My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 19. GABRIEL CEMBURU


__ADS_3

Saat sedang melakukan obrolan kecil bersama dengan Nando. Tiba-tiba Nabila menjerit singkat, gadis itu sangat terkejut. Semua orang melihat kearahnya, terutama dengan Nando yang merasa khawatir dengannya.


“Akhh!”


“Nabila, ada apa?”


Nabila tidak menjawab pertanyaan Nando, justru ia melirik kearah Gabriel yang sedang tersenyum miring kearahnya.


‘Dia memang sudah gila!’ —maki Nabila dalam hati.


Nabila dan Gabriel saling melempar pandangan. Nabila tidak percaya dengan apa yang sudah Gabriel lakukan kepadanya, bisa-bisanya pria itu menyentuh pahanya dengan menggunakan sepatunya.


Dia pasti sedang berusaha mengusik Nabila yang sedang mengobrol dengan Nando. Namun gadis itu tidak bisa percaya jika Gabriel akan melakukannya sampai sejauh itu.


“Nabila ada apa? Kenapa berteriak?”


Kali ini Pak Pradana yang bertanya, gadis itu hanya bisa beralasan. Dia tidak mungkin memberi tau apa yang sebenarnya terjadi.


“Tidak ada apa-apa, Pak. Saya hanya tidak sengaja menggigit lidah saya sendiri”


Mendengar jawaban tersebut, Nando justru merasa semakin gemas dengan Nabila.


Mereka pun kembali mengobrol, namun Gabriel tetap bersikap tidak kenal dengan Nabila. Bahkan ketika Pradana mengenalkannya, dia hanya memandang Nabila dengan sangat dingin.


Tidak terasa waktu berlalu dengan cepat, obrolan mereka pun sudah sampai di pukul 9 malam. Gabriel yang super sibuk itu pun harus mengakhiri pertemuan mereka semua.


Namun sebelum mereka pulang, Gabriel sengaja memberi satu makanan penutup secara istimewa. Mendapat perhatian dari Gabriel, Pradana merasa tersanjung dengan kebaikan hati Gabriel.


“Astaga Tuan Ken, padahal kami yang seharusnya mentraktir anda. Sekarang malah harus membuat anda repot”


“Tenanglah Pak Pradana, ini hanyalah hadiah kecil dari saya” balas Gabriel.


Nabila yang tidak sengaja berpandangan dengan Gabriel, merasa semakin muak ketika pria itu mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


“Sebenarnya, saya masih tidak percaya jika Tuan Kenzo mau bekerja sama dengan saya” ucap Pak Pradana dengan tulus.


Gabriel pun tertawa pelan. “Saya hanya membalas apa yang anda berikan, saya merasa bisnis ini memberikan banyak keuntungan jika kita bekerja sama.


Makanan penutup itu pun datang, tanpa ada rasa curiga sama sekali. Nando dan Pradana mulai menikmati makanan mahal tersebut. Dan lagi lagi, Gabriel tersenyum kearah Nabila


“Nona, kenapa anda tidak mencicipinya?” tanya Gabriel sembari menyangga dagunya dengan punggung tangan.


Nabila terdiam sejenak, dia menatap Gabriel dengan sangat sinis. Seolah dia tau dengan apa yang di pikirkan oleh pria mesum tersebut.


“Apa saya bisa mempercayai anda?” sahut Nabila dengan nada dingin.


“Anda berpikir saya akan memberi racun pada makanan tersebut, begitu?”


Nabila menunjuk Gabriel dengan sendok nya. “Entahlah, tapi sulit untuk mempercayai orang seperti anda”


Gabriel tertawa pelan, dia pun mencondongkan badannya ke depan. Dia meraih sendok yang Nabila pegang kemudian mengambil sedikit makanan gadis tersebut. Tak disangka dia memakan ice cream itu demi menunjukkan kepada Nabila jika makannya aman.

__ADS_1


“Bagaimana?” sinis Gabriel.


Pak Pradana merasa tidak enak atas sikap Nabila yang terkesan lancang. Dia pun langsung menegur gadis tersebut.


“Nabila, tolong jaga sikapmu. Tuan Kenzo sudah berbaik hati dengan kita, kamu seharusnya bisa menghargainya”


Mendengar teguran Pak Hermawan, Nabila hanya bisa diam menunduk. Dengan terpaksa dia menerima pemberian Gabriel dan mulai memakannya.


Gabriel tersenyum melihat Nabila memakannya, dari tatapannya sudah terlihat jika dia sedang merencanakan sesuatu terhadap gadis tersebut.


...***...


Nando mengantar Nabila ke apartemennya, atau lebih mirip dengan kost tersebut. Sedangkan Pradana sudah dijemput oleh Kevin.


“Nabila, terima kasih karena mau menemaniku” ucap Nando dengan tulus.


Nabila tersenyum. “Aku juga senang bisa menghabiskan waktu bersamamu.”


“Aku senang kamu sudah tidak marah padaku”


Nabila tertegun, benar juga yang dikatakan oleh Nando. Sejak tadi dia terus saja tersenyum kepada Nando, seolah dia melupakan masalah mereka yang dulu.


Nando mengusap lembut rambut Nabila. “Aku benar-benar minta maaf”


“Sudahlah, lupakan saja”


Nabila bergegas turun, dia tidak ingin membahas hal itu lagi. Dia hanya tidak mau luka hatinya terbuka lagi.


“Terima kasih, hati-hati dijalan” kata Nabila yang sudah diluar.


“Sampai bertemu besok lagi. Aku harap, kamu mau memaafkan ku secara perlahan.”


Setelah mengatakannya, Nando mulai melajukan mobilnya kembali. Nabila mengamati mobil Nando hingga benar-benar menghilang.


