My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 11. SISI NABILA


__ADS_3

Nabila baru saja selesai dalam mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosennya. Sebagai Mahasiswi yang berasal dari jalur beasiswa, tentu saja dia bisa diandalkan karena kecerdasannya. Hal itu pula yang membuatnya sering di suruh oleh Dosennya mengerjakan sesuatu dan dibayar.


Ilegal memang, justru Nabila menyukainya karena dia bisa mendapat uang tambahan sebagai penopang hidup. Tapi tubuh tidak bisa membohongi, Nabila terlihat sangat lelah karena dia tidak memiliki waktu yang cukup untuk istirahat.


“La, setelah kelas apa kau ada acara?” tanya Arini.


Keduanya sedang berjalan menuju kelas selanjutnya. Mereka memang cukup dekat, dikarenakan sering menghabiskan waktu bersama di tempat kerja.


“Entahlah, aku sendiri masih bingung. Tetapi Karin dan Mila mengajakku untuk pergi ke pesta topeng malam ini”


“Kamu akan pergi ke sebuah pesta?” Arini tampak terkejut.


“Aku masih tidak tau, ikut atau tidak. Jujur saja aku sangat lelah malam ini,” lirih Nabila.


Arini mencoba wajar dengan hal tersebut, mereka berdua memang memiliki nasib yang hampir sama. Keduanya harus bekerja keras untuk bisa membantu perekonomian mereka. Perbedaannya adalah, Arini masih memiliki keluarga yang utuh, sedangkan Nabila hidup sebatang kara.


Tiba-tiba Nabila merasakan ada getar di sakunya. Sebuah panggilan telepon masuk kedalam Ponselnya. Saat dilihat, ternyata itu Mila yang pasti sedang menagih janji.


"Halo, Mil.."


"La, ini aku Karin. Kamu tidak lupa dengan acara malam ini, kan?" ternyata itu Karin —sahabatnya sejak SMP.


Nabila mendesah pelan. “Apa aku harus ikut?"


“Kau bercanda? Tentu saja wajib! Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama!” tegas Karin.


“Kalau kamu tidak ikut, maka kami berdua akan bersedih.” Imbuh Mila.


Nabila terdiam sejenak, dia melirik Arini yang hanya melemparkan pandangan heran. Sepertinya dia tidak bisa menolak ajakan dua kurcaci itu. Mereka akan terus meneror ponsel Nabila sampai dia mengiyakannya.


“Baiklah, aku ikut!”


Semua bersorak atas keputusan Nabila tersebut.


“Kalau begitu, kami akan menjemputmu pukul 5 sore. Tunggu kami didepan kampusmu, ok?!”


“Baiklah,”


Nabila segera menutup panggilannya, disebelahnya Arini hanya tertawa kecil. Dia berpikir jika kedua temannya tidak akan pernah gagal untuk merayunya.


...***...


"Nabila!! Lama sekali kita tidak bertemu!"


Mila berlari dan memeluk Nabila yang baru datang bersama Karin. Mereka semua memang sudah lama sekali bertemu, apalagi dengan kesibukan Nabila yang sekarang menjadi seorang Mahasiswa.

__ADS_1


"Dan sekarang kamu menjadi semakin cantik saja, Nabila!" ujar Mila yang merasa kagum dengan kecantikan Nabila.


"Aku baik, kalian sendiri bagaimana?" tanya Nabila.


"Hah, rasanya membosankan jika tidak ada kalian.Tapi di sana banyak pria-pria kaya yang tampan" jawab Mila yang membuat kedua temannya langsung mencibirnya.


"Dasar genit, sejak SMA tetap saja tidak berubah!" sindir Karin yang kesal.


"Hey, ingat lagi siapa yang mengajariku seperti itu!" Mila menyindir balik.


Nabila hanya tertawa kecil melihat perdebatan dua sahabatnya tersebut. Sudah lama sekali mereka tidak seperti ini, mungkin memang benar ucapan Arini. Ada kalanya Nabila perlu melupakan permasalahan hidupnya yang begitu rumit.


"Sudah berhenti! Lebih baik kita menikmati pesta malam ini, ayo!" ajak Nabila.


Kedua temannya setuju. Mereka bertiga mulai berjalan masuk kedalam area pesta, disana mereka melihat dekorasi pernikahan yang begitu cantik. Seolah tempat itu akan ditempati oleh sepasang Raja dan Ratu.


"Ternyata kamu memiliki sepupu yang sangat kaya, Mil!" tukas Karin merasa kagum.


"Entahlah. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengan Ryan, aku juga tidka menyangka dia bisa sukses seperti ini"


Disaat kedua temannya sedang bercerita tentang kekayaan yang dimiliki Ryan. Nabila malah melipir sendirian menuju ke meja minuman. Dua temannya tidak menyadari kepergian Nabila.


