My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 10. TIDURLAH DENGANKU.


__ADS_3

Beberapa bulan kemudian..


Gabriel Kenzo tengah menghadiri acara pesta dari sahabat karibnya Ryan yang baru saja menikah. Acara tersebut dihadiri oleh banyak sekali pengusaha sukses, termasuk Gabriel sendiri.


"Silahkan Tuan, lewat sini." Ujar Staf Hotel yang menyambut kedatangannya.


Dengan ekspresi datar, Gabriel turun dari mobilnya. Semua anak buahnya sudah berbaris rapi, demi menjaga keamanannya.


Mata elangnya, membuat siapapun yang menatapnya akan merasa terintimidasi. Istilah Serigala berwajah Angsa, wajah rupawan Gabriel tidak terlihat jika sebenarnya dia seorang pria yang tidak memiliki hati.


Pak Darko menyambut kedatangan pemuda tersebut, ia tampak sangat senang melihat tamu yang sudah lama mereka tunggu kehadirannya. Apalagi sekarang, bisa dibilang Gabriel adalah pengusaha nomor 1 di negera tersebut.


Kini Gabriel menjadi orang yang ditakuti banyak kalangan. Bukan hanya karena bisnisnya, namun juga pengaruhnya yang sangat besar.


"Kenzo, akhirnya kau kembali. Apakah Jerman sangat nyaman, sampai-sampai kau lama sekali tidak pulang?"


Sapaan dari suara yang begitu akrab di telinga Gabriel. Dia adalah Ryan, teman karibnya semasa kuliah dulu. Keduanya pun saling berpelukan untuk melepas kerinduan.


"Hai Ryan, apa kabar kau sekarang?"


Gabriel melepas pelukannya. "Gadis cantik mana yang berhasil memikat mu, hm? Aku sangat penasaran."


Ryan tersenyum, mereka berdua memang sahabat saat masih di SMU dulu. Dan semasa di Indonesia, sahabat Gabriel hanyalah Ryan seorang. Karena Gabriel merupakan orang yang tertutup dan juga dingin pada orang lain.


Sedang asyik-asyiknya bercengkerama setelah sekian tahun. Sapaan dari seorang perempuan membuat dua pria itu menoleh.


"Ken, apakah ini kau? Astaga, sudah lama sekali kita tidak bertemu."


Gabriel menatap datar gadis cantik dihadapannya. Ternyata itu adalah Angela, salah satu mantan kekasihnya saat masih kuliah dulu.


Ryan berbisik pada Gabriel. "Jo, aku tidak menyangka Angela akan datang. Aku kira dia masih di LA"


Gabriel tidak menjawab, dia masih memperhatikan perempuan cantik yang berjalan kearah mereka berdua. Gadis cantik yang harus di pacari walaupun dia tidak menyukainya.


"Long time no see, my Angel" sapa Gabriel.


Pria itu mengambil alih minuman yang dibawa Angela tanpa perlawanan sedikitpun.


"Aku tidak menyangka kita bertemu disini. Apa kabar, Ken?" Angela bertanya dengan lembut.


"Baik, kau sendiri apa kabar?"


"Syukurlah. Aku juga sangat baik" balas Angela dengan senyuman tertahan.


"Sudah sudah, lebih baik kita segera masuk dan menikmati pesta. Kita anggap ini sebagai Reuni dadakan, oke?"

__ADS_1


Ryan merangkul Gabriel dan Angela, kemudian mengajak kedua temannya itu masuk kedalam gedung. Sebelum keduanya kembali panas, karena mengingat masa lalu mereka yang sengit.


...***...


Didalam Pesta, Gabriel tak bisa mengalihkan pandangannya dari Angela. Setelah hampir 5 tahun tidak bertemu, ia tidak menyangka akan langsung bertemu dengan gadis itu lagi.


Dia merasa sedikit menyesal, karena telah menjalin hubungan dengan Angela walaupun dia tidak mencintainya. Itu semua dia lakukan karena merasa kasihan pada Angela yang selalu mengejarnya.


Ya, walaupun akhirnya mereka tetap harus berpisah.


“Masih merasa bersalah?” tanya Ryan dengan pelan.


Laki-laki itu tau apa yang sedang di pikirkan oleh sahabatnya ini. Dia pasti sedang mengenang masa lalu mereka.


"Kau pikir aku punya hati? Omong kosong!"


Gabriel mengalihkan pandangannya. Dia sudah tidak mau membahas hal ini lagi. Menurutnya, masa lalu hanya akan menghambat kemajuannya.


