My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 8. PRIA SIALAN!


__ADS_3

Seorang laki-laki dengan pakaian yang rapi, badan yang tinggi serta wajah yang sangat tampan, berjalan menghampiri Nabila dan Amanda.


Amanda tampak begitu senang ketika melihat pria itu datang. Saking senangnya, gadis itu langsung berlari menghampiri laki-laki tersebut.


“El, kau yang datang?” sapa Amanda.


"Apa yang kau lakukan? Berbuat masalah lagi?" tanyanya dengan suara datar.


Amanda tampak menggeleng, dia menunjuk kearah Nabila yang masih bergeming ditempatnya.


‘Siapa pria itu, mungkinkah dia kekasihnya?’ —pikir Nabila.


Pria itu sempat menoleh kearah Nabila. Mata mereka saling bertemu, namun tatapan matanya begitu dingin hingga membuat Nabila membeku didalamnya.


Nabila merasa seperti tidak asing dengan pria tampan tersebut. Dia merasa pernah melihatnya, hanya saja dia tidak bisa mengingatnya dengan jelas.


“Tidak mungkin, kau pasti membuat ulah lagi?” tanya laki-laki itu dengan nada yang mengintimidasi.


“Ga—briel, aku tidak bersalah. Gadis ini yang memulainya!” bantah Amanda kuat.


Amanda menarik Gabriel mendekat kearah Nabila. Dia ingin membuktikan jika dirinya tidak bersalah, melainkan Nabila lah yang bersalah.


“Kau harus memberinya pelajaran!” pinta Amanda dengan keras.


Sedangkan Gabriel, dia merasa jika urusan ini tidak perlu diperpanjang. Lagi pula Nabila hanyalah gadis belia yang tidak sengaja membuat masalah dengan adiknya tersebut.


“Tidak perlu di perpanj—“


Nabila merasa sudah direndahkan oleh Gabriel, dengan berani dia menyela ucapan laki-laki tersebut.


“Kalian pikir aku takut? Karena kalian merasa kaya, kalian bisa melakukan apapun kepadaku? Baiklah. Aku sangat menantikannya.” tantang Nabila yang terlanjur kesal.


Gabriel melirik Nabila yang juga sedang menatap tajam kearahnya. Dia tidak percaya gadis kemarin sore ini bisa berbicara seperti ini kepadanya.


“KAU!! BENAR-BENAR TIDAK TAU DIRI!” pekik Amanda.


Nabila hanya tersenyum tipis. Dia sengaja memancing amarah Amanda karena dengan begitu, karena dia tau betapa tempramental nya gadis tersebut.


“DASAR KURANG AJAR!”


Amanda mengangkat tangannya, dia hendak menampar Nabila. Namun Gabriel segera menghalanginya, ia menahan tangan Amanda sembari menatapnya tajam.


“Cukup! Aku yang akan mengurusnya!” tegasnya.


Gabriel menatap Nabila dengan tajam. Tanpa berkata apa-apa, dia segera menarik lengan Nabila dan membawanya pergi ke suatu tempat.

__ADS_1


“GABRIEL! KAU MAU KEMANA?! ”


...***...


“Lepaskan aku! Apa-apaan kau ini?! Sebenarnya mau kau bawa kemana aku!!”


Nabila berhasil menarik tangannya, setelah mereka sampai di ruangan serba putih. Dia tidak tau sedang ada dimana. Yang jelas laki-laki ini membawanya ke sebuah ruangan yang serba putih.


“Kenapa kau membawaku kesini? Jangan macam-macam kau, ya!”


Gabriel mengabaikan gadis itu. Dia berjalan kearah kursi yang ada disana, kemudian kembali memandangi Nabila dengan mata dinginnya.


“Jangan mencari masalah dengan dengannya!” kata Gabriel memperingatkan.


Nabila hanya tersenyum miring. Dia sudah menduganya, pria ini pasti kekasihnya. Dan tentu saja dia akan membela gadis sombong itu.


“Dengarkan aku. Permasalahan ini tidak perlu diperpanjang, jika kita berdebat diluar sana. Banyak orang yang akan melihat kita!”


Nabila sempat terdiam, namun sedetik kemudian dia kembali tersenyum. Nabila berjalan mendekati Gabriel yang sedang duduk bersandar di kursinya.


Tiba-tiba Nabila menarik dagu Gabriel untuk melihat kearahnya. Hampir saja bibir mereka berdua bersentuhan, hal ini berhasil mengejutkan seorang Gabriel.


Selama ini tidak ada satu perempuan pun yang berani menyentuhnya. Dia juga tidak mengijinkan siapapun untuk mendekatinya. Akan tetapi kali ini dia tidak menepis tangan Nabila, justru Gabriel membiarkan gadis itu melanjutkan aksinya.


