
Cristian menjelaskan pada Anna penyebab berat badan nya naik.
"Kau tidak boleh tidur sembarangan, kau harus tidur di tempat tidur jangan di sofa seperti yang kau lakukan setiap malam. Jangan begadang semalaman dan berusaha menebus kurangnya waktu tidur sekaligus. Kau juga terlalu banyak mengonsumsi kafein hingga pencernaan mu terganggu, kau juga tidak berolahraga sehingga mengalami sembelit. Organ tubuhmu menjadi lemah, persendian lutut mu bermasalah, kesemutan ditangan dan kaki, dan terakhir postur tubuhmu juga tidak bagus. Itu semua adalah penyebab berat badan mu bertambah dan membuatmu mudah lelah. Dan ini semua juga penyebab kau mudah terkena flu dan juga terus menerus bertempramen tinggi." jelas Cristian panjang.
"Apa kau seorang peramal, bagaimana kau tahu semua kebiasaan ku?" tanya Anna dengan wajah bingung nya.
Cristian menjentikkan jari nya agar Anna lebih mendekat padanya, dan dia pun menatap wajah Cristian begitupun dengan Cristian yang menatap wajah Anna hingga tatapan mereka terkunci.
"Kau harus memulai semuanya dari awal. Cara tidur, makan, berjalan, dan bergerak. Penyakitmu timbul dari kebiasaan buruk yang terus berulang dan membuag tubuh mu seperti itu." bisik Cristian pada Anna.
Anna menghela nafas panjang. Cristian sempat melihat plester yang di berikan pada Anna untuk menutup luka bekas infus, yang satu saat di kejadian di pesawat dan satunya saat di Rumah Sakit.
Sebenarnya Cristian merasa sedikit terbebani dengan kepercayaan Anna pada dirinya. Cristian sendiri pun masih kesulitan untuk mengatasi rasa trauma nya yang sampai saat ini masih ada. Dan malam itu dia tidur dengan gelisah.
***
Cristian sudah berdiri di samping mobilnya ia sedang menunggu Anna keluar dari apartemen nya. Hingga tak berapa lama Anna sudah muncul.
"Seharusnya kau tidak perlu menjemputku, aku bisa pergi sendiri. Dan ini masih terlalu pagi." ucap Anna.
"Aku memang sengaja datang menjemputmu agar kau tidak tahu kemana kau akan pergi." kata Cristian.
Mereka pum segera pergi ke tujuan yang Cristian maksud adalah mansion nya, dimana mansion nya akan menjadi tempat latihan nya. Karena disana ada ruang latihan dengan alat-alat olahraga yang lengkap dan tentunya kerahasiaan Cristian yang melatih Anna akan terjaga.
Sepanjang perjalanan Anna terus mengomel karena Cristian menyuruhnya berbaring di kursi belakang dengan seluruh tubuhnya ditutupi oleh selimut. Cristian melakukan itu bertujuan agar Anna tidak mengetahui alamat rumahnya.
Sesampainya di dalam rumah, Anna langsung takjub dengan kemewahan rumah itu beserta isinya.
__ADS_1
"Mulai sekarang kau akan berlatih disini dan tentunya selalu di bawah pengawasan ku. Kau juga harus memanggil ku 'p**elatih' mulai sekarang." ucap Cristian.
"Aku, David dan Ricko akan bergantian untuk melatihmu." lanjut Cristian.
"Aku merasa tidak enak karena harus menyulitkan kalian semua dengan hal ini. Kalian bertiga akan sibuk karena aku." ucap Anna.
"Kau benar. Maka dari itu kau harus melakukan nya dengan benar dan lakukan yang terbaik seperti kau sedang mengikuti sebuah ujian." kata Cristian.
"Ujian yang ku lakukan dulu adalah sebuah mukzijat karena aku lulus." Anna dengan senyuman nya.
"Kalau begitu, semoga beruntung, semoga au mendapatkan mukjizat itu lagi" sergah Cristian.
