
Anna berjalan masuk ke dalam ruang olahraga sambil mengaduh karena tangan dan kaki nya kesakitan, dengan memandang foto Cristian di ponselnya Anna menggerutu kesal karena Cristian belum juga kembali dari liburan 'erotis' nya dan membiarkan nya berlatih sendirian selama beberapa hari.
Anna menarik tangan nya ke atas untuk melakukan peregangan sebelum memulai latihan nya, terlihat timbunan lemak pada perut nya. Ia menaiki sebuah bola besar untuk melatih keseimbangan nya.
Ketika sedang melakukan latihan nya, Cristian tiba-tiba masuk dan mengejutkan Anna.
Anna yang tidak bisa menahan kaki nya karena hilang keseimbangan nya, akhirnya ia pun terjatuh bersama dengan Cristian.
Cristian begitu terkejut melihat wajah Anna yang sangat berubah, lebih tirus di banding sebelumnya.
"Ada apa? Kau mengagetkan ku saja. Kau seperti pencuri, lihatlah kau membuat ku terjatuh seperti ini..." umpat Anna namum Cristian tidak mendengarnya dan malah menatap Anna.
"Hey, apa kau mendengar ku? Minggirlah." ketus Anna dan memperlihatkan lesung pipitnya.
"Apa ini? Aku tidak pernah melihat ini sebelumnya." kata Cristian dengan menyentuh lesung pipit Anna dan Anna menepis pelan tangan Cristian.
"Dari mana kau mendapatkan nya?" tanya Cristian.
"Kau fikir aku mendapatkan nya di jalanan." jawab Anna dengan kesal.
Cristian pun membaringkan kepalanya di lantai ia begitu terpesona pada wajah Anna yang sekarang, Anna pun berusaha untuk bangun tetapi ia merasa kesulitan. Cristian yang menyadarinya pun segera memeluk Anna dan membantu nya berdiri.
Anna mendorong tangam Cristian yang menyentuh pinggang nya karena membantunya berdiri. Cristian yang melihat wajah Anna menggunakan make up, ia mengejek Anna jika Anna menyiapkan diri dan tampil cantik untuk menyambut Cristian yang baru saja tiba.
"Aku saja tidak tahu jika kau pulang hari ini, aku hanya menggunakan sunblock karena aku tidak ingin sinar lampu merusak wajahku." ketus Anna.
"Lihatlah, badan ku terasa sakit semua. Tetapi aku merasa puas karena wajahku sudah mulai mengecil dan lesung pipit ku kembali lagi." ucap Anna dengan bangga.
"Lemak memang akan berkurang mulai dari atas hingga ke bawah. Tetapi perutmu masih....." Cristian menekan perut Anna yang masih terlihat banyak tumpukan lemak dan Anna menepisnya.
"Tadi aku sudah bilang, wajahku saja yang mengecil bukan bagian tubuhku yang lain." tegas Anna dengan kesal.
__ADS_1
"Mendengar suara mu yang cempreng ini setelah sekian lama, rasanya bagus juga." komentar Cristian dengan senyuman.
"Dan seperti nya liburan 'erotis' mu juga sukses ya? Hingga wajahmu mengecil seperti itu, Tuan Cristian." ejek Anna.
Cristian tersenyum mendengar nya, ia menggoda Anna agar wanita itu berfikir jika liburan Cristian sebagai waktu yang paling berharga dalam hidupnya karena sudah menunggu saat-saat seperti itu. Anna yang mendengarnya semakin merasa kesal.
"Dasar brengsek.! Kemari kau...!" umpat Anna membuat Cristian mengerutkan dahi nya.
"Aahh ini... Aku memberi nya nama brengsek." kata Anna yang mengambil boneka besarnya dan membanting lalu duduk di atasnya memukuli boneka nya.
"Si brengsek itu pasti akan mati. Hajarlah dia terus." kata Cristian tersenyum dan berlalu pergi.
Anna melihat Cristian yang pergi meninggalkan nya sambil terus memukuli boneka besar nya meluap kan kekesalan nya pada boneka itu.
Cristian masuk ke dalam kamarnya dengan membawa koper, ia tidak henti-henti nya tsrsenyum karena bisa membuat Anna marah dengan acting nya yang pergi ke New York untuk bersenang-senang, ia pun membuka kopernya dan melihat selembar kertas hasil medis nya.
