My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 7. PERTENGKARAN 2 GADIS.


__ADS_3

“Dengar! Kamu harus bertanggung jawab! Aku tidak peduli walaupun kamu adalah anak Presiden sekaligus!”


Nabila tidak mau mengalah sedikitpun kepada gadis sombong didepannya. Sudah jelas jika dia yang salah, karena telah menyenggol sepeda yang dikendarai oleh temannya Arini.


“Gara-gara kamu, semua barang-barang temanku jadi rusak! Bukannya meminta maaf, malah menyiksa orang. Dasar tidak berpendidikan!!” Nabila memakinya habis-habisan.


Sampai-sampai gadis bernama Amanda itu tidak bisa berkata apa-apa. Nabila memang lebih muda satu tahun darinya, tapi gadis berparas manis itu memiliki keberanian yang sangat besar.


“Dasar gadis miskin! Beraninya kau berbicara seperti itu padaku?!” pekik Amanda tidak terima.


Apa ini?! kenapa sekarang Amelia yang berteriak. Jelas-jelas dia yang salah, bukannya meminta maaf karena sudah hampir mencelakai Arini. Justru gadis ini malah menampar Arini didepan banyak orang.


Jika saja tidak ada hukum di Negara ini. Nabila pasti sudah memukul wajah gadis ini hingga babak belur.


“La, sudahlah. Jangan berdebat lagi, kumohon.”


Arini mencoba untuk membujuk Nabila agar berhenti. Semua orang sedang menjadikan mereka sebagai tontonan, dia tidak ingin Nabila mendapat pandangan jelek dari orang sekitar.


Tetapi sepertinya Nabila sudah terlanjur murka. Dia sudah tidak bisa dihentikan lagi, lagipula tujuannya bukan hanya untuk membela Arini. Justru yang dia lakukan agar membuat orang sombong seperti Amelia ini sadar, jika uang bukanlah segalanya.


“Hey, gadis tidak tau diri. Kau pikir aku peduli dengan nasib temanmu?” Amanda berkata dengan dingin.


Tangannya mengepal kuat-kuat, Nabila masih diam dan mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut gadis sombong itu.


“Kau benar-benar sudah membuat kesalahan besar!”


Nabila berjalan cepat menghampiri Amanda. Tanpa diduga oleh siapapun, Nabila langsung menarik rambut Amanda hingga gadis itu berteriak kesakitan.


“Brengsek! Lepaskan aku! Sakit!” Amanda mengeluh kesakitan, tapi Nabila tidak mau melepaskannya.


Pak Bimo yang melihat perkelahian gadis-gadis itu, segera berlari menghampiri untuk melerainya. Dia menarik Amanda agar tidak menyerang Nabila.


“PAMAN! LEPASKAN AKU, BIAR AKU HAJAR GADIS TIDAK TAHU DIRI INI!” Amanda berteriak dengan keras.


Semua orang semakin tertarik dengan pertengkaran dua gadis itu. Mereka mulai mendekat untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi, tanpa mereka ketahui jika Amanda adalah adik dari seorang Gabriel Kenzo.


“Nona! Tolong berhenti, lihatlah semua orang sedang memperhatikanmu.” Ujar Pak Bimo memberitahu.


“Jika Tuan Kenzo melihatnya, dia akan sangat marah dengan anda Nona. Tolong, ingat kembali tujuan anda datang kembali ke Indonesia.”


“Paman!! Aku tidak peduli! Gadis ini benar-benar menyebalkan, aku tidak akan memaafkan dia!” Amanda hendak menghampiri Nabila, namun Pak Bimo berhasil menahannya lagi.


“Saya tidak tau apa yang akan dilakukan Tuan Kenzo, jika beliau mengetahui ini semua” kata Pak Bimo dengan menekankan kalimat akhirnya.

__ADS_1


Akhirnya gadis itu benar-benar berhenti meronta, dia menoleh kearah Pak Bimo dengan ekspresi yang sangat kesal. Kemudian Amanda kembali menatap kearah Nabila yang tersenyum penuh kemenangan.


“Arghh! Baiklah, hanya untuk kali ini saja!” Keputusan Amanda yang merasa terpojok.


Dengan penuh amarah dia berjalan masuk kembali kedalam mobilnya. Saking kesalnya, Amanda menutup pintu mobilnya dengan cara membantingnya. Pak Bimo hanya bisa menggeleng lemah dengan sikap kekanakan majikannya tersebut.


“Jadi, sekarang kita mau ke Rumah Sakit?” Pertanyaan Nabila membuat Pak Bimo memandanginya.


“Iya Nona. Sebelumnya saya meminta maaf atas perlakuan Nona Amanda yang sangat kekanakan. Kami akan membawa teman anda ke Rumah Sakit terdekat sekarang juga”


“Eit! Jangan lupa dengan ganti rugi makanan kami.” Ujar Nabila mengingatkan.


