
"Pa, Ma. Minjoo pulang.."
Minjoo membuka pintu yang kebetulan tidak terkunci, kemudian melepas sepatunya sebelum masuk rumah.
Mama Minjoo keluar dari suatu ruangan dan menyambut kedatangan putri semata wayangnya yang baru pulang dari sekolah di hari pertamanya.
Minjoo meletakkan sepatunya di atas rak, sebelah pintu.
Mama Minjoo merangkulnya dan mengajak Minjoo duduk dulu di ruang keluarga sekedar untuk melepas penat.
"Gimana sekolahmu hari ini?" tanya mama Minjoo dengan sangat antusias.
Mama Minjoo melanjutkan aktifitas memotong buah apel yang sempat tertunda dan menyuapkan satu potongan apel ke mulut Minjoo.
Minjoo melahapnya dan mengunyahnya pelan sampai habis.
"Apakah menyenangkan?" lanjutnya.
Minjoo tersenyum simpul, lalu mengangguk dengan malu - malu.
Mama Minjoo mulai penasaran dan menuntut Minjoo untuk bercerita lebih tentang apa yang di alaminya di sekolah hari ini.
"Minjoo banyak ketemu teman yang baik di sekolah." Jawab Minjoo singkat.
Mama Minjoo berdecih.
"Hanya itu?" tanyanya, masih kurang puas dengan jawaban anaknya.
Minjoo mengangguk.
"Papa belum pulang?" tanya Minjoo, mengalihkan pembicaraan.
Minjoo menengok ke hampir sudut ruangan. Tidak ada tanda-tanda keberadaan papanya disana.
Mamanya menggeleng.
"Papa kamu kayaknya hari ini lembur. Bakal pulang malam."
__ADS_1
Minjoo mengangguk paham.
"Kalau begitu Minjoo ke kamar dulu ya ma. Mau mandi sama ganti baju."
Mama Minjoo mengiyakan.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Minjoo memasuki kamar dan menutup pintunya rapat-rapat.
Ia melemparkan kuncinya ke dalam keranjang yang dipenuhi tumpukan baju miliknya yang kotor, dan melemparkan tas ranselnya ke atas kasur.
Tanpa ba bi bu lagi, Minjoo merebahkan tubuhnya di atas kasur. Matanya menatap langit-langit kamarnya yang bercat putih polos. Tidak ada apapun di atas sana, kecuali lampu kecil yang menggantung dan tidak dibiarkan menyala.
Minjoo tersenyum sumringah saat mengingat semua kejadian yang ia alami di sekolah hari ini. Bagaimana dia pertama kali bertemu dengan pria cool bernama Cha Junho di dalam bus, kemudian bertemu lagi di dalam ruangan kelas, di lapangan sekolah, di ruang UKS sampai di bus pas pulang sekolah beberapa menit yang lalu.
Wajah tampan Junho masih membayangi pikirannya hingga detik ini. Tidak peduli dengan sikapnya yang dingin, Junho tetaplah mempesona di mata Minjoo.
Minjoo memegangi dadanya. Mengecek detak jantungnya yang berdegup sangat kencang. Ini kali pertama Minjoo merasakannya. Perasaan yang semacam itu. Apakah dia benar benar sedang jatuh cinta sekarang?
Minjoo mendelik. Menutupi tubuhnya dengan selimut tebal, kemudian berguling ke kanan kiri saking senangnya.
๐ฟ๐ฟ๐ฟ
Minjoo bangkit dari posisi rebahan, dan duduk di sebuah kursi kayu yang ada di kamarnya. Minjoo lalu mengambil buku dairy miliknya di dalam laci meja. Sebuah buku dairy berukuran kecil berwarna pink, dan dengan cover bergambar bunga sakura.
Minjoo membuka lembar demi lembar dan mencari sebuah halaman kosong di buku diary-nya. Minjoo lalu mengambil pena hitam dari dalam tas ranselnya dan mulai menulis.
-
Dear diary,
*Hari ini, 9 Februari 2020.
Awal memasuki sekolah baru. Aku bertemu dengan sosok pria tampan bernama Cha Junho. Dia memiliki karakter yang dingin, tapi dia sempurna di mataku.
Saat dimana dia sibuk mendengarkan musik, dia terlihat sangat tenang.
__ADS_1
Saat dimana dia berdiri dan berbicara di hadapan ratusan murid dan juga guru, dia terlihat sangat keren.
Juga saat dimana dia menolongku sewaktu pingsan di UKS dan menolongku sewaktu hampir jatuh di dalam bus, dia terlihat seperti sosok yang baik.
Cha Junho, hari ini Tuhan telah mempertemukanku denganmu. Dan aku sama sekali tidak memprotes. Sebaliknya, aku merasa sangat bersyukur.
Cha Junho, sepertinya aku mulai mencintaimu*.
-
Minjoo melihat apa yang di tulisnya, membacanya sepintas mata sebelum kembali menutup buku diary-nya.
Minjoo membuka tas ranselnya lagi untuk mengembalikan pena hitam miliknya ke tempat semula dan beralih mengambil sebuah buku tulis. Minjoo membuka di halaman paling tengah dan mengamati sebuah karakter kartun yang ia gambar sewaktu di ruangan kelas tadi pagi.
Minjoo menyentuh gambar buatannya dan tersenyum lebar. Tidak peduli dengan bubuk pensil yang sedikit menempel di jari telunjuknya.
Rasanya Cha Junho adalah objekย terindah yang pernah ia gambar.
๐ถ
Aku akan mencintaimu lebih dari siapa pun di dunia ini
์ด ์ธ์ ๊ทธ ๋๊ตฌ๋ณด๋ค ๋ ์ฌ๋ํ๊ฒ ์ด
Aku akan mencintaimu selamanyaย
๋ ์ฌ๋ํ๊ฒ ์ด ์ธ์ ๊น์ง๋ย
Aku akan mencintaimu seperti saat iniย
๋ ์ฌ๋ํ๊ฒ ์ด ์ง๊ธ ์ด ์๊ฐ์ฒ๋ผย
Aku akan mencintaimu lebih dari siapa pun di dunia ini
์ด ์ธ์ ๊ทธ ๋๊ตฌ๋ณด๋ค ๋ ์ฌ๋ํ๊ฒ ์ด
๐ถ
__ADS_1
๐ฟ๐ฟ๐ฟ