
First Day of School.
Hari ini pertama kalinya masuk SMA. Minjoo sudah sangat bersemangat. Ia sudah tak sabar untuk bertemu dengan suasana baru dan teman baru.
Minjoo berangkat pagi-pagi sekali dari rumah kemudian menaiki bus menuju sekolah.
Minjoo sedikit terkejut ketika ada pria yang duduk di sampingnya. Memang kursi disampingnya waktu itu kosong, jadi wajar saja jika ditempati oleh penumpang yang lain.
Tapi sebenarnya bukan itu yang membuat Minjoo terkejut. Minjoo lebih terkejut ketika melihat seragam pria itu. Seragam pria itu sama dengannya, itu artinya mereka berada di satu sekolah.
Minjoo melirik ke pria itu yang sedang asyik mendengarkan musik lewat earphone-nya. Tatapan pria itu lurus kedepan sepanjang perjalanan. Sama sekali tidak menengok kanan kiri.
Minjoo melihat sedikit ke bawah, tepatnya ke sebuah name tag yang ada di seragamnya. Name tag itu bertuliskan CHA JUNHO.
"Jadi cowok ini namanya Junho?" batin Minjoo.
Minjoo senang sekali bisa bertemu dengan teman satu sekolah dan ingin sekali menyapa pria bernama Junho itu. Sayangnya Minjoo terlalu sungkan untuk sekedar menyapa.
Suara bisik-bisik terdengar di belakang Minjoo. Minjoo menoleh sekilas ke belakang kemudian kembali ke posisinya. Penumpang yang duduk tepat di belakangnya adalah gadis sekolahan, sama seperti dirinya. Hanya saja seragamnya beda.
"Wah.. Tampan sekali. Baru kali ini aku melihat pria setampan itu."
"Seperti patung. Tapi ini benar benar sungguhan."
Itulah beberapa percakapan yang terdengar oleh Minjoo.
Minjoo menatap Junho sekali lagi. Kali ini Minjoo berusaha untuk diam-diam menatapnya karena Minjoo tidak ingin membuatnya merasa risih.
Minjoo memperhatikan setiap detail wajahnya dan benar yang dikatakan orang-orang dibelakangnya. Junho memang tampan, bak pangeran di negeri dongeng. Wajahnya yang mulus, dagunya yang lancip, hidungnya yang mancung dan kokoh, serta matanya yang lebar. Satu lagi, bibir merahnya. Rasa-rasanya baru kali ini Minjoo menemui pria setampan itu.
🌿🌿🌿
__ADS_1
Minjoo berjalan menuju sekolah setelah turun dari bus. Tentu saja dengan Junho karena mereka satu sekolah.
Minjoo berjalan dua meter di belakang Junho. Agak menjaga jarak karena sungkan. Meskipun nyatanya Junho sendiri juga bodoh amat.
"Wah.. siapa pria itu?. sungguh tampan sekali."
"apa dia murid baru di sekolah kita?. Benarkah?"
Sejumlah murid yang melihat Junho tidak berhenti memuji ketampanannya. Tapi Junho bersikap acuh, dan tetap berjalan melenggang masuk ke gedung sekolah dan menyusuri lorong-lorong kelas.
Minjoo melihat papan pengumuman. Mencari namanya di dalam daftar untuk mengetahui kelasnya.
Ddang..
Tepat di atas namanya, Minjoo juga melihat nama Junho. Apa ini berarti mereka satu kelas?.
Daebak.
🌿🌿🌿
Minjoo mendesah. Padahal Minjoo berangkat pagi-pagi sekali dari rumah dengan harapan supaya bisa mendapatkan tempat duduk yang dia inginkan. Tepatnya tempat duduk di baris ketiga. Yang tidak terlalu berada di belakang, dan tidak terlalu berada di depan. Sayangnya kursi di barisan ketiga sudah penuh.
Terpaksa Minjoo duduk ke kursi di bagian belakang paling sudut, karena tinggal itu yang tersisa.
Minjoo meringis kaku saat mendapati Junho sudah duduk di sana
Apa-apaan ini? Apakah ini berarti aku harus duduk di satu meja dengannya?" gumam Minjoo.
Minjoo berdeham pelan dan melepaskan tas ranselnya. Ia hendak meletakkan tas ranselnya di kursi sebelah Junho. Namun tiba-tiba ada seseorang memegang tangannya dan membuatnya urung meletakkan tasnya.
Minjoo menoleh. Seorang gadis cantik sedang berdiri dihadapannya sekarang.
__ADS_1
"Bolehkah aku saja yang duduk disini?" pintanya.
Minjoo mengiyakan dan akhirnya mereka bertukar tempat duduk.
Minjoo sekarang duduk di baris ke empat, tepat di depan Junho.
"Hai namaku Chaewon."
Chaewon, gadis yang bertukar tempat duduk dengan Minjoo - memperkenalkan diri kepada Junho dengan senyum sumringah sekaligus mengulurkan tangannya.
Junho melihat ke arah Chaewon sekilas, namun sama sekali tidak berbicara. Membalas uluran tangan Chaewon pun tidak.
Chaewon berdecih kemudian memalingkan muka. Jujur saja, Chaewon merasa sedikit malu.
Minjoo menoleh ke belakang. Melihat Junho sekilas. Pria itu tampak sedang menatap ke jendela. Wajahnya terlihat murung, namun memancarkan ketenangan.
Minjoo tersenyum tipis melihatnya.
Minjoo mengeluarkan buku tulis miliknya sekaligus seperangkat alat tulis yang dia taruh didalam pouch dari dalam tas.
Ia membuka lembar di bagian tengah pada buku tulisnya yang masih kosong, kemudian mulai menggambar. Menggambar sebuah karakter kartun yang mirip dengan pria yang duduk di belakangnya saat ini.
"Sangat tampan." ucap Minjoo, lirih. Seulas senyum terukir di wajahnya.
Di dalam gambarnya, Minjoo menggambar lagi sebuah callout shape dan dia tulisi " hari ini. sepertinya aku mulai mencintaimu."
🌿🌿🌿
-
Note : Tolong vote dan comment ya... supaya aku tahu mana yang benar-benar nunggu ceritaku dan aku jadi lebih semangat lagi buat update ceritanya. Trims. (。’▽’。)♡
__ADS_1