
PLAK!
Sebuah tamparan yang cukup keras mendarat sempurna di wajah tampan Gabriel. Tamparan itu berasal dari Nabila yang merasa tidak terima, karena Gabriel sudah berani merendahkannya.
Semua orang terkejut, termasuk Angela yang masih berada disana. Dia tidak menyangka ada seseorang yang berani menampar seorang Kenzo!
Nabila menatap Gabriel dengan sangat tajam, rahangnya mengeras karena marah.
“Jaga mulutmu! Aku bukan orang seperti itu!!” umpat Nabila yang emosi.
Gabriel hanya tersenyum sinis sembari mengusap pipinya yang baru saja ditampar. Dia tidak menyangka, ternyata ada juga orang yang berani menentangnya seperti ini.
Sayangnya Nabila tidak bisa melihat wajah Gabriel yang sedang mengenakan topeng. Beda halnya dengan Gabriel yang mulai mengingat wajah Nabila, mereka pernah bertemu sebelumnya. Namun Gabriel tidak yakin dimana.
Tanpa diduga oleh keduanya, tiba-tiba Angela menarik tangan Nabila kemudian menampar wajahnya dengan cukup keras.
“lancang sekali! Kau pikir siapa dirimu, berani sekali menampar Kenzo!”
Bagaimana pun juga, Angela masih mencintai Gabriel. Karena itulah dia tidak terima jika Gabriel di rendahkan didepannya.
“Angela, hentikan!” cegah Gabriel.
“Kenapa? Kenapa Kau diam saja, Ken! Gadis murahan ini sudah mempermalukan mu!”
Angela hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Ini bukan Seorang Gabriel yang selama ini dia kenal. Gabriel tidak pernah mau di rendahkan oleh orang lain, bahkan Ayahnya sendiri.
Sedangkan Nabila, gadis itu menjadi panas setelah Angela menyebutnya sebagai gadis murahan.
“Gadis murahan?”
Angela menoleh. “Apa ada yang salah? Kau memang gadis murahan, bukan?”
“Jaga mulutmu!”
“Kau tau Gabriel adalah orang kaya! Karena itu kau sengaja menggodanya kan?” tuduh Angela.
“Kubilang berhenti!” pinta Nabila.
Namun Angela tidak mau berhenti. “Kau melakukan semua ini hanya untuk mendapatkan uangnya!!”
Tuduhan konyol macam apa lagi ini. Angela benar-benar sengaja mempermalukannya di depan banyak orang. Matanya memanas karena rasa sakit hati dari dalam hatinya.
Perdebatan itu baru berhenti ketika pemilik acara akhirnya datang untuk meredakan emosi Angela.
"Hey! Ada apa ini, kenapa ribut sekali?"
Ryan melihat Angela yang sedang berhadapan dengan seorang gadis yang tidak dia kenal. Sedangkan disana juga terdapat Gabriel yang semakin membuatnya terheran-heran.
“Ken, ada apa ini?” Ryan mendekati Gabriel.
__ADS_1
“Gadis ini!! Untuk apa kamu mengundang gadis murahan seperti dia, Yan?!” sela Angela yang lebih cepat.
Semua mata menatap kembali kearah Nabila.
“Kau siapa? Aku tidak mengenalmu, siapa yang mengundangmu datang kemari?”
Semua tampak terkejut mendengar penuturan Ryan. Apalagi Karin, gadis itu bingung harus menjelaskan bagaimana. Disana tidak Mila, alhasil mereka tidak bisa berkata apa-apa.
Nabila benar-benar kebingungan sekarang, dia tidak melihat Mila ada disana. Tidak ada yang bisa menolongnya saat ini.
“A—aku di—“
“Usir saja dia! Dia hanya akan merusak acara mu, Ryan!”
Angela terus memberikan provokasi kepada Ryan beserta Istrinya. Mereka tampak tidak suka melihat kehadiran Nabila di dalam pesta tersebut.
"Benar itu, usir gadis pengganggu ini!"
"Iya benar usir saja dia!"
"Usir usir!"
Kini semua orang mulai memojokkannya, Nabila benar-benar ketakutan sekarang. Seolah tidak ada yang menginginkannya sekarang.
Karena desakan dari tamu-tamunya, Ryan tidak memiliki pilihan lain. Dia berniat untuk mengusir Nabila dari pestanya. Namun tiba-tiba Gabriel kembali menghampiri gadis malang tersebut.
Bahkan mungkin hanya Nabila saja yang mendengarnya. Nabila menatapnya dengan mata yang gemetar tidak percaya. Tidak hanya itu saja, bahkan Gabriel menggenggam tangan Nabila dengan sangat erat.
“Aku tidak tahan melihatmu!” sindir Nabila.
Nabila menepis tangan Gabriel dengan keras, dia berbalik badan hendak pergi dari pesta tersebut. namun Gabriel segera meraih tangannya kembali.