Karin yang menoleh kebelakang, baru menyadari jika Nabila sudah tidak berada ditempatnya. Dia pun sedikit panik karena mengingat sikap Nabila yang terlalu lugu itu.


“Mil! Nabila dimana? Bukankah tadi dia bersama dengan kita?”


“Kau ingat, Nabila sangat polos. Aku takut dia didekati oleh pria-pria aneh disini!” tegas Karin khawatir.


“Kalau begitu kamu cari dia kesana, aku akan mencari ke arah sebaliknya!”


Mila dan Karin pun membagi tugas untuk mencari keberadaan Nabila. Karin berjalan menuju kearea dekat dansa, dia ingat jika Nabila sangat menyukai pesta dansa. Bisa jadi gadis itu berada disana.


Dan benar saja dugaannya, tidak memerlukan waktu lama, Karin berhasil menemukannya. Dia melihat Nabila yang sedang memandangi orang-orang yang sedang berdansa.


PLUK!


“Nabila!!”


Gadis itu tersentak kemudian menoleh cepat. Ternyata Karin yang sudah mengejutkannya.


“Karin, ada apa?” tanya Nabila dengan polos.


“Kau itu yang apa-apaan. Haish! Nabila, kami berdua sudah mencari mu. Jangan menghilang lagi seperti ini!” ujar Karin marah. “Kau tidak melihatnya? Semua orang sedang memperhatikanmu sekarang!”


Nabila mulai memperhatikan sekitarnya. Betapa terkejutnya dia saat baru menyadarinya, semua para laki-laki disana sedang melihat kearahnya.

__ADS_1


“Kenapa mereka melihatku seperti itu?” Nabila tampak bingung.


“Tentu saja karena kamu cantik. Ini pakai!”


Karin memberikan sebuah topeng kupu-kupu berwarna putih. Warna yang senada dengan gaun yang kini Nabila kenakan.


Tanpa banyak bertanya, Nabila segera memakainya untuk menutupi wajahnya. Saat menggunakannya, entah kenapa Nabila malah terlihat jauh lebih cantik. Bibirnya sangat cantik dan menggoda, membuat laki-laki manapun pasti tertarik.


“Lebih baik kita mencari Mila sekarang!” ajak Karin.


“Baiklah”


Keduanya pun sangat tergesa-gesa, hingga Nabila tidak menyadari jika ada seseorang yang lewat dari sisi kirinya.


Seorang laki-laki tidak sengaja bertabrakan dengan Nabila, keduanya jatuh ke lantai dengan posisi Nabila diatasnya. Alhasil membuat minuman yang masih Nabila bawa, tidak sengaja menumpahi jas mahal yang dia gunakan..


Prang!!


Gelas itu jatuh dan pecah. Nabila masih sangat syok dengan kejadian tersebut, hingga suara bentakan dari pria tadi menyadarkannya.


“Apa yang sudah kau lakukan, hah?! Menyingkir dari ku”


Nabila mendelik takut, dia tidak tau apa yang harus dia perbuat kali ini. Apalagi ketika para laki-laki berbadan besar datang dan menahan kedua tangannya.


“Apa yang kalian lakukan? Lepaskan aku!” pinta Nabila.


“Kau seharusnya tau siapa yang kau tabrak gadis?” bentak pria disebelahnya.


Pria yang tadi terkena jus dari Nabila itu berjalan menghampiri Nabila. Dengan kasar dia menarik dagu Nabila agar melihat kearahnya, mata gadis itu gemetar dengan perasaan yang sangat takut.


Di sampingnya, Karin juga mendapat perlakuan yang sama akibat ingin membantunya. Nabila tidak tega melihat Karin di perlakukan seperti itu, karena ini semua bukan salahnya.


“Tolong lepaskan temanku!” pinta Nabila dengan memohon.


Pria itu tersenyum sinis. “Apa yang barusan kudengar, kau memintaku untuk melepaskan temanmu?”


Dengan gemetar Nabila menganggukkan kepalanya. Pria itu merasa heran, padahal sudah jelas dia sendiri sedang ketakutan. Tapi masih bisanya dia memikirkan tentang temannya.


Karena gemas dengan sikap sok peduli Nabila, pria itu pun menarik topengnya hingga membuat gadis itu terkejut.


Keduanya sama-sama terdiam, apalagi pria itu merasa tidak asing dengan wajah gadis tersebut. Tak lama kemudian Nabila ditarik olehnya hingga jatuh kedalam dekapan pria asing tersebut.


“Aku akan melepaskan temanmu, tapi dengan satu syarat!” bisik pria tersebut.


“Apa yang kau inginkan?” tanya Nabila.

__ADS_1


“Malam ini, tidurlah denganku!”


__ADS_2