My BigBoss Mafia

My BigBoss Mafia
BAB 27. MENCARI BUKU


__ADS_3

Sepulang Kuliah, kali ini Nabila membuat janji dengan Kevin. Kebetulan mereka akan mencari buku di toko buku yang sama, jadi Nabila pun menerima ajakan Kevin untuk pergi bersama.


Seperti biasa, Nabila menunggu Kevin di sebuah mini market yang terletak tidak jauh dari Kampusnya. Dia selalu menunggu disana karena tidak ingin anak kampus melihat kebersamaan mereka.


Bukan tanpa alasan Nabila melakukannya, dia hanya tidak mau nama Kevin menjadi buruk karenanya. Dan juga banyak sekali shipper Kevin dan Aurel yang sangat membenci dirinya.


Tin Tin Tin


Lamunan Nabila buyar ketika Kevin sudah sampai didepannya. Dengan tersenyum dia pun segera masuk kedalam mobil pemuda itu.


“Nunggunya lama?” tanya Kevin.


Nabila menggeleng. “Tidak..”


“Maaf ya, tadi aku harus mengantar Aurel pulang terlebih dulu” ujar Kevin dengan jujur.


Sudah menjadi hal biasa Nabila mendengarnya, dia juga sadar diri dimana posisinya. Sampai kapan pun dia tidak akan bisa menggantikan Aurel di hati Kevin, apalagi jika Kevin sudah mengetahui tentang dirinya yang sesungguhnya.


“Tidak apa-apa, Vin. Justru aku yang minta maaf karena sudah merepotkan mu.”


“Tidak repot sama sekali” jawab Kevin lalu mulai melajukan mobilnya.


Saat di perjalanan, tiba-tiba saja Kevin menyinggung Nando yang rumornya sedang dekat dengan Nabila. Nabila sendiri belum tau hubungan Kevin dengan Nando.


“Aku dengar-dengar kamu sedang dekat dengan Nando ya?”


“Nando?”


“Iya, mahasiswa yang baru saja pindah. Aurel bilang dia sering melihat Nando pergi menemuimu, apa itu benar?”


Nabila terdiam, dia tidak tau harus menjawab apa sekarang. Tapi yang jelas, dia tidak ingin masa lalu nya dengan Nando diketahui oleh Kevin.


Kevin melirik wajah Nabila, gadis itu terlihat murung. Dan hal itu membuat Kevin merasa tidak enak karena sudah bertanya hal yang cukup pribadi tersebut.


“Nabila, maaf.. aku sudah salah bicara” kata Kevin dengan cepat.


Nabila menggeleng. “Em, tidak apa-apa Vin. Dan juga, aku tidak ada hubungan apapun dengan Nando. Mungkin Aurel hanya salah lihat”


Kevin yang mendengarnya hanya mengiyakan saja ucapan Nabila. Lagipula bukan urusan dia juga, jika pun Nabila sedang dekat dengan sepupunya itu. Namun, Kevin masih ingat betul jika Nando dulu pernah memiliki cinta pertama yang sampai sekarang belum bisa dia lupakan.


Dia tidak ingin Nabila disakiti oleh Nando. Karena jika itu terjadi, Kevin tidak tau harus berbuat apa. Karena dua duanya adalah orang yang penting baginya.


***


“Buku yang kamu cari sudah ketemu?” tanya Kevin yang sudah menemukan bukunya.


Nabila masih sibuk mencari-cari buku di setiap rak yang ada didepannya. Namun sepertinya buku yang dia inginkan tidak ada disini.

__ADS_1


“Belum Vin..” jawab Nabila dengan lesu.


“Kok bisa? Bukannya tadi pegawainya bilang masih ada satu?”


“Aku juga tidak tau, Vin. Buktinya tidak ketemu dari tadi”


Dear Peterpan, adalah judul buku Novel yang dicari oleh Nabila. Dia sudah menginginkannya sejak lama, namun tabungannya baru terkumpul sekarang. Tapi saat ingin membelinya, buku itu sudah tidak ada.


Seingat Nabila dulu dia juga menyembunyikan bukunya, dan tidak mungkin ada orang yang menemukannya.


“Lalu bagaimana?”


Nabila menggeleng pelan. “Yasudah lah, sepertinya memang belum takdirku”


Gadis itu berjalan lebih dulu kearah kasir. Setibanya disana, dia sangat tertegun melihat dua orang yang sangat dia kenal. Pemuda itu juga menoleh kearahnya.


“Nabila, kamu sedang disini juga?” tanya gadis disebelah pemuda tersebut.


“Arini.. Nando..” lirih Nabila dengan canggung.