“Kau berani membantahku?!”
“Tidak ada alasan bagiku untuk patuh padamu!”
Lagi dan lagi, Nabila melepas paksa tangan Gabriel. Gadis itu pun benar-benar berjalan pergi meninggalkan pesta tersebut.
...***...
Nabila berjalan tanpa alas kaki. Setelah berjalan cukup jauh, Nabila memilih untuk singgah sebentar di sebuah taman yang dia lewati. Dia duduk disalah satu kursi sendirian, benar-benar menyedihkan.
Angin malam berhembus dengan kuat, sedangkan Nabila hanya menggunakan gaun putih berlengan pendek. Tentu saja sebenarnya dia kedinginan.
“Kenapa aku bisa semalang ini? Sebenarnya apa dosaku dimasa lalu?”
Nabila menunduk dengan airmata yang tidak bisa dia bendung. Seketika ingatan tentang masa kecilnya kembali berputar. Dia merindukan Ayah dan Ibunya, tapi faktanya kini dia hanya hidup seorang diri.
Jika dipikir logika, kehidupannya benar-benar sangat berat. Disaat dia masih membutuhkan perhatian dari orang tersayangnya, dia harus kehilangan semua itu lebih awal.
__ADS_1
“Ayahl!!” lirihnya penuh amarah.
“Selain keras kepala, ternyata kau cukup berani juga ya!”
Terdengar sebuah suara di iringi dengan jas hitam yang mulai menutupi punggungnya. Nabila pun langsung mendongak untuk melihat orang tersebut.
“KAMU! KENAPA KAMU BISA ADA DISINI? KAMU MENGIKUTI KU?”
Nabila berteriak saat dia terkejut melihat pria bertopeng itu berada dibelakangnya. Gadis itu segera berdiri dan menjauh dari pria tersebut.
“Apa kau memang suka sekali berteriak?” tanya Gabriel sembari mengusap telinganya.
“Aku tidak peduli siapa namamu, Gabriel atau Ken. Entahlah, tapi aku benar-benar tidak ingin melihatmu lagi. Berhentilah mengikuti ku!”
Gabriel berdecak. “Apakah seperti ini balasan mu atas sikap baikku ini?”
Nabila hanya mengernyit bingung dengan ucapan pria tersebut. Dia sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud oleh Gabriel.
“Hey, aku sudah jauh jauh berlari kemari dan juga meminjamkan jas ku yang mahal itu. Bukankah harusnya kau berterima kasih padaku?”
Sontak Nabila melirik Jas yang berada di punggungnya, ia pun segera melepasnya dan melemparnya kembali kepada Gabriel.
“Kamu pikir aku membutuhkannya? Tidak! Terima kasih.”
Gabriel berdecak kesal dengan sikap Nabila yang menurutnya memang sangat keras kepala tersebut. Dia terdiam sementara dengan berkacak pinggang sembari mendelik kearah si gadis.
“Hey gadis! Kau tau ini jam berapa? Kau bisa mati membeku jika tetap berada disini!”
“Lebih baik aku mati membeku, daripada harus memakai jas mu yang mahal itu” cibir Nabila.
Gabriel tersenyum miring. Sedetik kemudian pria itu berjalan mendekat dan menubruk Nabila hingga gadis itu membentur pohon dibelakangnya.
Sedangkan Nabila hanya bisa terdiam dengan apa yang dia dapatkan. Pria bertopeng itu, sosok yang sama sekali tidak dia ketahui wajahnya.
Dia sedang menciumnya dengan mata yang terbuka. Nabila yang sudah mulai tersadar, berusaha mendorong pria itu agar menjauh.
Tapi sayangnya, tenaga yang dia miliki kalah jauh dari tenaga Gabriel. Nabila bisa merasakan Gabriel yang mulai ******* bibirnya seperti ******* sebuah permen.
Nabila tidak pernah menyangka jika ciuman pertamanya akan diambil oleh orang asing. Tak sampai disitu, Gabriel juga mulai meraba tubuhnya hingga di bagian paha.
Mata Nabila mulai memanas akibat perlakuan Gabriel tersebut. Dia pun meneteskan airmata karena tidak sanggup melawan tenaga pria tersebut.
Dia terus meronta ketika tangan Gabriel mengusap kulit pahanya. Saat itu, di dalam tubuhnya terasa ada sengatan listrik yang menjalar.
Nabila ingin melawan, namun kedua tangannya di kunci oleh Gabriel. Dia pun ingin berteriak, tapi mulutnya terkunci oleh ciuman Gabriel.
Setelah hampir lima menit Gabriel menjamah tubuh Nabila. Pria itu mulai menghentikan aksinya dan membisikkan sesuatu kepada Nabila.
“Mulai saat ini, kau adalah milikku!”
__ADS_1