Sekali lagi, Pak Bimo hanya menganggukkan kepalanya. Matanya memandangi wajah Nabila dengan lekat, dia tidak pernah bertemu dengan gadis bertekad kuat seperti Nabila.


Jujur saja, dia merasa kagum atas perkataan yang keluar dari mulut gadis tersebut. “Kami akan mengganti semua kerugiannya, Nona.”


...***...


Nabila sedang menunggu sendirian di kursi pengunjung. Saat ini dia sedang menunggu Arini yang sedang mendapatkan perawatan atas luka-luka yang dia alami.


Disebelahnya, Pak Bimo terus memperhatikan wajahnya yang terlihat tidak asing. Nabila menyadarinya lantas menoleh kearah Pak Bimo.


“Apa ada hal yang ingin Bapak tanyakan? Aku rasa Bapak terus memperhatikanku dari tadi” tutur Nabila, yang ternyata menyadarinya.


“Benarkah?”


“Hm, dia orang yang sangat berarti bagi Tuan saya. Gabriel Kenzo” kata Pak Bimo.


Nabila hanya tersenyum mendengarnya.


Mereka berdua kembali mengobrol sembari menunggu Arini. Saat sedang asyik-asyiknya mengobrol, Amanda datang dengan pandangan tidak sukanya. Nabila membalas pandangan tersebut, yang membuat Amanda kembali naik pitam.


“Apalagi?!”


Nabila tidak menjawab, dia hanya tersenyum tipis. Nabila lebih memilih untuk mengabaikan Amanda. Karena dia tau, jika dia tetap menanggapinya. Yang ada hanyalah perselisihan yang kembali memuncak.


“Nona, Tuan Kenzo sebentar lagi akan menjemput anda” kata Pak Bimo memberi tahunya.


Amanda tersenyum miring. “Benar juga, biarkan El yang mengatasi gadis seperti dia. Hanya perlu satu sentuhan, maka hidupnya akan menderita”


Nabila tidak paham apa yang dikatakan oleh Amanda. Memangnya siapa orang yang bernama Kenzo itu, kenapa mereka seperti sangat mengagungkannya.


“Hey, lihat saja ya. Setelah ini, El pasti akan memberimu pelajaran! Awas saja kau ya!!” seru Amanda memberikan peringatan.

__ADS_1


Tangannya mengepal kuat, dia sudah berusaha untuk sabar. Tapi gadis macam Amanda ini memang suka sekali perdebatan. Baiklah! Nabila akan melayaninya.


“Kamu pikir aku peduli?!" Nabila menatap dingin Amanda "Dari caramu bicara dengan orang lain saja, kamu tidak punya sopan santun. Jadi untuk apa aku takut dengan ancaman mu itu.”


Amanda merasa geram dengan sikap lancang Nabila. Sepertinya mereka memang tidak bisa aku, terlihat keduanya memiliki perbedaan sifat yang sangat signifikan.


"Nona, tolong jangan buat keributan. Ini di Rumah Sakit." ucap Pak Bimo yang hampir frustasi.


Seharusnya dia mendengarkan ucapan Tuan Kenzo, untuk tidak membawanya berkeliaran diluar. Amanda memang sangat sulit untuk ditangani.


Tak lama ponsel Pak Bimo kembali berbunyi, itu adalah panggilan dari Tuan Kenzo atasannya.


[Paman, aku sudah sampai. Dimana kalian? Sekarang, jemput aku di depan!]


Terdengar suara Tuan Kenzo dari seberang. Sontak Pak Bimo berdiri sembari celingukan ke arah kanan dan kiri.


"Baik Tuan, saya akan ke depan sekarang" beliau pun berlari pergi meninggalkan Amanda dan Nabila berdua saja.


Amanda hanya melirik kepergian Pak Bimo. Ini adalah kesempatan baginya untuk memberi pelajaran pada gadis lancang ini.


"Hey gadis tidak tau diri! Siapa namamu?!"


Nabila melirik sebal, apa-apaan maksud gadis ini. Bertanya tapi dengan nada yang angkuh, sangat menyebalkan!


"Kamu ini bertanya atau mau ngajak ribut?"


“Sudahlah, apa susahnya tinggal menjawab?"


"Kalau aku tidak mau?"


Amanda menyilang kan kedua tangannya. "Jangan uji kesabaran ku, kau tidak tau jika aku sudah murka"


Dengan tersenyum sinis, Nabila malah menantang gadis didepannya itu.


"Aku penasaran, gadis sombong ini akan menjadi apa jika sudah murka?"


"Dasar tidak ta—"


"AMANDA!"


Perdebatan keduanya terhenti ketika sebuah suara memanggil Amanda, yang membuat keduanya menoleh ke arah belakang.


"EL!"

__ADS_1


__ADS_2