Jujur saja, ada perasaan tidak enak ketika ia mendengarkan ucapan Nando. Dia sendiri merasa gelisah, mungkinkah dia bisa memaafkan Nando sepenuhnya.


Dirasa Nando sudah jauh, Nabila pun segera masuk kedalam gang menuju apartemennta. Namun belum jauh dia melangkah, tiba-tiba dia dikejutkan oleh dua mobil hitam yang berhenti tepat dihadapannya.


Cahaya terang membuat Nabila tidak bisa melihat dengan jelas. Lalu tanpa di sadari dirinya, seorang pria menghampirinya dan langsung membekapnya.


“KALIAN SIAPA?!! LEPASKAN AK— Emppphh”


Nabila segera dibawa kedalam salah satu mobil. Saat pintu mobil ditutup, Nabila segera menoleh kearah kemudi. Betapa kagetnya dia melihat pria itu ada disini.


“GABRIEL!!” teriaknya penuh amarah.


“Merindukanku?” tanya Gabriel dengan santainya.


“Kau ini!!”


Nabila langsung menyerang Gabriel dengan beberapa pukulan. Namun Gabriel jauh lebih sigap, dia berhasil menahan kedua tangan Nabila yang ingin menyerangnya.

__ADS_1


Gabriel menarik tuas yang ada di bawah kursi Nabila. Sandaran itupun turun yang membuat Nabila jatuh berbaring diatasnya, dengan cepat Gabriel berhasil duduk diatas paha Nabila.


“Sebenarnya apa mau mu?! Lepaskan aku!!”


Gabriel tidak menggubrisnya, dia malah mengikat kedua tangan Nabila dengan sabuk pengaman.


“Nabila, apa kau ingin tau alasanku melakukan ini semua padamu?”


Nabila tidak menjawabnya, dia hanya menatap bengis kearah Gabriel. Melihat pandangan bengis Nabila, membuat Gabriel menyeringai sinis.


“Karena kau sudah membuatku begitu marah” bisik Gabriel tepat di telinga Nabila.


“Marah? Memangnya kamu siapa berhak marah padaku, hah?!”


“Dengarkan aku! Kau berani bermesraan didepan ku dengan pria lain, ku akui kau memang cukup berani gadis”


Gabriel mengusap wajah cantik Nabila. Mulai dari dahinya, pelipis matanya, lalu turun ke area pipinya yang merona dan terakhir adalah bibir merah muda yang membuat Gabriel semakin ketagihan setelah menghisapnya.


“Melupakanmu? Aku bahkan tidak mengenalmu!!” bantah Nabila sebal.


“Benarkah? Kau ini memang gadis yang sangat menarik!”


Gabriel sedikit menundukkan kepalanya, dia pun mulai menciumi rahang Nabila yang begitu wangi. Gadis itu tidak bisa melawan karena tangannya terikat.


“Gabriel, kamu sudah punya kekasih! Jangan lakukan ini!”


Ucapan Nabila berhasil menghentikan Gabriel, pria itu mengernyit bingung dengan maksud Nabila. Siapa yang gadis ini sebut sebagai kekasih Gabriel.


“Gadis yang di Rumah Sakit! Dia kekasihmu kan?!”


Gabriel menyeringai licik, dia sama sekali tidak berniat membahas hal itu lagi. Tanpa disangka oleh Nabila, tiba-tiba saja Gabriel menyingkap kemejanya.


“GABRIEL! APA YANG KAU LAKUKAN?! HENTIKAN!”


Nabila sangat panik saat jemari dingin Gabriel menyentuh permukaan perutnya. Namun pria itu tetap mengabaikan teriakan Nabila. Dengan lembut, dia mulai menciumi kulit perut Nabila yang terbuka didepannya.


Hal itu tentu saja membuat Nabila menggelinjang karena merasa geli dan nikmat secara bersamaan.


"KAMU BENAR-BENAR SUDAH GILA GABRIEL!! AKU BUKAN WANITA PEMUAS NAFSUMU! TOLONG HENTIKAN!"


Namun sepertinya Gabriel sengaja menjadi tuli. Dia tidak peduli dan terus menciumi setiap inci dari tubuh Nabila yang tidak pernah tersentuh sebelumnya.


Nabila merasakan sesuatu yang aneh mulai bergejolak dalam tubuhnya. Tapi gadis itu tetap menahannya dengan sekuat tenaga. Gabriel menyadari hal tersebut, dan dia sengaja melakukannya hingga Nabila benar-benar sampai pada puncaknya.


"Brengsek!!" lirihnya lemas.


Gabriel kembali memandangi wajah Nabila yang ternyata sudah meneteskan air mata. Dia baru berhenti ketika gadis itu sudah benar-benar tidak berdaya.


Dengan kasar Gabriel membuka ikatan tangan Nabila. Gadis itu pun hanya bisa menangis tersedu-sedu dengan apa yang baru dia alami. Kemarahan Gabriel benar-benar mengerikan, dia sadar tentang hal itu.


Dan kali ini, ada yang terlihat berbeda dari sorot mata Gabriel. Tatapannya tampak kosong namun tersirat kesedihan di sana.

__ADS_1


“Dengarkan aku! Jangan pernah berbicara soal itu di depanku lagi! Atau, kau akan ku habisi sekarang juga!!”


Tapi Nabila tidak menjawabnya, dia hanya memalingkan wajahnya dan menangis dalam diam. Gabriel pun menyalakan mesin mobil, dan mengemudi menuju rumahnya. Nabila sudah benar-benar pasrah, dia tidak tau mau dibawa kemana oleh pria tersebut.


__ADS_2