My Beautifull Girl

My Beautifull Girl
Part 31


__ADS_3

"Cristian......" lirih Anna.


"Apa dia teman mu?" tanya Cristian yang sudah menerobos masuk dan Anna menggeleng ketakutan.


Pria itu bergegas bangun dan berniat untuk memukul Cristian, namu dengan sigap Cristian memelintir tangan pria itu dan mendorong nya ke tembok hingga pria itu berteriak kesakitan meminta Cristian untuk melepaskan nya.


"Bagaimana dengan keadaanmu?" tanya Cristian dan Anna hanya diam menangis.


Cristian membaringkan pria itu di lantai dan menahan nya dengan kaki kirinya. Cristian mengernyit menahan sakit ketika kaki kiri nya di gunakan untuk menahan pria itu.


"Mengapa kau tidak mengangkat telpon ku tadi?" tanya Cristian dan Anna meminta maaf dengan wajah yang masih ketakutan.


Cristian melemparkan ponsel nya pada Anna agar menghubungi polisi. Dengan tubuh yang masih bergetar ketakutan, Anna meraih ponsel itu.


Hingga tidak berselang lama polisi datang dan membawa pria itu. Cristian membuka jaketnya dan memakai kan nya pada Anna, ia juga membuka kan pintu untuk Anna agar segera masuk ke dalam mobilnya, Cristian dan Anna harus datang ke kantor polisi untuk memberi keterangan. Namun Anna masih berdiri diam karena masih shock dengan kejadian tersebut. Cristian melihat wajah Anna yang tertunduk ia masih terlihat sangat ketakutan, Cristian meraih bahu Anna dan memeluk nya dengan cukup lama. Anna sedikit terkejut dengan Cristian yang memeluknya, tetapi kondisi yang ada membuat nya diam dan membenamkan wajahnya di dada Cristian tanpa membalas pelukan itu.


Di sisi lain jalan dekat apartemen Anna, James yang berada di dalam mobil memperhatikan keduanya yang tampak sangat dekat. James sedikit geram dengan adegan itu, ia memukul kan tangan nya pada stir mobil. Ia begitu menyesal mengapa bukan dirinya yang menolong Anna dan mengapa lagi-lagi harus Cristian yang menolong nya. Cristian selalu datang dan berada di sisi Anna pada waktu yang tepat.


Di kantor polisi, polisi melihat data pria penguntit tersebut yang ternyata beralamat sama dengan Anna bahkan nomor apartemen nya adalah 202. Anna begitu terkejut mendengarnya karena nomor kamar Anna adalah 201. Yang dimana letak kamar mereka bersebelahan.


"Aku hanya berniat untuk menaruh pot bunga di depan pintu apartemen nya. Karena aku tahu dia sangat menyukai bunga seperti itu. Tetapi teman pria nya tiba-tiba saja datang dan menyerangku." ucap pria penguntit itu dengan berbohong dan bermaksud membela diri.


"Tolong dengar, Nona. Seperti nya telah terjadi kesalahpahaman antar tetangga...." kata polisi itu dan langsung di sela oleh Anna.


"Jadi kau menyebut situasi seperti ini sebagai 'kesalahpahaman'.?" tanya Anna yang tidak terima dengan oernyataa


"Kau bukan nya di serang atau menerima surat dan pesan ancaman. Apalagi ingin dibunuh, itu hanyalah asumsi saja. Coba fikirkan, kenapa pria ini mengincar wanita seperti dirimu?" ucap polisi itu yang seperti merendahkan Anna.


"Sebagai polisi bukan nya anda harus mendengar penjelasan korban?" tegas Anna.

__ADS_1


"Aku tahu kau pasti sangat shock. Tapi proses hukum bukanlah proses yang sederhana." ucap salah satu polisi lagi.


Anna merasa polisi menganggap korban adalag hal yang sederhana. Polisi menyangkalnya agar Anna lebij menemangkan fikiran nya. Polisi itu terus saja berbicara seakan-akan merendahkan Anna. Hingga suara seseorang membuat mereka semu terdiam dan menoleh padanya.


"Apa kau bahagia? " ucap Cristian yang membuat polisi dan penguntit itu bingung.


"Aku hanya membaca kutipan yang berada disana." kata Cristian dengan menunjukan sebuah tulisan.


'Kota aman itu artinya kebahagiaan dari warga perempuan'


"Apa kau wali dari korban?" tanya polisi itu pada Cristian.


