My Cold Prince

My Cold Prince
22


__ADS_3

Minjoo baru saja keluar dari kamar mandi beberapa menit yang lalu dan sekarang Minjoo sedang mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan sebuah handuk kecil  miliknya.


Tangannya berusaha membuka laci meja dan meraih ponsel miliknya yang  dia simpan disana beberapa menit yang lalu, sebelum ia mandi.


Tidak ada pesan. Tumben sekali. Biasanya Hyewon senang sekali menghubunginya. Tak jarang justru spam message hingga membuat notifikasinya penuh. Tapi kali ini tidak ada sama sekali??.


Hmmm.. Minjoo bergumam.


"Tumben sekali anak ini. Sama sekali tidak mengirim pesan."


Minjoo meletakkan kembali ponselnya, kemudian duduk di atas  kursi sembari menatap ke arah jendela yang gordennya terbuka lebar. Hujannya sudah reda ternyata dan langit perlahan kembali cerah.


Minjoo lalu mengalihkan pandangan matanya ke sebuah jaket kulit warna hitam milik Junho yang dia pajang di sebuah gantungan belakang pintu kamarnya. Ia menatap jaket itu lamat-lamat, kemudian ia tersenyum sumringah di buatnya.


Ah.. Bukan jaket itu yang membuat Minjoo tersenyum. Tapi lebih kepada bayangan kejadian sekitar satu jam lalu yang membuatnya tersenyum sumringah.


Bayangan saat Junho tiba-tiba datang dan memberikan jaket itu untuk melindunginya, kemudian mengajaknya pulang dengan menaiki motor, dirinya yang akhirnya dapat merengkuh tubuh kokoh Junho dan dapat menghisap wangi parfum di jaketnya Junho. Semua hal baik itu terjadi seketika, tanpa Minjoo pernah membayangkan itu sebelumnya. Minjoo seakan tak percaya. Benar-benar seperti mimpi.


"Tadi Junho kelihatan keren banget.. " Minjoo bergumam.


Ia tersenyum lebar sembari menggigit bibir bawahnya.


🌿🌿🌿


Sementara itu, Mama Minjoo  mengintip dari luar pintu kamar Minjoo yang sedikit terbuka.


Dilihatnya Minjoo yang senyum- senyum sendiri seperti orang tidak waras. Tapi Mama Minjoo tahu. Bukan karena anaknya tidak waras, melainkan anak gadis semata wayangnya itu kini sedang di landa kasmaran. Mirip sekali dengannya dulu sewaktu masih muda ketika sedang naksir papanya Minjoo.

__ADS_1


Ehheeem.. Mama Minjoo berdeham cukup keras, hingga suaranya terdengar sampai ke kamar Minjoo dan membuat Minjoo terkesiap.


Mama Minjoo kemudian masuk ke kamar. Diletakannya semangkuk sup kacang hijau yang di buatnya ke atas meja kecil di kamar Minjoo.


"Ini, mama udah buatkan sup kacang hijau."


Minjoo mengintip ke dalam mangkuk dan menghisap aroma sup kacang hijau yang menghangatkan dan begitu menggoda.


Minjoo mengambil sendok dan mencobanya sekali suap.


"Enak banget ma." ucapnya, memuji masakan mamanya.


Mama Minjoo hanya tersenyum menimpalinya.


"Kamu kedinginan?"


Minjoo menggelengkan kepala.


Mama Minjoo mengangguk paham.


"Tapi teman kamu yang namanya Junho tadi kok baik banget ya kelihatannya. Meskipun nggak banyak omong anaknya. Buktinya kemarin-kemarin pernah ngantar kamu ke rumah. Terus sekarang juga. Sambil minjamin jaket pula." Ucap Mama Minjoo.


Minjoo mengangguk, tanda setuju.


"Iya sih ma.. Minjoo ngerasanya juga begitu. Dia tuh sebenarnya baik banget orangnya. Cuma rada' pendiam. Di kelas saja hampir tidak pernah ngobrol sama teman-teman."


Jawab Minjoo yang terlihat sangat senang ketika menceritakannya.

__ADS_1


"Sependiam itukah anaknya?"


Minjoo mengiyakan.


"Ya. Junho memang sependiam itu." katanya.


"Kamu suka dia?" tanya Mama Minjoo secara tiba-tiba.


Minjoo tersedak karena terperangah.


"Eh, kenapa? makannya pelan-pelan dong..." ucap Mama Minjoo, sembari mendekat ke Minjoo dan menepuk- nepuk pelan tengkuknya.


Minjoo menggeleng, kemudian meringis kaku.


Mama Minjoo yang melihatnya hanya terkekeh.


"Kamu benar-benar suka sama dia ya?"


Hmmm... 


Minjoo bergumam beberapa saat, kemudian mengangguk pelan karena malu.


"Mama sama sekali tidak masalah kalo kamu suka sama dia, karena suka sama lawan jenis di usiamu itu sudah biasa. Mama juga dulu seperti itu. Mama juga suka papamu sewaktu SMA." Ucap mama Minjoo.


"Tapi ingat! jangan sampai itu mengganggu aktifitas belajar kamu. Kamu tetap harus tahu porsinya." Imbuhnya, menasehati.


Minjoo mengangguk. Seketika matanya berbinar dan senyumnya mengembang.

__ADS_1


Syukurlah, mamanya sama sekali tidak mempermasalahkan jika ia menyukai Junho. Minjoo pun senang mendengarnya.


🌿🌿🌿


__ADS_2