My Cold Prince

My Cold Prince
18


__ADS_3

Jam istirahat.


"Minjoo, ke kantin yuk!" Ajak Hyewon.


Minjoo menggeleng.


Hyewon mengerucutkan bibirnya.


"Ya udah deh. Aku pergi sendiri aja."


"Bye ~~"


Dan Hyewon pergi.


Rasanya suntuk sekali. Minjoo tidak ingin ke kantin kali ini. Juga tidak ingin ke perpustakaan. Mungkin ke rooftop adalah ide yang bagus? Minjoo bisa menggambar disana dengan nyaman dan tenang.


Minjoo membawa buku gambar dan pensil miliknya, kemudian pergi ke rooftop sekolah dengan menaiki beberapa anak tangga.


Sesampainya di rooftop, Minjoo melihat-lihat pemandangan sebentar. Minjoo memejamkan mata dan menghirup udara bebas disana. Suasana yang pas untuk mulai menggambar.


Minjoo duduk di sebuah bangku berukuran panjang yang sudah tak terpakai, yang ada di rooftop. Minjoo membuka lembar buku gambar yang masih kosong, kemudian mulai menggoreskan pensil ke kertas buku gambarnya.


Minjoo berimajinasi sebentar, kemudian mulai menggambar dengan hati-hati.


Menggambar merupakan bagian dari hobi dan keahlian Minjoo. Ketika Minjoo sedang merasa suntuk, hal yang dilakukannya adalah menggambar. Menurut Minjoo, seseorang akan menemukan kebahagiaannya ketika dirinya sedang menggambar. Karena menggambar itu butuh imaginasi dan berimaginasi itu menyenangkan. Begitulah kiranya.


Semilir angin terasa cukup kencang bertiup dan membuat rambut Minjoo lumayan berantakan.


Minjoo meletakkan buku gambar dan pensilnya sebentar dan hendak merapikan rambutnya yang mulai menusuk mata dan membuatnya merasa tidak nyaman.


Namun Minjoo tak sengaja menjatuhkan buku gambarnya.


Minjoo berjongkok dan menunduk untuk mengambil buku gambarnya yang jatuh, akan tetapi penampakan sepasang sepatu mengagetkan Minjoo.

__ADS_1


Minjoo mendongak untuk melihat siapa gerangan yang tengah berdiri di hadapannya. Dan Minjoo lebih kaget lagi ketika mengetahui orang itu adalah Junho.


Junho memperhatikan ke bawah. Melihat buku gambar Minjoo yang terjatuh dan belum sempat di ambil oleh pemiliknya karena pemiliknya keburu kaget dengan keberadaannya yang tiba-tiba.



Minjoo segera mengambil buku gambarnya dan menutupnya. Minjoo kemudian berdiri.


Suasana canggung. Minjoo mendadak gugup.


"Semoga Junho tadi tidak melihat hasil gambaranku." Batin Minjoo.


Minjoo berdeham.


"Kenapa kamu tiba-tiba disini?" Tanya Minjoo.


Junho masih memandangi buku gambar di tangan Minjoo dan Minjoo berusaha menyembunyikan di balik punggungnya.


"Aku biasa kesini."


"Kamu suka menggambar?" Tanya Junho.


Minjoo mengangguk pelan.


"Tadi sedang gambar apa?"


Minjoo tertegun. Tidak mungkin jika Minjoo mengatakan kalau dirinya sedang menggambar wajah tampan nan rupawan Junho. Bisa bisa kena ledek nanti.


"Bb bbu bukan apa-apa. Hanya menggambar pemandangan saja." Jawab Minjoo, sedikit terbata-bata dan ngeles macam bajaj.


Junho mengangguk paham dan malah duduk ke bangku yang tadi Minjoo duduki.


Minjoo hanya diam sambil menatapnya heran.

__ADS_1


Cowok dengan wajah tampan itu tengah mendongak menatap langit sekarang. Terlihat langit berwarna biru cerah dengan beberapa awan yang mengumpal seperti kapas. Seulas senyum tipis dipertunjukkan olehnya.


Minjoo menatap Junho semakin lekat dan dirinya bisa melihat wajah tampan Junho yang memiliki luka memar dan robek di area sekitar sudut bibirnya. Luka yang Junho dapat akibat terkena pukulan Kak Yunseong tadi.


"ii-itt-itu lu-llu-lukamu tidak apa-apa?" tanya Minjoo, masih dengan ucapannya yang terbata-bata karena saking gugupnya.


Junho menoleh kepada Minjoo. Menatap sepasang netra gadis berambut panjang itu, yang masih saja berdiri dan enggan duduk bersebelahan dengannya.


Junho menyentuh bekas lukanya pelan dengan jemarinya.


"I'm OK." jawabnya singkat. Seperti biasa, Junho orangnya memang irit bicara.


"Kamu masih mau berdiri disitu?" Ucap Junho.


"hah?"


Mendadak Junho menarik pergelangan tangan Minjoo dan menyuruhnya duduk.


Minjoo grogi karena sekarang duduk bersebelahan dan di bangku yang sama Junho. Saking groginya, Minjoo berusaha menjaga jarak, dengan duduk di bangku bagian hampir ujung.


"Tapi kenapa kamu tidak membela diri dan berusaha menjelaskan kejadian yang sebenarnya kepada Kak Yunseong?" Tanya Minjoo, dengan suara lirih.


Junho menggeleng.


"Dia tidak akan percaya karena sudah terlampau emosi." jawab Junho dengan tenang.


Junho bisa berbicara setenang ini? Setelah apa yang terjadi padanya?.


Minjoo sungguh tak habis pikir. Pasalnya karena kejadian tadi pagi, Junho banyak digunjingkan oleh teman sekelasnya dan bahkan oleh murid-murid di kelas lain. Kalau Minjoo jadi Junho, mungkin Minjoo akan marah sambil mencak - mencak sekarang.


Junho bangkit.


"Sudah waktunya masuk." Ucap Junho, kemudian berlalu dan di ikuti oleh Minjoo yang sengaja mengekor di belakangnya.

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2