa asin, manis, pedas dan gurih seperti sebelum nya. Ia berniat akan makan di restoran milik sahabatnya Jovi. Namun saat sampai disana Jovi memberitahu jika restoran nya sedang di renovasi.
Anna bersama dengan Chika (anak dari Jovi) memegang perut mereka yang sedang lapar dan terlihat lesu.
"Mengapa aku sangat sial sekali? Aku sudah sangat bersemangat tadinya." Kata Anna.
"Mommy, ayo berikan makanan pada Aunty Anna ia sangat kelaparan." Kata Chika dengan gaya imutnya.
"Kau ini.. Kau tidak boleh seperti itu. Ayo masuklah ke kamarmu belajarlah bersama nenek." Kata Jovi dengan memukul bokong anak nya.
__ADS_1
"Apa kau baru sadar jika kesialan memang selalu menimpa persahabatan kita yang terjalin 16 tahun. Dan juga kenapa wajahmu terlihat seperti Anna yang dulu?" Tanya Jovi.
##Bersambung....