
Anna merasa sangat bingung. Kemana dirinya harus pergi, tidak mungkin baginya untuk kembali ke apartemen nya. Ia masih sangat merasa shock dan takut jika harus kembali kesana.
James sedang berbicara dengan seorang polisi yang menangani Anna dan pria penguntit itu. Ternyata James mengikuti Anna dan Cristian ke kantor polisi tadi. Dan saat Cristian juga Anna pergi dari kantor polisi, James langsung masuk ke dalam kantor polisi dan menemui polisi itu.
Di tempat lain Bella sedang duduk meja makan dengan meja yang penuh dengan hidangan makanan beserta lilin malam, ia sedang menunggu James yang tidak kunjung datang ke apartemen nya.
Hingga lilin itu meleleh akhirnya Bella mematikan lilin itu dan menikmati wine sendirian di meja itu makan nya.
Di dalam mobil Cristian dan Anna tidak banyak saling berbicara, Anna meraih ponsel yang berada di saku celana nya. Ia berniat untuk menghubungi Jovi untuk menginap dirumahnya, namun saat panggilan berhasil terhubung Jovi terdengar sangat panik. Ia menceritakan jika mantan mertua nya berada di Rumah Sakit. Anna pun turut bersedih mendengarnya dan menutup panggilan itu.
"Aku akan menginap dirumah sahabat ku Jovi. Jadi kau antarkan saja aku kesana rumahnya tidak jauh dari sini." ucap Anna pada Cristian dan Cristian hanya mengangguk tanpa mengatakan apapun.
Sesampai nya mereka di suatu tempat yang berada di pinggir jalan Cristian mencari-cari dimana letak rumah teman nya Anna itu namun Anna menunjuk jika rumah teman nya berada di belakang gedung dan tidak bisa di lalui mobil hingga ia harus berjalan kaki. Cristian berniat untuk mengantarnya walau harus berjalan kaki namun Anna melarang nya.
"Baiklah jika itu mau mu. Berhati-hatilah." ucap Cristian yang masuk ke mobil dan berlalu pergi.
Anna menghela nafas panjang saat Cristian sudah pergi ia pun pergi ke sebuah motel yang berada di dekat situ. Ia akan menginap di motel itu untuk semalam saja.
Ketika Anna mendaftar di motel itu si pemilik motel mengatakan jika mereka memang menyewakan kamar untuk satu malam saja.
"Apa pembayaran bisa dilakukan secara transfer?" tanya Anna dan pemilik motel tersebut terlihat senang.
"Itu malah lebih baik." jawabnya.
"Apa kau sendirian, Nona?" tanya pemilik motel dan Anna mengangguk.
Karena semua yang datang selalu berdua, tamu yanh menginap adalah sepasang kekasih. Entah apa yang mereka lakukan di motel itu. Namun saat melihat Anna datang sendirian tentu saja membuat pemilik motel itu merasa heran.
Namun saat akan melakukan transfer, tangan Anna tiba-tiba di tari keluar motel hingga ia mengikuti langkah kaki orang yang menariknya.
__ADS_1
"Cristian....."
"Jadi ini rumah teman mu, sangat luas sekali bahkan memiliki punya banyak kamar" ucap Cristian yang melirik ke arah motel.
Anna menghela nafas saat kebohongan nya di ketahui oleh Cristian.
"Seorang wanita seharusnya tidak datang ke tempat ini sendirian ia harus datang bersama seorang laki-laki." ucap Cristian lagi.
"Kau tidak perlu perduli lagi, walau kau sudah melihat dan mengetahui semuanya tetap saja aku malu dalam keadaan seperti ini." kata Anna dan Cristian hanya menghela nafas panjang.
"Aku tahu kau tidak suka melihat orang berada dalam kesulitan, terlebih pada orang yang berada dalam bahaya. Aku juga tahu kau orang yang tidak sekejam wajahmu itu dan kau juga tidak akan bisa tidur jika kau membiarkan seorang wanita sendirian di jalanan. Tapi...... " ucap Anna dan langsung di potong Cristian.
"Lalu apa yang akan kau lakukan? Apa kau akan tetap menginap di tempat seperti ini?" tanya Cristian geram.
"Aku tidak ingin pulang dan aku juga tidak tahu harus kemana. Aku takut jika aku harus kembali ke apartemen ku. Kau fikir aku mau menginap disini jika aku bisa menginap di rumah sahabatku." akui Anna.
