My Beautifull Girl

My Beautifull Girl
Part 35


__ADS_3

David mulai bertanding dengan memberikan tendangan dan membanting lawan, penonton yang melihatnya mulai berteriak begitupun dengan Ricko. Disisi lain, pria berkepala botak sedang berdiri dengan kedua lengan didada nya bersama Cristian yang sedang memperhatikan David dari luar ring.


"Dengan kemampuan yang dimiliki oleh David sudah pasti ia akan jadi juara. Lagipula pertandingan kali ini tidak terlalu berat. Jika dia menang kali ini dia bisa masuk perlombaan Grand Slam." kata pria botak pelontos itu.


"Tapi si bodoh itu lebih memilih bertanding di perlombaan kelas rendahan." kata Cristian yang membuat pria botak itu bingung.


"David tidak ingin menyisakan apapun, dan ingin memenangkan perlombaan apapun itu." jelas Cristian.


"David memang selalu menyulitkan diri nya sendiri." kata pria botak pelontos itu.


Penonton berteriak saat David berhasil memiting lawan dengan kakinya dan akhirnya pertandingan berhasil dimenangkan. Cristian pun tersenyum puas melihat kemenangan David lagi.


Anna sedang menikmati makan siang nya yang bermenu youghurt, dada ayam rebus dan salad yang seperti kumpulan dedaunan. Anna begitu mual mencium aroma makanan organik yang menusuk hidung nya. Tapi ini semua harus dia lakukan karena ini adalah perintah Cristian juga demi dirinya agar bisa langsing kembali.


Dalam khayalan nya, Anna melihat ada beberapa menu yang menggoda di hadapan nya. Ayam goreng, chiken katsu, mie instan, sup sapi dan jus mangga dengan toping cream yang membuat nya bahagia. Ketika akan mengambilnya, bayangan Cristian datang begitu saja di hadapan nya dan menghapus semua khayalan Anna.


'Harus di ingat "lemak perut" akan menimbulkan "penyakit dan resiko lainnya" jadi "harus mengontrol makanan".!' tegas bayangan Cristian.


Anna kaget karena melihat Cristian di hadapan nya. Ia pun mencoba untuk menyentuh Cristian namun ia mengurungkan niatnya karena Cristian membisikkan sesuatu pada Anna.


'Kau adalah wanita yang licik. Kau harus memakan semua makanan organik itu.' bisik Cristian yang langsung menghilang begitu saja.


"Apa dia tidak sibuk hingga selalu menghantui ku?" Anna bergidik karen Cristian yang terus menghantui nya Anna juga berfikir mungkin ini adalah efek dari dietnya.


Hari ini Anna bertemu dengan beberapa klien nya, namun saat klien nya sedang membicarakan kasus nya Anna malah bertanya hal yang sangat konyol.


"Apa kau baru saja memakan iga pedas dan sapi panggang?" pria yang menjadi klien Anna mencium bajunya berfikir Anna bisa mengetahui apa yang sudah ia makan. Anna menelan saliva nya membayangkan aneka iga pedas dan sapi panggang.


Untuk klien kedua nya Anna menebak jika klien nya itu baru saja memakan burger dan jus berry. Klien itu hanya bisa tersenyum lebar juga bingung bagaimana Anna mengetahuinya.

__ADS_1


Setelah selesai dengan beberapa klien nya, Anna memegangi perutnya dan mengeluh karena ia baru saja memakan makanan protein tinggi namun rasa lapar itu masih terus hadir.


Krrruuuuukkk Krrruuuuukk


Bunyi perut Anna membuatnya frustasi.


"Apa aku harus menderita seperti ini?" keluh Anna menyandarkan kepalanya pada meja kerjanya.


Anna teringat sesuatu yang membuatnya langsung mengangkat kepala nya. Ia teringat saat dirinya di bandingkan dengan foto dahulu nya oleh Cristian, Cristian dan yang lainnya tidak percayalah jika itu Anna. Ia pun bertekad untuk tidak makan demi bisa membuktikan jika foto itu adalah dirinya.


Di lain tempat, seorang wanita berkacamata hitam dan mini dress yang digunakan juga jaket yang menepel di bahu nya terlihat menghampiri David yang sedang berbicara dengan Ricko. Dengan percaya dirinya wanita itu meminta waktu untuk berbicara dengan sang juara. Ricko yang mengenali wanita itu membuka kacamata wanita itu.