"Memangnya apa yang sudah dia lakukan?" tanya Gabriel penasaran.


"Kekasihmu itu, dia sudah membuat temanku terluka. Dan kau menyuruhku untuk diam saja?!"


Nabila menatap sengit Gabriel. Seolah dia tengah melampiaskan semua kebenciannya terhadap orang kaya. Gadis itu pun hendak berbalik badan, namun Gabriel lebih dulu menariknya.


Nabila jatuh terduduk di pangkuan Gabriel. Secepat mungkin dia berusaha untuk bangun, namun tangan Gabriel malah menahan pahanya sembari meremasnya.


"Apa yang kau lakukan?!" pekik Nabila terkejut.


"Menurutmu apa?"


Gabriel menggodanya, dia menahan pinggul Nabila hingga tidak berkutik. Nabila mendelik tajam kearahnya, namun hal itu malah membuat Gabriel semakin tertantang.


“Brengsek! Dasar mesum, lepaskan aku!!”


"Jika aku tidak mau?"


Gabriel benar-benar semakin tertantang, laki-laki itupun mulai melakukan hal yang lebih kepada Nabila. Kedua tangan gadis itu berhasil dia kunci kebelakang tubuhnya.


"Kau berbicara seolah tidak mau. Tapi tubuhmu jelas-jelas menginginkannya."

__ADS_1


"Bodoh! Karena aku bukan wanita murahan!" sentak Nabila marah.


Gabriel mendekatkan wajahnya, dia bisa menghirup aroma vanilla dari leher Nabila. Laki-laki itu melanjutkan aksinya dengan mulai meniup lembut kulit leher Nabila.


'Sial! Kenapa aku melakukannya? Gadis ini berhasil membuatku terangsang.' —batin Gabriel.


Sejenak ia memandangi wajah manis Nabila yang tengah memejamkan matanya rapat-rapat. Gabriel tidak pernah menyentuh seorang wanita sampai seperti ini, tetapi Nabila berhasil menggodanya dengan sekali pertemuan.


'Dia tidak terlalu cantik, pakaiannya pun sangat biasa. Namun kenapa aku sangat ingin menyentuhnya. Lagi dan lagi' —pikir Gabriel.


Gadis itu memberontak. Dia tidak tahan dengan sensasi luar biasa yang baru pertama kali dia rasakan.


Tanpa di ketahui keduanya, sebenarnya sentuhan ini adalah yang pertama kali bagi mereka berdua.


“Dibalik sifat mu yang arogan, ternyata kau begitu sensitif.” Bisik Gabriel yang menyukainya.


“Lepaskan aku! Apa kau sudah gila?!”


“Kau adalah singa betina yang unik. Kali ini aku akan melepas mu, tapi jika kau mencari masalah lagi denganku. Tebak sendiri, apa yang akan kulakukan padamu!”


Karena tidak tahan, Gabriel mulai mengecup rahang Nabila. Gadis itu memejamkan matanya karena berusaha menahan sensasi aneh dalam dirinya.


Tidak hanya kecupan, Gabriel mulai berani menciumi dan juga menghisap kulit putih Nabila. Hampir lima menit, laki-laki itu melakukannya.


Mereka berdua benar-benar hanyut dalam pengalaman pertama mereka.


Setelah puas menghisap kulit leher Nabila hingga memerah. Akhirnya Gabriel melepaskan gadis tersebut, dia menatap Nabila yang masih memejamkan matanya.


'Gadis ini benar-benar menggoda'


Gabriel mendorong tubuh Keisya hingga terjatuh ke lantai. Gadis itu memekik sakit, namun Gabriel tidak terlihat menyesal sama sekali.


"Aku benar-benar menikmatinya, jika kita bertemu lagi. Mungkin aku akan melakukan hal yang lebih membuatmu senang" sindir Gabriel yang melihat Nabila menikmatinya.


Tanpa rasa bersalah, laki-laki itu berjalan keluar dari ruangan tertutup tersebut dan meninggalkan Nabila yang masih mematung diam.


Tangan gadis itu langsung meraba area lehernya. Bahkan ketika bibir pria itu menyentuhnya, masih jelas terasa.


Nabila bangkit dari duduknya dan segera berlari ke arah cermin yang ada di ruangan tersebut. Matanya membuat ketika dia melihat kearah pantulan cermin.


Di lehernya terlihat bekas memerah karena hisapan Gabriel. Bekasnya tidak hanya satu, namun ada dimana-mana.


Laki-laki itu sudah tidak waras. Bisa-bisanya dia melakukan hal ini kepada orang yang baru pertama kali dia temui.


Tangannya mengepal kuat. "Pria sialan!"

__ADS_1


__ADS_2