"Aku tidak ingin melihatmu seperti ini sendirian jadi menurutlah dan jangan membuatku khawatir lagi." kata Cristian dengan menatap Anna dalam.
"Apa kau akan membawaku ke kamar Suite Room itu lagi?" tanya Anna yang membuat Cristian sedikit tercengang karena Anna berfikir jika dirinya akan di bawa ke Suite Room itu lagi.
"Jadi kau ingin aku membawamu kesana lagi?" tanya Cristian dan Anna menyangkalnya.
"Lalu dimana lagi luar angkasa yang kau maksud,?" tanya Anna yang penasaran.
"Tidur di bawah atap yang sama dengan pria sepertiku." kata Cristian yang membuat Anna terkejut.
"Karena dalam situasi seperti ini pilihan 'erotis' inilah yang teraman." bisik Cristian pada Anna dan berlalu masuk ke dalam mobil terlebih dulu.
"Ya'ampun..! Dia benar-benar tidak memberiku kesempatan untuk berterima kasih." kata Anna yang mengikuti Cristian masuk ke mobil.
__ADS_1
Sesaimapainya di Mansion Cristian, pria sexy itu mengantar Anna masuk ke dalam kamarnya. Ia juga memberikan selimut juga bantalnya untuk digunakan Anna. Karena tidak pernah ada yang menginap di mansion itu jadi ruang tamu itu tidak pernah di sediakan bantal juga selimutnya, hanya ada ranjang yang berukuran besar.
"Jika aku menggunakan bantal dan selimut milikmu bagaimana denganmu?" tanya Anna.
"Kau fikir aku akan memberikan selimut dan bantal yang ku pakai sekarang? Tidurlah. Biar aku yang menjelaskan pada David dan Ricko besok." kata Cristian dan hendak berlalu pergi dari kamar tamu itu.
"Cristian tunggu...." Cristian pun langsung menghentikan langkahnya.
"Sepertinya ini adalah waktunya bagiku, untuk berterima......" kata Anna yang disela oleh Cristian.
"Kata 'Terima kasih. Maafkan aku. Memalukan sekali' Dan sebagainya itu adalah kalimat favorit mu kan? Aku sudah tahu. Jadi kau tidak perlu memberitahu ku lagi. Dan untuk malam ini ku mohon jangan ucapkan 'Tolong aku atau Selamatkan aku' aku sudah sangat lelah malam ini jadi mungkin aku tidak akan bisa menolongmu lagi" ucap Cristian yang melangkah pergi.
"Mengapa sikapnya terkadang menyebalkan tetapi terkadang juga dia sangat baik bahkan romantis" gumam Anna dan menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
"Dan juga apa katanya itu 'Kau fikir aku akan memberikan selimut dan bantal yang ku pakai sekarang?' bisa saja memang seperti itu kan?" gumam Anna lagi.
Cristian kembali ke kamarnya, ia berdiri memperhatikan ranjang nya yang sudah tidak ada bantal dan selimut, karena bantal dan selimutnya sudah ia berikan pada Anna. Cristian menggelengkan kepalanya dan tersenyum karena ia melakukan hal itu hanya untuk Anna. Ia pun terdiam dan mengingat kaki kirinya yang banyak sekali bekas luka jahitan di bagian lutut hingga paha nya.
Flasback On
Ketika Cristian memutar balik mobilnya saat akan menyusul Anna ke apartemen nya, ia pun memarkirkan mobil dengan sembarang. Cristian menaiki tangga dengan panik hingga membuat kaki kirinya terasa nyeri. Tetapi ia mengacuhkan rasa nyeri itu dan tetap melanjutkan menaiki tangga untuk sampai ke apartemen Anna.
Dan saat sedang berkelahi dengan pria penguntit itu, Cristian merasa semakin nyeri pada kaki kirinya lagi, tetapi sekali lagi. Demi Anna ia menahan rasa sakit pada kaki kirinya.
Flasback Off
Cristian menempelkan alat pada lutut hingga pahanya nya untuk meredakan rada sakit itu, ia pun berbaring di sebuah tempat yang seperti kaspul dan menyalakan penghangat pada kapsul itu.
##Bersambung.....
__ADS_1