
Rossalinda terlihat sangat senang karena putera nya akan pulanh ke Los Angeles, kembali ke mansion keluarganya setelah 3 tahun menepuh pendidikan di luar negeri. Bahkan suasana makan malam yang 'dingin' pun tidak menghilang senyumnya dan terus menatap putera nya.
Direktur Erik terlihat bergabung di makan malam keluarga itu, pria itu terus membanggakan keponakan nya yang mendapatkan beasiswa dari sebuah universitas paling bergengsi di Amerika.
"Richard pasti mendapatkan kepandaian seperti ini dari ayahnya." puji Direktur Erik dengan senyum lebar, dan Tuan Alex tidak merasa tersanjung dengan pernyataan tersebut.
"Kau sudah berusaha dengan baik dan melakukan hal yang benar berkat ibu mu." ucap Nyonya Sarah dengan dingin.
"Iya Nenek, terima kasih untuk dukungan mu." jawab Richard dengan sopan.
"Kau harus bisa menjaga sikapmu disana seperti motto keluarga kita. Dan......" kata Direktur Erik yang langsung di potong oleh Tuan Alex.
"Berapa lama kau akan tinggal disini?" tanya Tuan Alex pada Richard.
"Dia akan tinggal disini selama satu minggu." kata Direktur Erik yang malah menjawab pertanyaan Tuan Alex.
"Katakan jika kau membutuhkan sesuatu. Aku permisi." pamit Tuan Alex yang akan meninggalkan meja makan.
"Terima kasih, Ayah." ucap Richard.
"Tunghu dulu..." ucap Nyonya Sarah menghentikan Tuan Alex yang akan pergi.
"Aku hanya ingin mengingatkan pada kalian semua jangan meremehkan Cristian yang sudah kembali ke Los Angeles. Ini adalah keinginan terakhir orang tua ini, agar Cristian mendapatkan tempat yang seharusnya. Harap kalian membantunya." ujar Nyonya Sarah dan semua yang mendengar diam dan tidak ada yang membantah.
"Makanan ini sangat enak tidak ada bau amisnya." kata Nyonya Sarah lagi dan Rossalinda begitu senang karena mertua nya menyukai masakan nya.
Cristian dan Anna baru saja sampai di apartemen Anna, dan Cristian membangunkan Anna yang tertidur, Anna pun mengerjapkan matanya.
"Istirahat lah, besok pagi kita akan bertemu lagi." ucap Cristian dan Anna mengangguk mengerti.
"Cristian, apa kau benar-benar Cristian si pelatih yang tenar di media sosial itu?" tanya Anna.
__ADS_1
"Semakin serinh kita bertemu makan akan semakin banyak yang kau ketahui tentang ku." ucap Cristian.
"Baiklah aku mempercayaimu." serius Anna dan Cristian tertawa ringan.
"Jangan khawatir, Nona Annastasya Steel. Selama aku menjadi Cristian si pelatih itu aku tidak mungkin akan berenti terlebih dahulu" ucap Cristian.
"Baiklah, aku juga akan berusaha keras dan tidak akan menyerah. Saat ini hutang budi ku padamu sudah maksimal." kata Anna dengan senyum nya.
***
Anna masih tertidur lelap di sofa ruang tamu nya, dan dia pun tidak mengindahkan matahari pagi yang sudah menyinari melalui jendela apartemen nya. Hingha suara bel dan teriakan membangunkan nya.
"Ma'am..... Ma'am....." teriak Ricko dari luar pintu dan menekan-nekan bel nya.
Anna yang mendengar dia bergegas melompat bangun dengan rambut yang masih acak-acakan dan wajah bantalnya. Anna pun membuka pintu nya sedikit dan melihat David yang terkejut melihat Anna yang masih dengan wajah bantalnya.
"Maaf Pengacara Anna, kami datang sepagi ini dan mengganggu istirahatmu." kata David sopan.
"Tunggulah sebentar....." kata Anna yang akan menutup pintu dan langsung di tahan oleh Cristian yang tiba-tiba saja muncul dan Anna pun terkejut.
Cristian menerobos masuk dan Anna berusaha menahan nya saat mereka akan melewati pintu geser, dia beralasan ini terlalu pagi bahkan dia saja belum sarapan.
" Aku sudah mengatakan nya semalam. Jika kita akan bertemu lagi hari ini, apa kau tidak mengingatnya.." kata Cristian.
"Ma'am apa kekasihmu ada didalam rumahmu?" tanya Ricko nakal.
"Tidak, dia sudah di campakkan." jawab Cristian dan Anna langsung melotot pada nya ia berusaha menutup pintu geser itu.
Namun Cristian dengan mudah membuka pintu satu lagi dan menerobos masuk ke dalam, Anna lagi-lagi menghalangi agar mereka tidak masuk namun Cristian malah memeluk sembari mendorong nya ke tembok agar David dan Ricko dapat ikut masuk.
"Permisi......" ucap David yang sudah masuk ke dalam.
__ADS_1
Anna masuk ke dalam kamar mandi dia begitu kesal dengan Cristian yang memaksa masuk, ia pun menggosok gigi nya sembari mengomel dan membereskan pakaian dalamnya yang berserakan di kamar mandi.
Cristian, David dan Ricko sudah bersiap dengan sarung tangan juga masker penutup hidung dan mulut, mereka berdiri sejajar dan saling menatap.
"Ayo kita mulai operasi ini." kata Cristian.
Ketiga pria itu membuka semua lemari yang terdapat bahan-bahan makanan, di dalam lemari es begitu banyak makanan yang sudah tidak layak konsumsi dan di lemari dapur juga banyak di temukan makanan yang sudah kedaluarsa. Mereka mengumpulkan semua makanan itu di dalam keranjang.
"Bagaimana David, Ricko, apa kalian menemukan sesuatu yang masih baik?" tanya Cristian.
"They are all dead." ujar Ricko dan David hanya menggeleng menandakan jawaban tidak.
Cristian meletakan 2 keranjang besar di hadapan Anna dan Anna berdehem saat melihat makanan-makanan itu, dia berusaha mentupi rasa malu nya dengan mengambil kembali beberap makanan yang masih layak konsumsi dan sehat menurutnya. Dan Cristian meletakkan kembali.
"Makanan ini tidak baik untuk pengidap hipotirod" ucap Cristian.
"Benarkah? Aku sering memakan nya." ujar Anna.
"Anna, apa kau memfermentasi kan minyak wijen?" tanya Cristian.
"Itu....itu aku tidak tahu. Minyak itu berada jauh di dalam lemari jadi aku tidak mengetahuinya." Anna membela diri.
Cristian menunjukan dan menjelaskan pada Anna makanan mana yang dia konsumsi dan mana yang tidak boleh dia konsumsi. Anna protes karna dia begitu menyukai snack, tetapi Cristian menghibur Anna boleh memakan itu semua.
Tetapi hanya sekali dalam setahun dan itu saat di hari ulang tahun nya.
"Hey kak, David lihatlah Ma'am memiliki style yang sangat bagus." ucap Ricko yang keluar dari kamar Anna dan memakai setelan gaun juga blezer dan syal Anna.
Bukan nya terlihat cantik Ricko terlihat seperti seorang nenek-nenek.
Cristian dan David pun tertawa melihat tingkah Ricko yang konyol, dan Anna yang terlihat malu pun ikut tertawa ringan.
__ADS_1
##Bersambung......