My Beautifull Girl

My Beautifull Girl
Part 33


__ADS_3

"Aaaaaaaaaaaaahhhkkk...siapapun toling aku." teriak Anna dari dalam kamar yang membuat Cristian, David dan Ricko masuk dengan wajah yang sangat panik.


"Kakiku kram. Cepat tolong aku." kata Anna dan David juga Ricko berniat untuk menolong nya. Namun Cristian menahan mereka.


"Apa kau melakukan ini karena malu keluar dari kamar?" tanya Cristian dan Anna menggeleng denga wajah kesakitan.


"Kalau begitu katakan 'Kau memang tampan, Pelatih'." kata Cristian yang mengetesnya.


"Kau memang tampan, Pelatih! Kau juga sangat keren.! Cepat bawakan aku kucing atau semacamnya." teriak Anna sembari memberikan jempol pada Cristian.


"Tangkap 'tikusnya'" perintah Cristian pada David dan Ricko dan mereka langsung menekan-nekan telapak kaki Anna hingga membuatnya menjerit kesakitan.


( Hominim 'kram' dan 'tikus')


Dimeja makan, Ricko begitu geram dan tidak menyangka jika ada pria seperti itu dan ia begitu senang karena Anna sudah aman.


"Ma'am, seharusnya kita memberikan pelajaran pada pria itu dengan pukulan dan potongan dileher." ucap Ricko dengan mempraktekan gaya memukul dan menyayat leher.


"Kau pasti sangat shock dengan kejadi itu, Pengacara Anna." ucap David.


"Ya kau benar David, kejadian itu meninggalkan trauma bagiku." kata Anna dengan tertunduk, Cristian yang melihatnya begitu iba pada Anna.


"Jika aku tidak datang tepat waktu dia pasti akan tamat." kata Cristian yang membuat Anna kesal.


"Cristian kenapa kau suka sekali memuji diri sendiri?" keluh Anna lalu ia melihat menu sarapan yang disiapkan oleh Ricko. Hanya ada dada ayam rebus dan juga sayuran rebus yang begitu tidak menarik untuknya.


"Cara diet kami memang extrim, Pengacara Anna" ucap David.


"Ini aku akan memberimu sedikit steak ku, hanya sedikit saja." kata Ricko yang meletakkan sedikit potongan steak di piring Anna.


"Apa ada yang memiliki garam?" tanya Anna dan langsung di jawab Cristian.


"Kami bukanlah warung pinggir jalan yang memiliki ini dan itu." kata Cristian dan memberikan obat pada Anna dan Anna bingung bagaiman Cristian bisa tahu.


"Kau menganggap jika dirimu teliti dan ternyata tidak, jadi...." sindir Cristian dan Anna langsung meminum obat itu dan memakan potongan steak yang diberikan Ricko.


"Makan sup pasti sangat lezat sekarang." kata Anna kesal dan Cristian memberikan air pada Anna.

__ADS_1


"Makanan pedas dan panas tentunya berwarna" ketus Anna dan Cristian memasukan sebuah tablet vitamin pada gelas berisi air itu agar berwarna.


Anna pun meminumnya dengan memelototkan matanya oada Cristian agar Pelatih nya itu puas.


Ricko tiba-tiba saja berteriak kagum dan memperhatikan ponsel Anna.


"Fantastic..." ujar Ricko.


David yang penasaran ia pun melirik pada ponsel Anna yang dimana walpaper pada ponselnya ada foto dirinya semasa sekolah. Tetapi Ricko, David maupun Cristian tidak ada yang mengenali nya jika itu adalah Anna yang dulu.


"Aku merasa pernah melihatnya." kata Cristian.


"Kurasa ini adalah seorang selebritis." kata David.


"Mungkinkah ini artis zaman dulu.?" kata Ricko.


Anna yang mendengar komentar-komentar para pria itu begitu geram karena ia merasa jika mereka hanya pura-pura bodoh.


"Apa kalian tidak percaya jika foto itu adalah aku, seorang pengacara cerdas dengan senyuman cantik. Dan juga julukan dulu adalah 'beautifull girl'." ucap Anna kesal.


Cristian yang merasa tidak percaya ia menaruh ponsel Anna di pelipis kiri Anna dan membandingakan wajah Anna yang sekarang dengan yang ada di foto tersebut. Anna pun melebarkan sneyumnya.


"Kalian tidak perlu bukti, saat aku langsing kembali kalian akan melihat diriku yang sama dengan foto ini. Dan tentunya kalian akan jatuh cinta padaku." tegas Anna dengan percaya dirinya.


"Sudahlah, kembali makan dan habiskan sarapan kalian." kata Cristian yang tidak mempercayai Anna.