"Bisa dibilang seperti itu. Karena aku selalu hadir saat dia dalam masalah." ucap Cristian.


Anna menatap Cristian dengan bingung. Cristian memandang pria penguntit itu dan pria itu menundukan kepala nya saat Cristian menatapnya.


"Apa kau tidak mengingatnya?" tanya Cristian yang membuat Anna langsung menoleh pada pria penguntit itu.


Seorang pria mengerjar wanita di bawah guyuran hujan malam itu. Wanita itu terus berlari dan berteriak hingga wanita itu merasa kelelahan dan berjongkok sembari menutup wajahnya.


Wanita itu adalah Anna yang saat itu di kejar-kejar oleh seorang pria yang tidak di kenalinya. Anna yang baru saja melihat perselingkuhan James mantan kekasihnya harus mengalami kejadian itu.


Hingga Cristian datang dan membuat pria itu berhenti mengejarnya dan berlalu pergi meninggalkan mereka.


Cristian baru saja mengantarkan Anna pulang berlatih, ia melihat seorang pria membawa pot bunga ketika mobilnya baru saja pergi beberapa meter. Hingga ia menghentikan mobilnya secara tiba-tiba, ia meyakinkan diri jika pria itu adalah pria yang sama saat malam hujan itu. Cristian berusaha menghubungi Anna namun Anna tidak menjawabnya, hingga Cristian memutar balik mobilnya.


Flasbcak Off


Polisi itu menjelaskan jika yang terluka adalah pria itu, maka jika pria itu menyewa pengacara Cristian bisa saja di tuntut atas penyerangan itu dan dipenjara.

__ADS_1


"Jadi seperti ini yang disebut hukum? Lucu sekali." sindir Anna.


"Sebenarnya yang kalian lakukan adalah menenangkan korban. Tapi, kalian langsung menyimpulkan nya sebagai kesalahpahaman saja. Seharusnya kalian bertanya 'Apa kau baik-baik saja? Aku mengerti hukum mungkin aga merepotkan, tapi kami akan menyelidiki nya'. Jadi tolong lain kali katakan hal itu pada korban yang lain nya. Selamat bekerja." kata Anna dengan berlalu pergi meninggalkan kantor polisi.


Cristian memanggil Anna yang sudah berjalan keluar terlebih dahulu dari kantor polisi, Anna menarik nafas panjang dan tersenyum.


" Terimakasih banyak kali ini kau menolongku lagi. Syukurlah kau mengingat wajah pria itu. Aku akan pulang terlebih dahulu." ucap Anna dan Cristian menarik tangan Anna.


"Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Cristian.


"Mengapa kau tidak memberitahu jika kau adalah seorang pengacara. Jadi hanya begitu pembelaanmu?" tanya Cristian lagi dengan geram.


"Ahh yaa apa kau terluka?" tanya Anna khawatir dengan melihat seluruh wajah Cristian namun Cristian tidak menggubris pertanyaan Anna.


"Mengapa kau ingin menjadi pengacara jika hanya melindungi dirimu sendiri saja tidak bisa." sindir Cristian.


"Kau benar Cristian" ucap Anna dengan tatapan sendu.


"Aku akan menghajarnya lagi." ucap Cristian yang akan masuk kembali ke kantor polisi.


"Jangan. Aku tidak kau terkena masalah karena diriku. Lagi pula jika memang terbukti dia hanya akan di hukum selama 24 jam dan korban tidak akan mendapatkan dana kompensasi nya. Karena aku pengacara lah, maka aku sadar situasi semacam apa ini." kata Anna.


" Hukum memang lucu." keluh Cristian.


" Meskipun bagi satu pihak ini adalah hidup dan mati, tapi bagi pihak lain ini hanyalah masalah sepele. Karena itulah hukum." Jelas Anna.


"Lalu kau akan pergi kemana sekarang?" tanya Cristian.


"Aku belum memutuskan nya tetapi besok aku akan mengembalikan jaketmu. Aku benar-benar berterima kasih padamu Cristian. Kau bisa langsung pulang sekarang dan tidak perlu khawatir lagi." kata Anna.

__ADS_1


"Aku tidak bisa membiarkan mu sendiri sampai kau berada di tempat yang aman." tegas Cristian dan menarik Anna agar masuk ke dalam mobilnya.


##Bersambung......


__ADS_2