"Aku bukan nya ingin mendapatkan kecantikan dan tubuh langsing yang tidak pernah ku peroleh. Dulu saat masih sekolah hingga menjadi mahasiswa, aku mendapatkan julukan 'beautifull girl' karena aku wanita tercantik saat itu dan semua pria di sekolah maupun kampusku tidak ada yang tidak jatuh cinta padaku. Kau juga akan melihatnya nanti bagaimana...... "kata Anna yang dipotong oleh Cristian.
"Apa kau juga mengidap mythomania (suka melebih-lebihkan)?" tanya Cristian yang menatap wajah kesal Anna.
"Benarkah? Aahh sudahlah sebaiknya kita mulai latihan ini. Naiklah ke threadmill itu dan lakukan peregangan." pinta Cristian.
Dengan nafas tersengal-sengal Anna terus berlari pelan di threadmill itu dan ia sudah berlari selama hampir satu jam. Cristian terus menyemangati Anna agar tetap bertahan meski latihan itu berat baginya, hingga Anna tidak bisa menahan nya dan hampir terjatuh karena terbawa threadmill itu dan dengan sigap Cristian menangkap Anna dengan cara memeluk perutnya.
Dilanjutkan dengan latihan squat. Dengan percaya dirinya Anna memberitahu Cristian jika squat adalah hal yang mudah karena dia sering melakukan nya. Namun, saat akan melakukan nya lagi-lagi Anna hampir terjatuh saat menurunkan badannya.
"Lakukan dengan benar jika kau memang sering melakukan nya, jika caramu melakukan seperti itu hanya akan melukai mu karena berat badan mua yang berlebih." kata Cristian.
"Tolong jangan kau katakan dengan memalukan seperti ini, Pelatih." ketus Anna yang merasa tersindir.
Cristian mencontohkan cara squat yang benar dan dia berdiri di belakang Anna untuk membantunya. Anna semoat terkejut saat tangan Cristian berada di pinggang nya. Anna berusaha melakukan squat seperti yang dicontohkan oleh Cristian namun ia malah terjatuh dan menduduki Cristian. Cristian mengernyit menahan sakit namun dia berusaha bersikap biasa saja.
__ADS_1
"Maafkan aku, Pelatih. Apa kau baik-baik saja?" tanya Anna khawatir.
"Aku baik-baik saja. Ayo lanjutkan." kata Cristian yang menutupi rasa sakit di lututnya.
Mereka kembali melakukan nya lagi hingga Anna berhasil dalam posisi squat yang benar.
"Apa yang kau katakan itu benar?" tanya Cristian tiba-tiba.
"Kata-kata ku yang mana?" tanya Anna yang bingung.
"Dimana kau mengatakan jika dulu kau adalah gadis yang cantik dan disukai banyak pria" ucap Cristian dan Anna langsung berdiri tegak dan melihat ke arah Cristian.
"Apa kau sangat penasaran?" tanya Anna lagi dan Cristian hanya menatap Anna dalam. Mereka saling menatap kembali dan jantung Cristian berdebar sangat cepat membuatnya salah tingkah.
"Ayoo....fokus kembali pada latihan. Maaf atas pertanyaan ku." ucap Cristian.
***
Pagi hari telah tiba kembali, Anna terbangun dari tidurnya.
Dia memulai kebiasaan baiknya, tidur di ranjang, peregangan 20 menit setelah bangun tidur, meminum obatnya dan air hangat. Anna merasa bayang-bayang Cristian selalu muncul untuk mengawasi aktifitas nya.
Ia juga mengubah posisi duduknya. Kepala tegak dengan dagu terangkat, pinggang lurus dan pinggang di kencangkan.
Untuk makan nya Anna memakan salad sebagai sarapan nya, ia memakan dengan tidak berselera. Anna melihat bayangan Cristian yang sedang duduk di hadapan nya dengan tersenyum lebar.
"Pergi.... Ku bilang pergi.!!!" seru Anna. Dan bayangan Cristian menghilang begitu saja.
__ADS_1
##Bersambung.....