"Ken, dia datang. Aku akan memberikan kalian waktu berdua. Tapi ingat, jangan rusak acara ku" Ryan menepuk bahu Gabriel, sebelum pergi menyusul Istrinya.


“Cih! Berandalan itu,” gerutu Gabriel.


Angela datang membawakan minuman untuk Gabriel. Tapi ekspresi datar pria itu sama sekali tidak berubah. Gadis itu pun tersenyum manis, ia menyodorkan salah satu gelas.


“Untuk apa?”


"Aku tau kamu masih membenciku. Tapi, aku hanya ingin memperbaiki pertemanan kita saja, Ken. Please!" pinta Angela dengan memelas.


Walau sempat menghela napas berat, namun Gabriel tetap menerima minuman tersebut. Angela berdiri disebelahnya, menatapnya dengan sorot yang penuh kerinduan.


"Kau masih mengingatnya?" tanya Gabriel.


Angela mengangguk. "Iya, walaupun kebersamaan kita hanya sebentar. Tapi aku masih bisa mengingat semua tentangmu"


“Maksudmu?”


“Tentu saja, jika bukan karena Amanda. Kita pasti masih bersama bukan?”


Byurrrr!


Tanpa disangka oleh Angela, tiba-tiba Gabriel mengguyur nya dengan Jus Blueberry yang tadi gadis itu berikan. Angela mendelik taham kearahnya.


“KENZO! Apa yang kau lakukan?!”


Gabriel menatapnya dengan tajam, walaupun dia tidak menyukai adiknya, namun dia lebih tidak suka jika orang lain menjelekkan adiknya.

__ADS_1


"Teliti lagi kata-katamu, itu hanya hukuman kecil untuk penafsiran mu yang salah” kata Gabriel dengan datar.


"Kau memang brengsek, Ken!!"


Angela hendak menampar Gabriel yang melangkah mundur, namun tanpa mereka sadari, ada seorang gadis yang tidak sengaja melintas dibelakang Gabriel.


Karena tidak sempat menghindar, alhasil Gabriel harus menabrak gadis tersebut hingga membuat keduanya terjatuh.


“Akhh!!”


Gabriel memekik sakit, karena gadis itu malah menimpanya. Jas nya juga tak lepas dari siraman jus strawberry yang dibawa gadis tersebut.


“Apa yang sudah kau lakukan, hah?! Menyingkir dari ku” pekik Gabriel galak.


Gadis bergaun putih itu segera bangkit. Tampak sekali jika dia sangat ketakutan, apalagi ketika anak buahnya menghampirinya serta menahan kedua tangannya.


"TUAN KENZO!" seru para pengawal Gabriel.


“Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!” pinta gadis tersebut.


“Kau seharusnya tau siapa yang kau tabrak gadis?” bentak salah satu pengawalnya.


Gabriel dan gadis itu saling menatap satu sama lain, kini mereka menjadi pusat perhatian semua orang. Terutama Angela yang merasa puas karena Gabriel terbalas dengan sendirinya.


Wajah Gabriel terlihat begitu marah. Dia menatap tajam si gadis lalu menarik dagunya dengan sangat kasar. Mata gadis itu terlihat mulai berkaca-kaca, sepertinya dia ingin menangis.


Sekilas gadis itu menatap temannya yang juga sedang ditahan oleh anak buah Gabriel.


“Tolong lepaskan temanku!” pinta gadis itu dengan memohon.


Gabriel tersenyum sinis. “Apa yang barusan kudengar, kau memintaku untuk melepaskan temanmu?”


Dengan yakin dia menganggukkan kepalanya. Gabriel semakin heran dengan gadis ini, bisa-bisanya dia masih memikirkan temannya disaat dia sendiri juga sedang ketakutan.


Karena gemas dengan sikap sok peduli gadis itu, Gabriel pun menarik topengnya hingga membuat gadis itu terkejut.


Keduanya sama-sama terdiam, apalagi Gabriel yang tampak tidak asing dengan wajah gadis tersebut. Tak lama kemudian Gabriel menarik gadis itu hingga berada di dekapannya, semua orang berseru kaget atas tindakan yang dilakukan oleh Gabriel.


Gadis itu berusaha melepaskan dirinya, namun tenaga Gabriel jauh lebih besar darinya. Dia tidak bisa berbuat apa-apa sekarang.


“Aku akan melepaskan temanmu, tapi dengan satu syarat!” Gabriel sengaja berbisik pelan, agar tidak ada yang bisa mendengar mereka.


“Apa yang kau inginkan?” tanya gadis itu.


“Malam ini, tidurlah denganku!”

__ADS_1


__ADS_2