
Minjoo membuka pintu ruang guru setelah sebelumnya mengetuk pintu dan seseorang dari dalam telah mempersilahkan untuk masuk.
Minjoo pergi menemui Bu Eunbi. Tampak di ruangan Bu Eunbi sudah ada Junho disana.
"Ah.. Kamu Minjoo?" tanya Bu Eunbi, sesaat Minjoo tiba diruangannya.
Minjoo mengiyakan.
Minjoo berdiri disamping Junho. Melirik Junho sekilas, kemudian menatap Bu Eunbi yang mengajaknya bicara.
"Kamu tadi kenapa tidak masuk di pelajaran saya tadi? Sengaja bolos?"
Minjoo menggeleng cepat.
"Saya tadi kena hukum sama Pak Sungyeol untuk mengambil bola di lapangan karena saya tidak bawa kostim. Lalu, saya-----"
"Oh... Jadi kamu memang suka melanggar peraturan?" sela Bu Eunbi.
Minjoo menggeleng beberapa kali.
"Tidak Bu. Tapi kaki saya keseleo tadi, terus saya ke UKS." Terang Minjoo.
"Kenapa alasannya lain lagi?"
"Bukan begitu Bu." serobot Minjoo.
"Tapi-----"
Kata-kata Minjoo tak sampai selesai karena kembali terpotong oleh Bu Eunbi.
"Saya tidak peduli dengan alasan kamu. Yang jelas kamu sudah melewatkan jam pelajaran saya dengan sengaja. Oleh karena itu, sebagai hukumannya saya suruh mengerjakan rangkuman materi fisika bab 1 tentang besaran dan satuan."
"Ini hukuman untuk kalian, Junho dan juga Minjoo. Jadi kalian kerjakan makalahnya berdua dan hasilnya kumpulkan di ruangan saya besok pagi." Bu Eunbi menambahkan.
Minjoo tertunduk.
"Besok?" gerutu Minjoo.
__ADS_1
Minjoo menatap Junho sekali lagi. Tampak Junho hanya berdiri dan diam saja disampingnya.
"Kenapa? Kalian mau protes?" Tanya Bu Eunbi.
Minjoo dan Junho kompak menggeleng.
🌿🌿🌿
Minjoo dan Junho sama-sama keluar dari ruang guru.
Minjoo berdecak. Dia menyesalkan dirinya yang tidak bisa membela diri dari Bu Eunbi sehingga Bu Eunbi berujung memberinya sanksi.
"Ada apa hari ini?. Tadi kena hukuman dari Pak Sungyeol, sekarang kena hukuman dari Bu Eubi. Sungguh sial sekali."
Minjoo menggerutu tidak ada habisnya sepanjang jalan menuju kelasnya.
"Junho" panggil Minjoo, sedikit ragu.
Junho menoleh ke belakang.
"Di kelas." Jawab Junho, singkat.
🌿🌿🌿
Di dalam kelas.
Hanya ada dua orang di dalam ruangan kelas. Minjoo dan Junho. Tidak ada orang lain lagi selain mereka berdua karena semua teman mereka sudah pulang sejak tadi.
Minjoo dan Junho duduk saling berhadapan sekarang. Junho terlihat tenang, sedangkan Minjoo terlihat kikuk.
Minjoo melihat ke atas meja. Sudah ada beberapa lembar kertas folio, lengkap dengan seperangkat alat tulis dan satu buku paket fisika miliknya. Semuanya belum tersentuh sama sekali, kecuali bolpoin yang sedang Minjoo pegang sekarang.
Sejak tiba di kelas, Junho malah sibuk mendengarkan lagu dari earphone-nya yang tersambung ke iPod.
Minjoo menggigit bibir bagian bawahnya. Tampak gugup. Rasanya sulit sekali untuk sekedar mengajak Junho bicara. Butuh keberanian ekstra bagi Minjoo.
"Junho!" Panggil Minjoo.
__ADS_1
Junho melepaskan earphone yang menyumpal kedua telinganya.
"Kita bagi tugas aja biar cepat. Bagaimana?" Ucap Minjoo.
Junho masih bungkam.
Junho juga memperhatikan ke atas meja, tepatnya ke sebuah buku paket fisika milik Minjoo dan ke lembaran kertas folio yang masih kosong, belum tergores tinta sama sekali.
Junho mengambil buku paket fisika milik Minjoo dan mulai membuka materi bab 1. Dia kemudian mengambil sebuah highlighter warna kuning yang sudah ada di atas meja dan juga milik Minjoo.
Junho menandai dengan highlighter pada kalimat-kalimat tertentu. Sedangkan Minjoo tidak melakukan apapun. Minjoo hanya diam dan memperhatikan Junho dengan aktifitasnya sekarang ini.
"Selesai." Ucap Junho setelah beberapa saat kemudian, sembari mengulurkan buku paket fisika kepada pemiliknya.
Minjoo menyibak beberapa lembar dan membaca beberapa kalimat yang sudah ditandai oleh Junho sebelumnya.
"Wah..."
Minjoo tidak berhenti terkagum dengan hasil pekerjaan Junho. Junho benar-benar telah merangkum semua point-point penting.
"Kamu yang menulisnya!. Kamu tulis saja dirumah dan besok kamu yang mengumpulkan!" Perintah Junho.
Minjoo mengangguk.
Junho berdiri dari tempat duduknya, mengambil tasnya dan pergi. Padahal Minjoo belum selesai mengemasi buku-buku dan alat tulisnya.
Lagi dan lagi. Pergi begitu saja tanpa pamit dan juga meninggalkan Minjoo seorang diri.
Minjoo mendengus kesal sembari melihat Junho yang berlalu.
🌿🌿🌿
-
Note : Tinggalkan jejak! Jangan lupa voment!
__ADS_1