'Sejauh yang aku tahu. Psikoneurosis bisa sembuh jika dirimu terus berusaha. Jangan pantang menyerah, demi melanjutkan hidupmu. Lawanlah trauma itu hingga dia terkubur dalam'
Sementara Anna yang baru saja selesai bertarung dengan boneka besarnya, ia terbaring lemas disamping nya. Ia terus mengomel mengulangi kata-kata Cristian jika liburan Cristian sebagai waktu yang paling berharga dalam hidupnya karena sudah menunggu saat-saat seperti itu. Karena Anna berfikir jika Cristian baru saja melewati hari-hari dan malam-malam bergairah bersama seorang wanita, ia pun cemberut merasa sangat kesal.
'Tunggu... Kenapa aku harus merasa kesal padanya? Seharusnya aku bersikap normal-normal saja. Tetapi tidak dapat ku pungkiri perasaan ku sangat merasa kesal. Apa dia melewati liburan nya bersama Jessica Anderson? Aahhkk... Sudahlah aku tidak perduli lagi' Batin Anna.
Cristian melihat di meja makan tersedia banyak makanan-makanan berkarbohidrat dan terlihat seperti makanan pedas. Ia pun berniat untuk menanyakan pada Anna namun Anna sudah terlebih dulu keluar dari ruang olahraga.
"Anna, makanan apa yang ada di meja?" tanya Cristian.
"Itu adalah makanan rumahan." singkat Anna.
"Tetapi aku tidak memakan karbohidrat dan juga tidak mengonsumsi garam." Kata Cristian.
"Makanan rumahan memang seperti itu. Pedas, manis, asin, asam dan panas. Rasanya sangat enak. Untuk apa kau memiliki tubuh sexi seperti itu jika tidak bisa menikmati hidup?" Ejek Anna.
__ADS_1
"Apa benar ada makanan rumahan seperti itu?". Tanya Cristian.
"Apa ibu mu tidak pernah memasakan makanan seperti itu?". Tanya Anna namun Cristian hanya diam saja ia memang tidak pernah melihat makanan rumahan yang seperti itu karena ibu nya telah meninggal sejak ia kecil.
"Sepertinya kau memang anak yang manja." Ejek Anna lagi.
"Baru pertama kali aku melihat masakan seperti ini di dalam rumah..." Ucap Cristian.
"Aku akan mandi, dan akan pergi melakukan pemijatan. Rasanya semua tubuhku seperti akan hancur." Kata Anna memegang pinggang dan lehernya.
"Akan bagus jika kau di pijat oleh seorang pria." Saran Cristian yang masih memperhatikan makanan itu.
Tiba-tiba Cristian terbayang akan khayalan nya, seorang pria dengan tubuh sangat kekar dengan otot lengan yang besar sedang memijat Anna yang sudah tengkurap, Anna yang merasa nikmat dengan pijatan pria itu ia pun meminta agar pria itu memijatnya semakin ke bawah. Pria itu dengan semangat memijat pundak Anna hingga ke bawah.
Dan Cristian tiba-tiba berteriak karena melihat bayangan khayalan nya.
"Stop.!!" Anna yang sedang berjalan terlihat bingung karena Cristian yang tiba-tiba meminta nya berhenti.
"Jangan pergi ke panti pijat." Kata Cristian menghampiri Anna.
"Tetapi aku ingin di pijiat, semua tubuhku terasa sakit." Ucap Anna.
"Ku bilang jangan pergi, aku yang akan memijatmu." Kata Cristian menatap Anna.
"Jadi Tuan Cristian yang tampan ini akan memijatku?" Ejek Anna yang sebenarnya terkejut mendengar ucapan Cristian dan Cristian mengangguk.
"Jadi... Kau akan memijatku dari kepala hingga ujung kaki?" Tanya Anna dan mengangkat sebelah kaki nya di hadapan Cristian dan lagi-lagi Cristian mengangguk.
"Ahh... Sepertinya aku belum mencuci kaki ku hari ini." Anna menggoda Cristian dan pria itu mau tak mau harus menerimanya walau ia bisa mencium bau yang tidak sedap.
##Bersambung.....
__ADS_1