
"Ternyata kau membohongi ku, Manager Joe." ucap Cristian dengan tatapan tajam pada Manager Joe dan Joe hanya menundukan kepala nya memberi hormat.
"Hay Cristian. Akhirnya kita bertemu di kencan pertama kita." ucap Innesa dengan senyum nya.
"Ya. Walau awalnya aku terkejut tetapi semua sudah disiapkan dengan baik mari kita nikmati kencan buta ini dengan makan bersama." ucap Cristian.
Innesa dan Cristian menikmati makanan mereka tanpa saling mengobrol hanya terdengar suara dentingan sendok dan garpu di ruangan itu. Selesai dengan makan nya mereka pun menuju minibar yang ada disana.
"Yang ku dengar rumor tentang mu sangatlah tidak baik. Mereka mengatakan pewaris tunggal Grey memiliki perawakan gemuk dan juga sangat dingin. Tetapi ku rasa mereka hanya mengira-ngira saja kau sangat tampan bahkan tubuhmu sangat sexi kau juga sangat baik dan lembut." Innesa melihat Cristian dengan tatapan hangatnya.
"Ya aku tahu itu. Akan tetapi kau tahu bukan ini semua adalah rencana Nenek ku, beliau yang menginginkan ku menjalani kencan ini sedangkan aku belum bertemu dengan nya setelah pulang dari Korea. Aku malah dipertemukan dengan dirimu."
"Aku juga tahu itu. Aku pun hanya mengikuti apa kata orang tua ku ayahku meninta aku untuk menikah denganmu hanya karna sebuah bisnis tetapi aku juga tidak akan memaksa mu. Kau dan aku tentunya memiliki pilihan." ucap Innesa dengan lembut
"Kau sangat baik Innesa terimakasih kau telah mengerti. Baiklah ini saatnya aku kembali ke mansion Nenek aku harus bertemu dengan nya karna banyak hal yang harus aku bicarakan dengan nya. Hati-hati lah saat kembali pulang." Cristian mengulurkan tangan nya pada Innesa dan disambut hangat oleh Innesa mereka berjabat tangan sebagai perpisahan.
__ADS_1
Sesampainya di lobi gedung Cristian berdiri di pintu keluar sembari menunggu Manager Joe memberi intruksi pada beberapa bodyguard disana.
Ckiiiiittttt Breeemmmm.....
Sebuah mobil sport berhenti mendadak di hadapan Cristian dan Cristian pun dengan cepat masuk ke dalam mobil itu. Manager Joe dan beberapa bodyguard yang melihatnya langsung mengejar dengan berlari tetapi percuma mereka telah pergi jauh.
"Hahaha ternyata Manager Joe tidak sepandai itu." Ucap David yang ternyata dia yang mengemudikan mobil sport itu.
"Kau seperti sedang bermain drama saja, Kak." timpal Ricko yang juga ikut dalam mobil itu.
"Hahh rasanya aku sangat tersiksa dengan dasi yang terasa mencekik ini, bagaimana Manager Joe bisa bertahan seharian dengan dasinya. Ayo kita pergi belanja sepertinya aku akan lama disini aku ingin beli beberapa pakaian santai dan training " ucap Cristian seraya melepaskan dasi dan jasnya.
Drrrttt Drrttt...
Getaran handphone disaku celana Cristian menghentikan aktifitasnya dia melihat panggilan masuk di handphone yang bukan miliknya.
__ADS_1
'Aku sampai lupa ponsel wanita itu ada padaku. Dan yang bernama Jovi ini memanggil terus apakah ini lelaki yang berselingkuh itu. Jika aku jawab aku takut lelaki itu salah faham. Ahh biarkanlah.'
Handphone Anna dan beberapa barang Anna tertinggal di Rumah Sakit saat dia pulang dari Bandara dan pihak Rumah Sakit menghubungi Cristian karna dia penanggung jawab saat Anna di Rumah Sakit.
Beberapa pesan singkat masuk pada ponsel Anna Cristian berusaha membuka pesan itu karna ponsel Anna di kunci dengan kode dia mencoba beberapa angka tetapi selalu salah hingga ada pesan singkat yang baru saja masuk.
'Aku adalah pemilik ponsel ini. Jawablah panggilanku.'
Sebuah panggilan dari Jovi kembali masuk dan Cristian segera menjawabnya.
"Akhirnya kau menjawab panggilanku. Dimana kau menemukan ponsel ku? Aku akan memberikan imbalan padamu. Sebutkan saja alamatmu dan aku akan mendatangimu." Ucap Anna dari ponsel Jovi
"Apa tidak bisa kau bicara pelan-pelan kau sangat bersemangat sekali. Apa ponselmu ini sangat penting hingga mau memberiku imbalan?" jawab Cristian dan Anna terkejut mendengar suara Cristian dia mengenal suaranya.
"Apa....? Jadi ponselku ada padamu??." ucap Anna disana sembari menekan pelipisnya
__ADS_1
##Bersambung....
Ayo dukung terus novelku dengan vote dan like nya yaaa...😄🤗