
Hari ini sebelum memulai pelajaran, telah di adakan upacara pembukaan dalam rangka menyambut murid tahun ajaran baru.
Semua murid sudah berbaris rapi di lapangan. Barisannya sesuai dengan kelas masing-masing.
Upacara pembukaan di mulai dengan pemberian sambutan dari kepala sekolah yang berlangsung selama kurang lebih lima belas menit. Kemudian dilanjut dengan pembacaan tata tertib sekolah.
Pagi ini cuaca terbilang mulai terik. Panas matahari mulai terasa menyengat kulit. Sejak berdiri beberapa menit, Minjoo sudah merasa kegerahan dengan keringat yang tak berhenti mengucur membasahi sekujur tubuhnya hingga merembes ke baju seragamnya.
Kepala Minjoo juga sudah mulai pusing sekarang, karena dia tadi lupa sarapan saking semangatnya berangkat sekolah di hari pertama.
"Ini kapan selesainya sih." gerutunya. Padahal upacara belum ada setengah jam.
"Selanjutnya, di tahun baru ini sekolah kita memiliki murid yang sangat berprestasi. Ia sudah menjuarai beberapa kompetisi semasa SMP, diantaranya kompetisi sains tingkat nasional, kompetisi merakit robot tingkat nasional, dan masih banyak lagi. Kita akan panggil dia untuk memberikan sepatah dua patah kata sebagai perwakilan dari murid baru."
Mulut Minjoo terbuka lebar, kemudian mendengus kesal.
"Masih ada lagi?" gumamnya.
Padahal Minjoo sudah berekspektasi kalau upacara akan selesai setelah pembacaan peraturan sekolah. Ternyata masih ada lagi?.
Minjoo menggerutu tidak ada habisnya. Kakinya sekarang mulai terasa kram. Minjoo menatap kesekeliling. Ternyata tidak hanya dirinya saja yang merasa kelelahan, yang lain juga sudah mulai kelihatan loyo.
"Kepada Cha Junho, dipersilahkan!"
Minjoo seketika membelalakkan matanya saat mendengar nama Junho di sebut.
Minjoo menoleh ke arah Junho yang berdiri di depannya dan sedang berjalan maju ke depan.
Semua murid bersorak sorai untuk Junho, dan begitupun Minjoo.
Saat Junho mulai berdiri di depan dan menatap semua orang yang ada di lapangan itu, mendadak jantung Minjoo berdetak hebat. Junho tampak sangat keren dan berkarisma.
Minjoo melupakan penatnya dan beralih fokus menatap Junho. Ia begitu penasaran dan sangat mengantisipasi hal yang akan di bicarakan oleh Junho.
"Selamat pagi. Nama saya Cha Junho."
Minjoo tersenyum lebar saat mendengar Junho mulai mengeluarkan suara. Ini kali pertama Minjoo mendengar Junho berbicara, setelah tadi hanya melihat Junho diam sepanjang jalan dan bahkan ketika di kelas.
"Tidak banyak yang ingin ku katakan. Aku hanya ingin mengucapkan senang bertemu dengan kalian. Aku berharap akan mendapatkan banyak hal baik disini"
Junho kembali ke barisan setelah mengucapkan kalimat singkatnya dan semuanya bertepuk tangan riuh untuk memberikan apresiasi padanya. Minjoo bahkan bertepuk tangan paling semangat dibandingkan yang lainnya.
__ADS_1
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Minjoo berjalan gontai ketika hendak kembali ke kelas setelah upacara usai sekitar lima menit yang lalu. Kepalanya terasa pening sekarang.
"Junho! " Pekik Chaewon, memanggil Junho yang saat itu posisinya berada beberapa langkah di depan Minjoo.
Junho berhenti sejenak dan Chaewon berlari menyusulnya.
"Mari berjalan bersama!" Ajaknya
Junho bertahan dengan dengan sikap cueknya. Tidak perduli dengan Chaewon yang mengajaknya bicara.
"Permisi." Ucap Minjoo kepada Junho dan Chaewon yang sedang jalan berdampingan.
Minjoo mengucapkan permisi karena mereka berdua menghalangi jalan pada saat itu. Sedangkan Minjoo ingin bergegas masuk kelas.
Minjoo kemudian berjalan mendahului mereka berdua setelah mereka memberinya sedikit celah.
Braak..
Minjoo terjatuh dan pingsan, tepat di depan Junho.
Semua berjalan mengerumuni Minjoo yang tengah pingsan. Bukan di tolong, malah sibuk menonton. Lucunya mereka yang menganggap orang pingsan sebagai bahan tontonan.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Minjoo tersadar setelah beberapa menit. Ia melihat langit-langit ruangan yang tampak asing. Seperti bukan sedang di ruangan kelas.
"Are you OK?"
Suara itu tiba-tiba mengagetkan Minjoo. Minjoo segera bangun dari posisi tidurnya. Ia melihat Junho yang sudah duduk di samping ranjangnya dan menatapnya lamat-lamat.
Minjoo baru sadar kalau dia sekarang di ruang UKS.
Minjoo tertegun dan terlihat grogi. Dipandang Junho seperti itu membuatnya merasa gugup.
Minjoo mengangguk.
"I'm OK." Jawabnya, memperjelas.
"Kalo begitu aku ke kelas dulu."
__ADS_1
Junho berdiri kemudian berjalan keluar, meninggalkan ruang UKS.
Minjoo mendengus.
"Hah. Apa-apaan dia. Dia langsung pergi?. Setelah menolongku?"
Minjoo tak habis pikir dengan sifat Junho yang kelewat cuek.
Minjoo tiba-tiba menjitak kepalanya pelan.
"Minjoo bodoh. Kenapa tadi tidak langsung bilang terima kasih."
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Tubuh Minjoo masih lemas, namun Minjoo juga tidak mungkin melewatkan pelajaran di hari pertamanya bersekolah. Minjoo pun kembali ke kelasnya.
"Minjoo, kamu baik-baik saja?.ย Kudengar kamu pingsan." Tanya Hyewon, teman sebangku Minjoo.
Minjoo baru saja duduk.
"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja." Ucapnya, pelan.
Minjoo berpikir dan menengok ke belakang sejenak, ke arah Junho. Junho tampaknya sedang sibuk membaca.
Dipikiran Minjoo saat ini berusaha menimang-nimang, apakah dia harus mengatakan terima kasih sekarang atau nanti. Maksudnya ucapan terima kasih karena Junho sudah membantunya tadi sewaktu pingsan.
Minjoo terlalu grogi bahkan untuk sekedar memulai percakapan dengan Junho. Dia terlalu takut kalau Junho mungkin akan mengabaikannya seperti yang ia lakukan ke Chaewon. Minjoo tidak mau malu.
Sementara itu, seseorang masuk ke kelas mereka dan menyapa. Bukan murid, melainkan guru.
Sontak semua yang semula ramai,ย mendadak berubah hening.
Minjoo menunduk, lalu menggeleng pelan.
"Aku rasa ini bukan waktunya."
"Sebaiknya nanti saja." Imbuhnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
__ADS_1
-
Note : Tolong vote dan comment ya... supaya aku tahu mana yang benar-benar nunggu ceritaku dan aku jadi lebih semangat lagi buat update ceritanya. Trims. (๏ฝกโโฝโ๏ฝก)โก