
"Junho, kamu yang bernama Junho bukan?" tanya YeonHee.
Seseorang mencegat Junho dari depan dan langsung menodongnya dengan sebuah pertanyaan, sehingga memaksa Junho untuk berhenti.
Junho mengangguk pelan.
YeonHee melihat-lihat sejenak. Ia melihat penampilan Junho dari atas sampai bawah.
"Indeed, the handsomest guy in this school. You're so perfect. You match me so well. You definitely was made for me"
Junho mulai menatapnya tidak senang melihat Yeonhee yang mengoceh tidak jelas di hadapannya dan membuang-buang waktunya.
"Tapi apa kamu tahu aku?" tanya YeonHee.
Junho tidak bergeming. Junho bahkan sama sekali tidak ingin tahu dan sama sekali tidak ingin peduli dengannya.
"Namaku Yeonhee. Aku queen di sekolah tahun ini."
Junho hanya tersenyum remeh ketika mendengarnya.
YoenHee adalah murid kelas XI IPS 1. Itu artinya, dia adalah kakak kelas Junho. YoenHee sangat terkenal di sekolah. Banyak yang mengatakan kalau dia adalah gadis paling cantik di sekolah hingga akhirnya dinobatkan sebagai Queen. Kasarannya queen disini adalah semacam duta sekolah. Wajahnya selalu muncul di brosur dan pamflet promosi sekolah, juga di banner yang terpampang di depan sekolah.
"Permisi. Tapi aku ingin pergi."
Junho hendak beranjak namun Yeonhee menahannya.
"Buru-buru amat. Mau kemana memangnya?"
YeonHee menyentuh sebelah bahu Junho yang kemudian langsung di tepis oleh empunya.
Yeonhee berdecih, lalu melirik sebentar ke bawah. Tampak tangan Junho sedang memegang buku paket kimia.
"Mau ke perpus?"
Junho mengangguk dengan ogah-ogahan, kemudian merotasikan matanya saking bosan.
"Let's go together!" Ajak YonHee sembari menarik paksa pergelangan tangan Junho.
__ADS_1
Junho diam. Tidak ingin bergerak dari posisi berdirinya saat itu.
"Tolong lepaskan!" Pinta Junho, masih berusaha berbicara baik-baik dengan YeonHee.
Tapi YeonHee enggan. Ia malah semakin kuat mencengkram tangan Junho.
Junho mendengus sebal.
Di saat yang bersamaan, datang Minjoo dan juga Hyewon. Mereka berdua sebenarnya hendak pergi ke kantin, namun di pertengahan jalan justru mereka berpapasan dengan Junho dan YeonHee.
"Hai Jun. " Sapa Hyewon.
Minjoo tidak menyapa, melainkan hanya berdiri di belakang Hyewon saat itu.
Junho bergegas menarik tangannya kasar hingga berhasil lolos dari cengkraman YoenHee.
YeonHee berdeham.
Hyewon melihat sekilas ke arah YeonHee.
"Kak YeonHee?"
"Ya. Aku YeonHee."
Sementara itu, Junho diam-diam menoleh ke arah Minjoo. Di lihatnya Minjoo yang tengah memalingkan wajah. Sepertinya Minjoo sedang merasa tidak senang.
"Aku permisi." ucap Junho.
Junho berlalu. Meninggalkan Minjoo, Hyewon dan juga YeonHee.
"Karena Junho pergi, aku juga harus pergi."
YeonHee juga ikut pergi.
Minjoo menatap lurus ke depan. Memandangi Junho, si cowok dingin itu- yang berangsur pergi.
🌿🌿🌿
__ADS_1
Di kantin.
Hyewon memakan semangkuk soto yang di belinya dengan sangat lahap. Juga meminum es jeruk yang di pesannya. Tapi berbeda halnya dengan Minjoo dihadapannya yang hanya duduk melamun, sementara tangannya tidak berhenti mengaduk-aduk soto sejak tadi. Bahkan es jeruk yang di pesannya juga belum tersentuh sama sekali dan es batunya di biarkan mencair habis hingga mengembun di pemukaan gelas, juga membasahi meja.
"Kamu kenapa melamun?"
Suara Hyewon membuat Minjoo tersentak. Ia mengerjap beberapa kali. Menatap Hyewon dengan bingung.
"Apa? " tanya Minjoo.
Hyewon mendesah.
"Are you OK?. Kenapa dari tadi ngelamun terus?"
Minjoo mengangguk cepat. "I'm OK"
Hyewon menangkap ekspresi wajah Minjoo dan terpekur beberapa saat. Dalam pikirannya sibuk menebak- nebak, kira-kira apa yang sedang ada dipikiran temannya itu.
"Kamu mikirin Junho yang lagi sama kak YeonHee tadi?"
Minjoo tertegun. Mendadak salah tingkah.
"Tidak." jawabnya singkat.
Minjoo memainkan sedotan kemudian meminum es jeruk miliknya yang sudah tidak lagi terasa seperti es jeruk, melainkan seperti air putih karena es batu yang semuanya sudah mencair.
"Kamu suka Junho?"
Minjoo seketika mematung. Matanya melotot ke arah Hyewon yang sedang mengajaknya bicara. Minjoo melotot karena terkejut. Bagaimana Hyewon tahu itu? Padahal Minjoo sendiri tidak pernah mengatakan pada Hyewon sebelumnya.
"Ah.. Jadi itu benar?. Kamu menyukai Cha Junho?"
Bibir Minjoo mengatup. Dia memeriksa keadaan sekeliling, kemudian kembali beradu tatap dengan Hyewon. Jari telunjuknya di tempelkan ke bibir sebagai isyarat untuk menyuruh Hyewon agar memelankan suaranya. Minjoo hanya tidak ingin ada orang lain yang mendengar.
Hyewon menaikkan kedua bahunya, kemudian terkekeh pelan. Sedangkan Minjoo hanya tertunduk malu di hadapan Hyewon.
Sebenarnya tidak ada yang salah dengan menyukai seorang Cha Junho, karena faktanya memang Cha Junho adalah tipikal boyfriend yang banyak di idam-idamkan oleh para gadis di luaran sana. Tampan, tubuh proporsional, pintar, dan dari kalangan keluarga yang cukup berada. Semuanya ada pada diri seorang Cha Junho. Hanya saja Minjoo masih terlalu naif dan takut untuk mengakui perasaannya ke Junho di hadapan orang lain. Minjoo terlalu rendah diri. Dan juga, rasanya masih terlalu dini untuk membicarakan soal perasaannya.
__ADS_1
🌿🌿🌿