"Aurel Smith...." ucap Ricko.


"Jangan menyebarkan rumor di internet. Keluarlah sebentar aku ingin berbicara dengan sang juara hebat ini." kata Aurel dengan menatap David sinis.


"Bukankah aku sudah menyetujui kontraknya. Apalagi mau mu?" ketus David sembari memakai jaketnya.


"Kita tidak seakrab itu.." kata David dengan memakai kaos kakinya.


"Apa kau masih tidak mengenaliku?" tanya Aurel yang tak terima.


"Terkadang aku melihat mu di TV." singkat David.


"Aku selalu muncul di TV bahkan setiap detik." tegas Aurel.


"Ahh yaa tentang sumbangan itu aku juga akan ikut menyumbang. Jadinkau jangan salah bicara pada wartawan ya." kata Aurel dan David terlihat tidak perduli.


"Aku hanya penasaran saja. Kau seorang anak yatim kan? Tetapi mengapa kau menyumbangkan nya pada organisasi ibu-ibu? Kenapa tidak ke panti asuhan saja." komentar Aurel.

__ADS_1


David yang mendengar ia menatap dalam-dalam pada Aurel, dan Aurel pun tersenyum sumringah. Ia berfikir jika David menyukainya, karena semua pria menyukainya.


" Aku tidak tertarik sedikitpun padamu." kata David dan akan berlalu pergi.


"Apa kau seorang gay?" tanya Aurel dengan polosnya membuat David melotot padanya dan berlalu pergi, pria itu pun tidak mengindahkan Aurel yang memanggil-manggil namanya.


Rossalinda terlihat sangat bahagia melihat anaknya Richard makan dengan lahap ia pun bersyukur karena Nyonya Sarah masih menganggap mereka ada, namun tidak dengan Direktur Erik yang selalu menjelek-jelekan keluarga Grey.


"Kau sangat terlihat kurus setelah menikah dengan Alex." ucap Direktur Erik membuat Rossalinda menajamkan matanya pada Direktur Erik.


"Sebaiknya kau jangan memulai lagi, Kak. Aku baik-baik saja, saat ini kehadiran Richard sudah cukup bagiku." kata Rossalinda.


"Apa aku harus memanggil mu sebagai Nyonya Grey? Hahh....dimana Alex kenapa dia belum sampai juga." keluh Direktur Erik, karena mereka memang sedang menunggu Tuan Alex sejak 1 jam yang lalu.


"Tidak apa-apa, Paman. Aku permisi ke toilet sebentar." ucap Richard.


"Aku sangat geram. Kenapa keluarga itu tidak menganggapnya? Pada ulang tahun ke-53 Grey Company tahun ini, Presdir Sarah mungkin akan menunjuk Cristian sebagai Direktur. Apa yang ku bilang kan?? Mereka tidak menganggap Richard sebagai keluarga mereka." tegas Direktur Erik.


"Kakak... Ku mohon kau jangan seperti ini." kata Rossalinda lembut.


"Buka matamu.!! Dia bukanlah keluarga inti. Suami mu, Tuan Alex itu adalah anak menantu Presdir Sarah. Saat satu-satunya putri nya meninggal. Tak ada orang lain yang bisa....." kata Direktur Erik yang disela oleh Rossalinda.


"Tak perduli apa kata orang. Richard adalah anak suami ku dan cucu dari mertuaku, Presdir Sarah." tegas Rossalinda.


Direktur Erik meminta Rossalinda untuk sadar sebelum ditusuk dari belakang dan membuatnya lebih menderita. Rossalinda hanya bisa menatap kakak nya Direktur Erik dan diam tanpa membalas perkataan nya.


Manager Joe berpapasan dengan Richard yang baru kembali dari toilet. Manager Joe juga mendengar ucapan Direktur Erik dan ia pergi ke ruangan di sebelahnya.


Cristian duduk sendirian dengan beberapa menu makanan yang ada di meja, Manager Joe melirik ke belakang, ia berfikir jika Tuan Muda nya bisa saja mendengar percakapan antara Ibu tiri dengan Direktur Erik.

__ADS_1


##Bersambung.....


__ADS_2