Belum sempat dia menjawabnya, Kevin tiba-tiba menyusul mereka dari belakang. Hal itu mengejutkan Nando yang tidak menyangka akan melihat sepupunya tersebut.


“Loh, Kevin! Kamu disini?” sapa Nando yang terlihat senang.


“Astaga Nando, akhirnya bisa ketemu juga.”


“Kevin, kamu mengenal nya?” pertanyaan Nabila ternyata didengar oleh Nando.


“Tentu saja kenal, Nando adalah sepupu ku”


Jawaban Kevin sangat mengagetkan Nabila, gadis itu menatap Kevin dan Nando secara bergantian. Kenapa dunia ini begitu sempit!


“Kevin, kamu kenal dengan Nabila?”


Kali ini Nando yang bertanya, Kevin hanya menganggukkan kepalanya. Sedangkan Nabila, gadis itu berjalan cepat menghampiri Arini yang melambaikan tangan kearahnya.


“Nabila, sedang apa kamu disini?!” gadis itu tampak kaget.


“Cari buku, kamu sendiri juga sedang apa disini?”


“Aku mengantar Nando mencari buku, lagipula kenapa kamu datang kesini dengan Kevin? Nando pasti akan bertanya-tanya tentang hubungan kalian berdua.”


Nabila terdiam sejenak, entah kenapa pertanyaan Arini barusan terdengar aneh untuknya. Seolah gadis ini tau tentang hubungannya bersama Nando, padahal Nabila tidak pernah menceritakan hal itu sebelumnya.


“Memang nya apa yang ditanyakan Nando?”


Mendapat pertanyaan tersebut, justru Arini tampak tertegun dan diam. Nabila terus menatap Arini dengan selidik, tetapi panggilan dari Kevin membuatnya teralih.

__ADS_1


“Nabila, ayo kita pulang.” Ajak Kevin.


“Hm” jawab Nabila.


Keduanya pun berpamitan pulang lebih dulu. Tampak Nando memandangi Nabila dengan tatapan yang murung, dia menoleh kearah Arini ketika gadis itu menyentuh tangannya.


“Tenanglah, jangan salah paham dulu.” Ujar gadis itu berusaha menenangkannya.


Nando hanya tersenyum tanpa menjawab ucapan gadis tersebut.


***


Kini Nabila dan Kevin sudah berada diperjalanan menuju apartemen Nabila. Sejak tadi, Kevin tampak penasaran dengan gadis yang bersama Nando sepupunya.


“Nabila, apa kamu kenal dengan gadis yang bersama Nando tadi?”


“Hm, Arini. Dia satu fakultas denganku, memangnya ada apa?” tanya Nabila heran.


“Tumben sekali aku melihat Nando bersama dengan seorang perempuan. Aku kira dia sedang mendekatimu, ternyata dia mendekati temanmu?”


Nabila tersenyum tipis. “Mungkin saja, Arini gadis yang cantik dan pintar. Dia juga baik, tidak heran jika sepupumu itu menyukainya.”


“Benar juga, aku hanya senang jika Nando bisa move on dari masa lalunya.”


“Masa lalu?”


“Iya” jawab Kevin dengan tertawa ringan.


“Dulu Nando menolak untuk pergi ke luar negeri, dengan alasan tidak mau meninggalkan pacarnya. Aku juga tidak paham, di usia semuda itu dia sudah memiliki seorang gadis yang dia cintai. Dan sampai saat ini, aku pikir dia masih belum bisa melupakannya”


Hati Nabila rasanya begitu sesak, dia peka jika yang di maksud oleh Kevin adalah dirinya. Dia hanya tidak menyangka jika Nando sampai seperti itu kepadanya.


“Lalu kenapa dia tetap pergi keluar negeri?” tanya Nabila.


“Karena dia tidak punya pilihan lain, dia tidak bisa menolak perintah Ayahnya. Ayahnya adalah orang yang memiliki Kampus kita, La. Dan aku dengar, dia kembali ke Indonesia karena menerima perjodohan yang di pilihkan oleh Ayahnya.”


Nabila tersenyum tipis. “Benarkah itu.”


Suasana kembali sunyi dengan mobil Kevin mulai berjalan melambat. Mobil itu pun mendadak berhenti, padahal apartemen Nabila masih berada jauh didepan sana.


“Kenapa berhenti, Vin?”


“Ada mobil yang menghalangi, La” jawab Kevin.


Nabila melihat kedepan, matanya sedikit menyipit karena pantulan cahaya yang terlalu terang. Sedetik kemudian, dia terdiam bisu. Betapa kagetnya dia melihat Gabriel sedang berdiri didepan mobilnya sembari menyilangkan kedua tangannya.


“Gabriel..”

__ADS_1


__ADS_2