Anna dan sekretarisnya menjadi bahan tertawaan Pengacara lainnya didalam lift kantor karena memakai pakaian yang sama, dengan motif bunga-bunga dan juga berpita di bagian lehernya. Angel merasa heran kenapa orang lain menertawakan mereka dan Anna meminta Angel untuk tidak menghiraukan nya.


"Terima kasih Angel. Karena telah meminjamkan sku bajumu." kata Anna dan masuk ke dalam ruangan nya dengan tertunduk.


Cristian yang sedang menyetir mobil, ia tersenyum-senyum sendiri saat mengingat perkataan Anna yang bangga dengan julukan nya 'beautifull girl'. Cristian malah menduga jika Anna terkena mythomania. Anna juga mengatakan jika ia langsing lagi mereka akan jatuh cinta padanya.


"Rasanya aku tidak sabar menunggu nya...." gumam Cristian dengan tersenyum manis.


Tetapi senyuman itu seketika sirna setelah dia memegangi lututnya dan segera menghungi Manager Joe yang langsung mengangkatnya.


"Ahh kau membuatku kaget saja, apa kau sedang menunggu telponku hingga secepat ini menjawab panggilan ku?" keluh Cristian.

__ADS_1


"Ada apa Tuan Muda aku akan segera datang? Apa terjadi sesuatu?" tanya Manger Joe.


"Aku akan pergi ke New York dan aku juga membutuhkan wali." kata Cristian yang membuat Manager Joe terkejut juga khawatir.


"Apa terjadi sesuatu pada kaki mu, Tuan Muda? Anda dimana aku akan segera datang." kata Manager Joe yang sangat panik.


"Aku sedang di perjalanan. Aku hanya ingin memastikan jika kaki ku baik-baik saja." kata Cristian dan Manager Joe langsung membuang nafas lega.


"Baiklah aku akan memberitahu mu jika sudah membuat janji dengan dokter." kata Manager Joe dan Cristian menutup panggilan nya.


Kembali ke kantor Anna, disana sudah ada Reyhand dan Jovi yang sedang berbicara masalah penguntit itu. Jovi begitu geram ia rasanya ingin sekali menghancurkan bagian penting pada pria itu.


"Anna sebaiknya kau menjual apartemen mu itu aku akan membantumu mencari tempat yang baru dan tentu nya lebih aman untukmu." kata Jovi dan Anna mengiyakan.


"Kakak, kenapa kau tidak memberitahu ku atau ibu. Jika aku tahu lebih awal aku sendiri yang akan menghajar pria itu." kata Reyhand yang begitu geram.


"Ya...ibu pasti akan sangat bangga jika ada yang menguntit anaknya ini." kata Anna.


"Hey Reyhand bawalah barang-barang kakak mu ke rumah ku, di rumah ku masih ada satu kamar kosong walaupun memang sempit tetapi itu lebih aman." kata Jovi.


"Tidak perlu Jovi. Di rumah mu ada anakmu dan neneknya. Aku akan cari tempat baru seperti katamu tadi jadi kau hanya perlu membantuku mencari tempat baru." ucap Anna.


"Baiklah aku akan pulang sekarang. Kau Reyhand jangan membuat kakak mu stress atau aku akan mengahajarmu. Dan kau seharusnya jangan menikah jika tidak ingin menyesal." kata Jovi dan Anna langsung menyuruhnya untuk cepat pergi.


Anna memberikan sebuah buku tabungan dan cap pada adiknya, Reyhand terlihat bingung. Anna berfikir jika adiknya akan memberikan minuman dingin pada tamu undangan dan bagimana nanti nasib adik iparnya jika Reyhand tidak memiliki penghasilan. Reyhand merasa tidak enak hati.


"Belilah sebuah toko untuk menghidupi keluarga mu nanti." kata Anna.


"Aku akan mengirimkan nya lagi setelah apartemenku terjual."


"Aku akan membalikan nya dua kali lipat, Kak." ucap Reyhand menahan air mata harunya.


"Pekerjaan ku memang tidak menghasilkan banyak uang. Mungkin jumlah ini masih kurang. Jadi kau berhematlah." tegas Anna.


" Baiklah... Kami sudah memutuskan tanggal pernikahan nya. Terima kasih kak kau sudah mendukung ku sejauh ini." Reyhand memeluk Anna.


" Sudahlah sebaiknya kau pulang sekarang. Dan aku minta jangan pernah membahas tentang James lagi bersama Ibu." pinta Anna yang dia anggukan oleh Reyhand.

__ADS_1


Dilain tempat, James begitu murung saat mengendarai mobilnya seperti orang yang sedang banyak fikiran.


##Bersambung.....


__ADS_2