
Pak Minhyun, guru mapel Biologi- masuk ke kelas IPA 1, kelasnya Minjoo.
Katanya, Pak Minhyun tidak akan memberikan pelajaran hari ini karena Pak Minhyun akan mengikuti rapat kurikulum bersama kepala sekolah dan guru-guru lainnya.
Pak Minhyun hanya akan memberikan penugasan.
"Saya akan memberi penugasan kelompok untuk membuat makalah dan presentasi. Materinya sudah saya bagi per bab. Masing-masing kelompok akan mendapatkan topik yang beda, jadi tidak akan ada yang bisa mencontek pekerjaan satu kelompok dengan yang lain." Jelas Pak Minhyun.
Semua murid di dalam kelas tidak ada yang berbicara atau bertanya, melainkan hanya berusaha mendengarkan dengan seksama.
Ini adalah tugas kelompok pertama yang akan mereka terima. Mungkin itu yang membuat mereka tampak serius.
"Saya sudah menyusun nama kelompoknya, dan nama ini paten. Tidak bisa dirubah dan tidak boleh ada yang meminta ganti. Saya akan tempelkan daftar kelompoknya di papan tulis, dan kalian bisa lihat sendiri setelah saya pergi." Imbuh Pak Minhyun.
"Kalian mengerti?"
"Mengerti pak.. " Jawab seisi kelas, serempak.
Saat Pak Minhyun sudah keluar dari ruangan kelas, semua teman sekelas Minjoo langsung berebut kedepan untuk melihat daftar kelompok yang tertempel di papan tulis.
"Kamu tidak ingin melihatnya?" tanya Hyewon kepada Minjoo, yang tampak ogah-ogahan dan dari tadi hanya sibuk mencoret-coret kertas dengan tinta hitamnya dan tangan kirinya yang digunakan untuk menopang dagu.
"Nanti saja." Timpal Minjoo singkat.
Hyewon pergi sendiri untuk melihat daftar kelompoknya karena Minjoo enggan.
Hyewon memekik sekembalinya dari depan kelas. Ia melonjak kegirangan.
Minjoo menatap Hyewon heran, dengan menaikkan kedua bahunya.
"Apa?" tanyanya tanpa suara.
__ADS_1
"Aku, kamu, Junho, Jinyoung. Kita berempat satu kelompok."
Minjoo tertegun, lalu melirik ke belakang sebentar. Melihat Junho yang sedang memejamkan mata dengan kedua tangannya yang bersedekap di depan perut dan posisinya yang menyender ke punggung kursi. Entah dia benar sedang tidur atau tidak.
Junho?. Minjoo satu kelompok dengan Junho?. Tentu ini sungguh kebetulan yang luar biasa bagi Minjoo, karena itu artinya Minjoo akan memiliki waktu ekstra untuk dihabiskan dengan si cowok tampan itu.
"Kenapa? Kamu tidak suka?" tanya Hyewon, setelah melihat tidak ada reaksi dari Minjoo. Malahan Minjoo sibuk melamun.
Minjoo menggeleng cepat.
"Tidak. Aku menyukainya." Sahut Minjoo dengan tersenyum tipis.
🌿🌿🌿
Semua berkumpul dengan kelompoknya masing-masing untuk membahas tugas kelompok yang mereka dapatkan dari Pak Minhyun.
Minjoo, Junho, Hyewon, dan Jinyoung. Keempat orang ini sudah duduk saling berhadapan sekarang.
Jinyoung sebenarnya tidak terlalu peduli dengan tugas. Dia bukan orang yang tergolong pandai dalam belajar. Tapi melihat teman sekelompoknya yang termasuk murid-murid pintar, mau tidak mau Jinyoung ikut menyesuaikan. Setidaknya pura-pura bertanya dulu, supaya kelihatan memiliki andil. Biar tidak hanya di cap sebagai free rider alias numpang nama saja.
Jinyoung menyeruput banana milk yang entah ia beli sejak kapan. Kedua sikunya di biarkan menempel ke atas meja.
"Kita kebagian materi sistem klasifikasi makhluk hidup." Jawab Hyewon.
"Tapi kita tidak mungkin mengerjakannya disini kan?" Imbuhnya, sembari menjajak pendapat ke yang lain.
"Tentu saja. Mengerjakan di sekolah akan sangat membosankan dan sama sekali tidak bisa santai. Kita cari tempat lain saja! " timpal Jinyoung.
"Menurut kalian?"
Hyewon menatap kedua teman kelompoknya yang sekarang duduk saling berhadapan, namun sedari tadi belum bersuara. Minjoo dan juga Junho.
__ADS_1
"Itu ide yang bagus. Aku sama sekali tidak masalah kalau harus mengerjakan di luar." Jawab Minjoo.
"Terserah kalian." Jawab Junho, yang tampak sedang mengantuk sekarang.
"Kalau begitu dimana seharusnya kita belajar kelompok?" tanya Hyewon.
Minjoo diam karena tidak ada ide untuk itu, dan Junho juga tampaknya tak begitu peduli. Satu-satunya yang memberikan ide saat itu adalah Jinyoung.
"Bagaimana kalau kita belajar kelompok di rumah Junho?"
Ucapnya, memberikan usul sekaligus meminta pendapat.
Junho melirik ke arah Jinyoung lewat sudut matanya. Namun dia tidak berkomentar apapun.
Jinyoung berbicara seolah tanpa pikir panjang. Mengapa tiba-tiba rumah Junho?. Namun anehnya Hyewon justru setuju.
"Tapi menurutku itu bukan ide yang bagus" Minjoo menyela.
"Kenapa?" tanya Hyewon dan Jinyoung hampir bersamaan.
Minjoo terdiam sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Sejujurnya Minjoo hanya berpikir kalau Junho mungkin saja tidak menyukai ide itu. Karena itulah Minjoo mengatakannya.
"Junho, apakah kamu keberatan?" Tanya Jinyoung.
Junho tidak menjawab.
"Lihat! Junho tidak mengatakan apapun. Itu artinya dia tidak menolak alias setuju." ucap Jinyoung, dengan bangga.
Minjoo meringis, kemudian menatap Junho yang sedang duduk tenang dihadapannya.
__ADS_1
🌿🌿🌿