
Minjoo datang lebih pagi dari biasanya. Ada sesuatu yang harus ia lakukan di sekolah, karena itu ia bergegas.
Masuk sampai kelas, tentu kelas masih sangat sepi. Sekarang bahkan belum sampai pukul setengah tujuh.
Minjoo meletakkan tas ransel di tempat duduknya, kemudian membuka isi tas. Ia mengeluarkan satu kotak sandwich hasil buatannya yang sudah ia persiapkan dari rumah.
Satu kotak sandwich itu bahkan sudah di ikat rapi dengan tali pita warna merah. Rencananya, ia akan memberikannya kepada Junho. Itung-itung sebagai rasa terima kasihnya karena Junho kemarin sudah mengantarnya pulang, dan juga karena Junho sudah memberinya sekaleng minuman tapi ia belum sempat mengucapkan terima kasih.
Minjoo memeriksa keadaan sekeliling. Aman, masih sepi. Dengan hati-hati Minjoo meletakkan satu kotak sandwich itu ke dalam sorok meja Junho.
Kreeek..
Pintu kelas nyata terbuka. Ada seseorang masuk dan Minjoo panik. Seseorang itu adalah Chaewon, teman sebangku Junho.
Minjoo bergegas kembali ke tempat duduknya.
Chaewon duduk di kursinya. Ia melirik sekilas ke dalam sorok meja Junho karena tadi dia sempat melihat Minjoo memasukkan sesuatu disana.
Chaewon memiringkan sudut bibirnya sebelah. Kemudian menatap Minjoo dengan remeh. Tentu tanpa sepengetahuan Minjoo, karena waktu itu Minjoo tengah duduk sembari menengok ke samping, melihat-lihat pemandangan luar dari balik kaca jendela.
Chaewon menyapa Minjoo dan membuat Minjoo menoleh kebelakang untuk bersitatap dengan Chaewon.
"Kamu sudah datang dari tadi??. Kenapa pagi-pagi sekali?" tanya Chaewon.
"Aku ingin mengerjakan PR fisika di sekolah, karena itu aku datang pagi-pagi sekali. Supaya sempat dan bisa selesai tepat waktu sebelum bel masuk."
Minjoo terkekeh pelan. Alasan macam apa itu?. Bahkan Minjoo tidak sadar saat mengatakannya. Asal nyeplos.
Minjoo segera mengambil buku tulis fisikanya dan juga bulpen, lalu pura-pura mencatat. Ia melakukannya hanya untuk membuat Chaewon percaya.
__ADS_1
🌿🌿🌿
Sudah hampir jam tujuh. Artinya kelas sudah hampir masuk.
Junho baru saja tiba di kelas dan langsung duduk di kursinya. Ia membuka isi tasnya untuk mengambil buku-buku paket, dan hendak meletakkannya ke dalam sorok meja. Namun ketika ia mendorong masuk buku-buku paket miliknya ke dalam sorok meja, terdengar bunyi gesekan pelan. Seperti ada sesuatu di dalam sorok mejanya.
Junho memeriksanya dan ternyata di dalam sorok mejanya ada satu kotak sandwich yang dibungkus rapi, lengkap dengan pita merah yang mengikatnya.
Junho mengeluarkan satu kotak sandwich dari sorok meja. Junho melihat-lihat sebentar satu kotak sandwich di tangannya karena dia penasaran dengan siapa yang sudah memberikan itu.
"Kamu suka?" Tanya Chaewon.
Junho mengerjap bingung karena tidak mengerti kenapa Chaewon mendadak bertanya seperti itu.
Chaewon melirik ke arah satu kotak sandwich di tangan Junho.
"Sandwich itu. Aku yang memberikannya padamu." Ucap Chaewon.
"Terima kasih." balas Junho, singkat.
Ucapan terima kasih itu, bukan Chaewon yang layak mendapatkannya. Tapi Minjoo. Minjoo yang berhak karena Minjoo adalah orang yang sebenarnya memberikan itu pada Junho.
Minjoo tertunduk lemas. Rasanya ia ingin sekali mengatakan kalau satu kotak sandwich itu sebenarnya adalah pemberiannya. Tapi Minjoo terlalu takut. Ia tidak bisa, karena tidak berani. Ini sungguh membuatnya frustasi.
Chaewon tersenyum lebar.
"Aku akan membuatkannya lagi kalau kamu mau."
Minjoo berdecih ketika mendengar Chaewon mengatakan itu. Ia melirik sinis ke arah Chaewon yang duduk di belakang.
__ADS_1
Junho menggeleng.
"Tidak perlu." tandasnya.
"Dasar Minjoo bodoh." gerutu Minjoo, sembari menepok -nepok keningnya, pelan.
Hyewon menatapnya bingung.
"Kamu kenapa?" tanya Hyewon heran, karena tidak ada angin tidak ada hujan tapi Minjoo tiba-tiba menggerutu dengan mengatakan kalau dirinya bodoh sembari menepok-nepok keningnya.
Minjoo menoleh pada Hyewon, lalu menggeleng cepat.
"Tidak. Tidak kenapa-kenapa." Balasnya.
Minjoo melipat kedua tangannya, dan menyandarkan kepalanya ke atas meja. Ia mencebik kesal.
"Kenapa kamu cemen banget sih Minjoo..." Minjoo masih saja menggerutu. Namun kali ini tidak ada yang mendengarnya karena dia menggerutu dalam hatinya.
.
.
.
Minjoo's heart keeps telling : It's not her. It's me. I'm the one who gave it to you.
🌿🌿🌿
__ADS_1
-
Note : Jangan lupa voment !😊