
Minjoo duduk dengan tegang di belakang Junho yang sedang mengendarai motornya. Minjoo merasa gugup. Deg-degan. Minjoo hanya berani nemegang ujung baju seragam Junho yang basah.
(Bayangkan saja bagaimana rasanya kalian ketika di boncengin sama mas crush).
Sejak tadi, Junho juga terlalu fokus mengendarai motornya. Sama sekali tidak mengajak Minjoo bicara. Alhasil, Minjoo pun hanya bisa berdiam diri sambil memandangi punggung Junho yang lebar. Juga sesekali ia diam-diam melihat Junho dari kaca spion.
Sementara itu, Angin dengan cukup kuat menerpa. Hawanya begitu dingin, menembus pori-pori kulit. Di tambah lagi cuaca sekarang yang memang masih hujan gerimis.
Karena Minjoo tidak mengenakan helm, beberapa helai rambut Minjoo menjadi basah dan agak sedikit berantakan terkena terpaan angin.
Minjoo melepaskan ujung baju seragam Junho sebentar, untuk merapikan rambutnya. Terutama bagian poni yang agak menghalangi pandangannya.
"Pegangan yang kuat! Aku mau ngebut!" Titah Junho
Minjoo pun buru-buru memegang kembali ujung baju seragam Junho. Padahal dia belum selesai merapikan rambutnya.
"Ku bilang pegangan yang kuat!" Titah Junho sekali lagi.
Minjoo mengeratkan lagi pegangannya, hingga ujung baju seragam Junho yang basah, timbul banyak bekas lipatan.
Junho mendesah pelan. Bukan itu maksud Junho.
Junho yang tak sabaran langsung meraih tangan Minjoo. Dia melingkarkan tangan Minjoo ke pinggangnya. Kemudian dia melajukan sepeda motornya lebih kencang.
Minjoo sontak terkejut. Namun dia tak memprotes. Justru Minjoo menyukainya karena sekarang ini dia bisa memeluk erat tubuh Junho dari belakang, sekaligus bersender bebas di punggung dan bahu Junho yang lebar.
🌿🌿🌿
Beberapa menit kemudian, mereka berdua tiba di rumah Minjoo.
"Thanks ya.." Ucap Minjoo, sesaat setelah turun dari sepeda motor Junho.
Junho hanya tersenyum samar.
__ADS_1
"Aku permisi pulang dulu." Ucapnya.
"Eh?. Tidak mau mampir dulu?" Minjoo menawarkan.
Junho menggeleng.
"Aku mau langsung pulang." Jawabnya.
"Hati-hati!".
Junho mengangguk pelan, dan menghidupan kembali sepeda motornya kemudian pergi.
Minjoo segera masuk rumah setelah Junho sudah tak lagi terlihat.
"Baru pulang?" tanya mama Minjoo yang sedang membersihkan meja di ruang tamu.
Minjoo mengangguk.
Mama Minjoo kemudian mendekat setelah melihat anaknya pulang dengan penampilan sedikit berbeda dari biasanya.
"Iya. Soalnya tadi tidak ada bus yang lewat di halte dan sudah semakin sore juga. Jadi pulangnya bela-belain hujan-hujanan." Jawab Minjoo.
"Nah kok tidak ada bus yang lewat? Terus kamu tadi pulangnya bagaimana?. Tidak mungkin kalau jalan kaki. Lumayan jauh soalnya." tanya mama Minjoo, heran.
Uhmmm....
Minjoo menggumam sesaat.
"Tadi di antar teman. Naik motor" Timpal Minjoo.
"Teman? Siapa?" tanya mama Minjoo, penasaran.
"Junho. Yang kemarin juga mengantar Minjoo sampai rumah."
__ADS_1
Mama Minjoo menggaruk-garuk pelipisnya yang tidak gatal, menggunakan jari telunjuknya. Dia mencoba mengingat-ingat sebentar.
"Ah.. Iya mama ingat" sahutnya.
"Tapi kok naik motor? Memangnya dia punya motor? Bukannya kamu kemarin di antar Junho dengan naik bus dan jalan kaki?" Imbuh mama Minjoo dengan sejumlah pertanyaan.
Minjoo terpekur sejenak.
Benar juga kata Mama Minjoo. Kalau Junho memang punya sepeda motor, mengapa kemarin mengantar minjoo malah dengan naik bus dan jalan kaki?.
Minjoo hanya menggeleng pelan.
"Terus kenapa tidak di ajak mampir?" Mama Minjoo masih belum berhenti bertanya.
"Tadi sudah Minjoo tawarin. Cuma dia katanya mau langsung pulang saja. Mungkin karena baju seragamnya yang basah, jadi terasa tidak enak di badan. Ingin buru-buru ganti baju sepertinya." Terang Minjoo.
Mama Minjoo mengangguk paham.
"Terus itu jaketnya?" tanya Mama Minjoo, agak sedikit ragu.
Minjoo melihat sekilas jaket kulit warna hitam yang dikenakannya, kemudian menepok jidatnya dengan pelan dan menyipitkan mata.
"Astaga. Jaket Junho. Minjoo lupa mengembalikan"
Mama Minjoo terkekeh.
Minjoo memang pintar, tapi juga pelupa.
"Ya sudah. Sekalian di cuci dulu saja, terus nanti di kembalikan pas di sekolah!." Perintah Mama Minjoo.
Minjoo mengiyakan.
"Kamu masuk ke kamar saja dulu!. Mandi terus ganti baju!. Nanti mama buatkan sup kacang hijau supaya badanmu lebih hangat dan tidak sakit." perintah mama Minjoo, sekali lagi.
__ADS_1
Minjoo menurut. Dia kemudian pergi ke kamarnya dengan menenteng tas ranselnya.
🌿🌿🌿