My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 15. HADIAH DARI GABRIEL


__ADS_3

Pelajaran fisika berjalan seperti biasanya. Namun Nabila terlihat tidak sedang fokus belajar. Dia masih memikirkan kejadian kemarin, dan hal itu benar-benar mengganggunya.


Nabila tersentak kaget ketika ponselnya bergetar. Dia pun buru-buru mematikannya, dia memandangi nomor baru tersebut. Tidak ada keterangan nama, Nabila tidak mengenal nomor tersebut.


Nomor itu kembali melakukan panggilan, Nabila sudah menolaknya hingga ke delapan kalinya. Seperti nya itu panggilan yang penting, dia pun segera meminta ijin kepada Dosennya untuk ke kamar mandi.


Setelah berada di luar kelas, nomor itu kembali menelpon. Nabila pun mengangkat panggilan tersebut.


“Hallo, ini siapa?” tanya Nabila.


[Hey gadis! Kenapa kau tak kunjung mengangkat panggilanku?!]


“Hah?!” Nabila menjauhkan ponselnya, sepertinya ini tidak asing. “Gabriel?”


[Kau masih mengingatku?]


Lalu suara gelak tawa mulai terdengar dari seberang telepon. Nabila terkejut karena Gabriel bisa menghubungi nomor pribadinya, padahal dia tidak pernah memberikan kepada sembarangan orang.


“Kamu benar-benar Gabriel?”


[Menurutmu siapa lagi? Ku kira kau sudah melupakanku, ternyata dugaanku benar.]


“Apa?!” sahut Nabila cepat.


[Aku tau kau tidak akan bisa melupakanku,]


“Hey! Dari mana kau tau nomor ponselku?!”


Entah bagaimana caranya Gabriel bisa mendapat nomornya. Hal ini membuat Nabila sedikit paranoid, dia takut jika Gabriel mendapatkan semua tentang informasi dirinya.


[Astaga galak sekali, tapi inilah yang aku rindukan]


kali ini Gabriel sengaja menggodanya. Dia ingi mendengar reaksi Nabila yang selalu menyenangkan menurutnya.


“Hentikan semua ini, sebenarnya apa maumu?!”


[Hey tenanglah, kenapa kau sangat berapi api seperti ini]


“Tidak usah basa-basi. Cepat katakan, apa tujuanmu menelpon ku? Jangan menganggu ku lagi!” tegas Nabila yang sudah merasa muak.


“Baiklah baik, tidak usah marah seperti itu. Aku hanya ingin bertanya, apa kau sudah menerima hadiah yang aku kirimkan?”


Nabila mengernyit. “Hadiah, hadiah apa maksudmu?”


[Dasar! Kau belum membuka lokermu pagi ini?]


Nabila menoleh, apa barusan Gabriel baru mengatakan lokernya. Apa yang sudah lelaki itu lakukan kepada lokernya. Tanpa pikir panjang Nabila segera berlari ke depan menuju lokernya.

__ADS_1


Nabila mencari-cari loker bernomor 474, setelah menemukannya dia pun segera membukanya dengan kunci yang selalu Nabila bawa.


“Apa ini?” Nabila mengambil sebuah kertas cek yang berisi uang ratusan juta.


[Kau sudah melihatnya?]


Suara itu kembali terdengar, Nabila kembali menempelkan ponselnya ke telinga.


“Hey! Apa ini?!”


[Itu uang bodoh! Apalagi?!]


“Aku tau ini uang, maksudku apa arti ini semua? kenapa kamu memberiku cek sebesar ini?”


Nabila benar-benar bingung dengan maksud Gabriel. Dia tidak mengerti sama sekali dengan tujuan Gabriel.


[Kau ini pura-pura bodoh atau memang sangat bodoh?]


“Aku ini tanya, kenapa mengataiku bodoh?!” kesal Nabila yang tidak terima.


[Uang itu untukmu, kau bisa menggunakannya. Tapi sebagai gantinya, kau harus mengikuti apapun yang aku katakan.]


Nabila tidak mengerti dengan jalan pikir. “Kamu benar-benar orang sinting Gabriel! Kamu pikir aku perempuan seperti apa?”


Namun Gabriel hanya tertawa puas mendengar keluhan Nabila. Justru yang dia lakukan malah mematikan ponselnya secara sepihak.


...***...


Butuh waktu yang cukup lama bagi Nabila dapat menemukan Kantor Kenz. Ternyata perusahaan itu berada di naungan gedung tertinggi di kotanya. Dia tidak menyangka, jika Gabriel adalah orang yang sangat kaya raya.


Ketika sampai di dalam gedung, dia melihat seorang wanita cantik yang Nabila yakini adalah resepsionis disana. Dia sebenarnya ragu untuk bertanya, namun Nabila tidak memiliki pilihan lain.


