My Cold Prince

My Cold Prince
11


__ADS_3

Minjoo mengorek-ngorek isi tasnya dan mulai panik. Hari ini jam pelajaran olahraga dan tentu mengenakan kostim. Tapi sedari tadi Minjoo mencari kostimnya dan tidak ada.


"Apa aku lupa memasukkannya ke dalam tas?" gumam Minjoo.


Minjoo berpikir sejenak, tapi sungguh Minjoo tidak ingat itu.


Hyewon baru saja berganti baju dan sudah mengenakan kostim miliknya sekarang. Tapi sekembalinya dia ke kelas, Hyewon menatap Minjoo heran karena Minjoo bukannya berganti baju malah sibuk mencari-cari sesuatu dalam tasnya. Entah mencari apa. Padahal jam pelajaran olahraga akan dimulai lima menit lagi dan semuanya sudah pergi ke lapangan.


"Kenapa?" tanya Hyewon, sembari mengintip sedikit isi tas Minjoo.


Minjoo masih fokus mencari kostim. Ia melihat ke sorok mejanya dan tidak ada. Kemudian mencari ke dalam lokernya, dan masih tidak ada. Fix. Minjoo memang lupa membawa kostimnya.


"Kenapa?" tanya Hyewon lagi, karena pertanyaan yang sebelumnya diacuhkan begitu saja oleh Minjoo.


"Aku lupa bawa kostim."


Hyewon menepok jidatnya.


"Lhah kok  bisa? Padahal ini pertama kalinya kita  ikut pelajaran olahraga lhoh. "


Benar yang dikatakan Hyewon. Hari ini untuk pertama kalinya Minjoo akan mengikuti pelajaran olahraga. Tidak lucu sekali kalau harus dihukum.


Minjoo terduduk lemas di atas kursi. Ia menghela nafasnya berat. Level panik Minjoo kian meningkat sekarang.


"Kamu pura-pura sakit aja deh. Kamu ke UKS!" Titah Hyewon.


Minjoo menggeleng. Meskipun dia takut kalau kena hukum, tapi Minjoo tidak mau kalau sampai berbohong. Apalagi yang dibohongi adalah seorang guru.

__ADS_1


"Terus kamu bagaimana? Mau tetap di kelas apa ikut ke lapangan?" Tanya Hyewon.


Minjoo pasrah. Ia memutuskan pergi ke lapangan. Dalam batinnya Minjoo hanya berharap, semoga dia tidak kena hukum dan semisal dia harus kena hukum, semoga hukumannya adalah sesuatu yang ringan.


Minjoo dan Hyewon tiba di lapangan dan semua pasang mata langsung tertuju pada Minjoo yang berdiri disana dengan pakaian yang beda sendiri.


Semuanya berbisik dan menertawakan Minjoo dan Minjoo sudah menduga itu sebelumnya. Minjoo menunduk. Dia benar-benar pasrah sekarang.


Sementara itu, Pak Sungyeol, guru olahraga di kelas mereka- telah datang ke lapangan dan semuanya bergegas untuk berbaris.


"Kamu siapa namamu?" Tanya Pak Sungyeol.


Pak Sungyeol menuding ke arah Minjoo yang berdiri bersembunyi di barisan paling belakang.


Minjoo menampakkan dirinya.


"Saya Kim Minjoo." Jawab Minjoo dengan suara yang bergetar karena panik.


Hampir semua pasang mata yang melihat Minjoo sekarang, menahan gelak tawa mereka. Itu karena sudah ada Pak Sungyeol


"Kenapa tidak pakai kostim?" Tanya Pak Sungyeol dengan suara yang cukup lantang dan terdengar emosi.


"Maaf. Saya lupa membawa kostim milik saya pak." Jawab Minjoo, lirih.


Pak Sungyeol menggeleng karena tidak habis pikir. Bisa-bisanya muridnya yang satu itu lupa membawa kostim di hari pertama mengikuti pelajarannya.


Pak Sungyeol menatap Minjoo sekilas. Ia melihat Minjoo menundukkan kepala karena dia sangat malu. Kemudian, Pak Sungyeol berpikir sebentar mengenai hukuman yang dia akan berikan pada Minjoo.

__ADS_1


"OK. Karena kesalahan kamu yang teledor dan lupa membawa kostim, kamu saya hukum kamu untuk memunguti  semua bola voli di lapangan dan menaruhnya ke dalam keranjang saat jam pelajaran saya sudah selesai nanti. Jangan lupa sekalian kembalikan ke ruang peralatan olahraga!" titah Pak Sungyeol.


Minjoo mengangguk. Setidaknya hukuman yang diterimanya jauh lebih baik dibandingkan harus lari keliling lapangan dua puluh kali putaran.


🌿🌿🌿


Pelajaran olahraga selesai lebih awal. Tadi selama pelajaran olahraga, tidak banyak yang diajarkan. Mereka hanya di ajarkan latihan teknik bermain bola voli. Mungkin karena masih awal jadi masih di kasih yang ringan-ringan.


Karena masih ada beberapa menit lagi sebelum pergantian jam pelajaran berikutnya, semua murid pria memutuskan untuk melakukan pertandingan bola voli. Sedangkan yang perempuan hanya menonton dan menyemangati di tribun.


"Junho, service!" intruksi Jinyoung, setelah melemparkan bola voli kepada Junho.


Junho sebenarnya ogah ikutan. Tapi ya mau bagaimana lagi. Semua demi solidaritas dan kekompakan kelas.


Junho mulai menyervice bolanya.


"JUNHO!!  JUNHO!!! JUNHO!!"


Hampir semuanya bersorak untuk menyemangati Junho. Sementara Minjoo hanya berdiam diri di tempat duduknya sambil tersenyum lebar memperhatikan Junho.


Minjoo sebenarnya tidak tertarik dengan permainan bola voli. Tapi dia senang saat melihat Junho yang bermain. Junho tampak sangat mahir dan terlihat jauh lebih keren.


🌿🌿🌿


Saat jam pelajaran olah raga berakhir,  semuanya kembali ke kelas masing-masing. Sedangkan Minjoo harus mengurungkan niatnya sebentar. Ada hal yang tentunya harus dia lakukan terlebih dahulu, yakni memunguti bola di lapangan dan memasukkannya ke dalam keranjang sesuai dengan intruksi Pak Sungyeol sebelumnya.


Nasib Minjoo bisa di bilang apes. Bagaimana tidak, ternyata bola yang ada dilapangan lumayan banyak sekarang dan dia harus memungutinya satu per satu.

__ADS_1


Bisa-bisa dia terkena encok. Untungnya saat itu ada Hyewon yang membantunya. Setidaknya bisa memperingan pekerjaannya.


🌿🌿🌿


__ADS_2