“Selamat siang Nona, ada yang bisa saya bantu?” sapa wanita itu ketika melihat Nabila menghampirinya.


“Gabriel Kenzo, saya ingin bertemu dengannya” jawab Nabila dengan jujur.


Mimik wanita itu sedikit berubah, ekspresi wajahnya tampak ragu setelah mendengar permintaan Nabila. Bahkan wanita itu sempat menatap Nabila dari atas kepala hingga kebawah kaki.


“Bertemu dengan Pak Gabriel Kenzo?”


Nabila hanya menganggukkan kepalanya. Dia tidak tau bagian Gabriel disini itu apa, yang jelas hanya itu saja yang dia ketahui tentang seorang Kenzo.


“Oh, Direktur? Maaf Nona, tapi Direktur sedang tidak ada di Kantor. Dan juga, jika ingin bertemu dengan Direktur Nona harus membuat janji terlebih dulu” ucap wanita itu menerangkan.


“Janji? Apa perlu harus membuat janji jika ingin bertemu?”


Wanita itu hanya menjawab dengan anggukan pelan. Nabila merasa kesal, dia memikirkan bagaimana cara untuk bertemu dengan Gabriel.

__ADS_1


Dia pun teringat tentang nomor Gabriel yang tadi sempat menelponnya. Dia pun memutuskan untuk melakukan panggilan kepda laki-laki tersebut.


Wanita itu tampak memandangi Nabila yang berjalan menjauh. Gadis iu berdiri di sebelah pintu masuk, sembari sedang menghubungi seseorang.


Nabila terus berusaha menghubungi Gabriel, namun tidak juga mendapat balasan. Gadis itu baru berhenti ketika suara gemuruh dari para karyawan berhasil mengejutkannya.


“Cepat-cepat! Sebentar lagi Direktur datang!” ujar salah satu karyawan dengan keras.


Nabila sama sekali tidak mengerti dengan apa yang sedang terjadi. Hingga akhirnya suasana tiba-tiba menjadi senyap. Hanya ada suara langkah kaki yang bersahutan.


“Siapa yang datang? Kenapa semua orang berbaris disini?” tanyanya dengan penuh rasa penasaran.


Karena didepannya ada beberapa laki-laki yang jauh lebih tinggi, akhirnya Nabila harus melompat agar bisa melihat siapa yang datang.


Tak berhasil juga, gadis itu tidak kehilangan akal. Dia mendesak masuk kedalam barisan itu, hingga akhirnya melihat siapa sosok yang datang tersebut.


“Gabriel..”


Orang itu adalah Gabriel Kenzo dan juga ada seorang perempuan cantik yang sedang berjalan bersamanya sembari bergelanyut mesra.


“Dasar.. laki-laki mesum!” umpat Nabila yang merasa sebal.


Beberapa orang yang mendengarnya hanya melirik sekilas kearah Nabila. Mereka pikir siapa Nabila yang berani mengumpat seperti itu kepada Direktur mereka.


“Selamat datang Direktur, selamat datang Nona Sofia” ujar Noah menyambut keduanya.


“Hai Noah, apa kabar?” tanya Sofia dengan ramah.


Mereka seperti sudah akrab satu sama lain. Namun beda halnya dengan ekspresi dingin yang malah ditunjukan oleh Gabriel.


“Kabar saya baik Nona, bagaimana dengan perjalanan anda? Apakah aman?”


Sofia tersenyum. “Karena Tuan Kenzo sendiri yang menjemput ku, aku merasa begitu bahagia”


Sofia menoleh ke arah Gabriel yang tersenyum, tanpa rasa malu dia mengecup pelan pipi kanan Gabriel.


Nabila yang melihatnya pun merasa muak. Hal itu mengingatkannya kembali tentang kejadian di taman dan juga loker olahraga. Sungguh, Nabila sangat merasa menyesal karena sudah melakukannya.


Saat ini, Nabila tidak langsung menghampiri Gabriel. Dia mengawasi Gabriel yang berjalan menuju ke arah lift. Tetapi anehnya, Gabriel dan gadis itu masuk kedalam lift yang berbeda.


‘Penyerangan akan dimulai!’ —Nabila memakai topi dan masker yang dia bawa didalam tasnya.


Sesaat pintu lift tempat Gabriel berada akan tertutup, saat itu pula Nabila berlari melesat dan masuk kedalam lift tersebut.


“HEY! SIAPA GADIS ITU?”


Beberapa pengawal Gabriel tersentak kaget atas tindakan yang Nabila lakukan. Mereka pikir jika Gabriel sedang diserang, namun semua sudah terlambat. Pintu lift sudah tertutup, akhirnya mereka berlari menuju ke arah tangga darurat.

__ADS_1


Sedangkan didalam lift, Gabriel masih terpaku diam. Dia hanya menatap lekat kearah gadis bermasker serta bertopi itu tanpa melakukan apa-apa.


__ADS_2