My Cold Prince

My Cold Prince
24


__ADS_3

Minjoo berinisiatif untuk pergi ke rumah Junho setelah mendengar kabar dari wali kelasnya kalau Junho tidak pergi ke sekolah karena sakit.


Sesampainya di rumah Junho.


"Permisi..." Ucap Minjoo sembari memencet bel rumah Junho.


Belum ada sahutan dari si pemilik rumah dan Minjoo masih belum di bukakan pintu.


"Permisi.. " Ucap Minjoo sembari memencet bel rumah Junho sekali lagi.


"Iya. Sebentar!!" Teriak seseorang dari dalam. Itu terdengar seperti suara mamanya Junho.


Eunsoo, mamanya Junho- membukakan pintu untuknya.


"Siang menjelang sore, tante." Ucap Minjoo.


"Oh, Minjoo?"


Ensoo berdecak, mendadak senang. Ia segera meraih bahu Minjoo dan mengajak Minjoo untuk memasuki rumahnya.


"Tante. Saya kesini mau jenguk Junho.  Katanya Junho sakit?" Tanya Minjoo, setelah beberapa detik duduk di kursi ruang tamu.


Eunsoo mengangguk.


"Benar. Junho sakit. Sakit demam, gara-gara kemarin pulang sekolah hujan-hujanan." Ucapnya.


"Oh? Jadi Junho sakit demam?" Minjoo terkejut mendengarnya.


"Jadi Junho sakit karenanya?." Batin Minjoo.


Minjoo merasa bahwa Junho mungkin tidak akan sakit demam kalau saja dia tidak mengantarkannya pulang dengan kondisi hujan-hujanan. Di tambah lagi Junho yang hanya mengenakan baju seragam berkain tipis waktu itu, karena jaket Junho sengaja di berikan untuknya.


"Maaf Tante. Ini salahnya Minjoo. Junho jadi sakit karena Minjoo."


Minjoo tertunduk.


Eunsoo mengerjap bingung.


"Kok bisa karena kamu?" Tanyanya.

__ADS_1


Minjoo mendongakkan wajahnya, menatap Eunsoo, kemudian beralih melepaskan tas ransel dari punggungnya, mengeluarkan sesuatu dan memberikannya kepada Eunsoo.


"Ini jaketnya Junho, Tante. Jadi kemarin Junho mengantar saya pulang ke rumah sambil hujan- hujanan dan jaketnya di kasihkan ke saya. Karena itu Junho--"


Eunsoo terlihat tersenyum lebar, kemudian tertawa kecil ketika mendengar penjelasan Minjoo.


"Eh? Kok Tante malah senyum- senyum? Memangnya Tante tidak marah?" Tanya Minjoo, heran.


"Saya sama sekali tidak marah. Justru saya senang." Ucap Eunsoo.


Minjoo mengerjapkan matanya beberapa kali. Tampak bingung.


"Memangnya tante senang karena apa? Tante senang karena Junho sakit?" Tanya Minjoo yang terdengar ragu.


"Bukan, bukan." Sela Eunsoo dengan cepat. Ia menampik.


"Bukan itu maksud saya."


"Lalu?"


"Kamu tahu, Junho selama ini orangnya cuek. Apatis. Tidak peduli dengan sekitar. Tapi dia justru sengaja membantumu?. Itu sebuah kemajuan. Sikap Junho kembali terlihat seperti manusia normal berkat dirimu."


"Oh ya Tante. Sebelum saya kesini, saya mampir ke toko buah. Saya beli beberapa buah. Ada apel, jeruk, anggur." Ucap Minjoo. Ia memberikan kantong plastik berisi buah-buahan yang di bawanya kepada Eunsoo.


"Ah.. Terima kasih. Tapi kamu seharusnya tidak perlu repot-repot!"


Eunsoo menerima sekantong plastik berisi buah-buahan pemberian Minjoo.


"Tante, saya boleh ketemu sama Junho?"


"Boleh saja. Tapi kayaknya Junho masih tidur sih.."


"Tidak apa-apa Tante. Saya cuma ingin lihat dia sebentar." Timpal Minjoo.


Eunsoo kemudian mengarahkan Minjoo menuju kamar Junho, kemudian Eunsoo pergi meninggalkannya.


Minjoo melangkah pelan untuk masuk ke kamar Junho yang saat itu tidak terkunci.


Minjoo mendekati ranjang Junho. Di lihatnya Junho yang tidur meringkuk. Wajahnya pucat pasi dan sedikit berkeringat. Sepertinya ia tertidur pulas setelah meminum obat.

__ADS_1


Minjoo membenarkan letak selimut Junho. Ia menutup tubuh Junho dengan selimut, sampai ke leher dan hanya menyisakan kepala yang terlihat.


Di pandangnya setiap sudut kamar Junho yang terlihat kosong. Hampir tidak ada apa-apa. Hanya ada rak buku, ranjang dan meja kursi untuk belajar. Di dindingnya hampir tidak ada hiasan apapun juga. Yang ada hanyalah jam dinding dan sebuah figura berisi foto keluarga Junho.


Minjoo melihat ke sebuah figura berisi foto keluarga Junho di sana. Tapi ia justru merasa ganjil setelah melihatnya. Pasalnya ia tidak melihat ada Eunsoo yang ia ketahui sebagai mamanya Junho, dan juga Hyunho yang ia ketahui sebagai adiknya Junho. Minjoo malah melihat sejumlah orang yang tidak ia kenal di foto itu.


🌿🌿🌿


Minjoo tidak ingin berlama-lama di kamar Junho karena tidak ingin mengganggu tidurnya.


Minjoo segera keluar dari kamar Junho dan menuju kembali ke ruang tamu karena Eunsoo sudah menunggunya di sana.


"Kamu sudah kembali? Kok cuma sebentar?" Tanya Eunsoo yang saat itu sedang sibuk merajut syal.


"Iya Tante. Junho tidur dan saya tidak ingin mengganggunya."


Minjoo duduk di samping Eunsoo. Dia menatap Eunsoo lewat ekor matanya sembari menggigit bibir bagian bawahnya. Ia ingin sekali menanyakan sesuatu pada Eunsoo, namun ia berusaha memikirkannya terlebih dahulu.


"Ada apa? Sepertinya kamu ingin mengatakan sesuatu pada saya?" Tanya Eunsoo yang seolah mampu membaca pikiran Minjoo.


Minjoo terperangah dan menjadi gugup.


"Bb-bo boleh saya tanya sesuatu ke tante?" Tanya Minjoo, agak ragu.


"Tentu boleh. Tanya saja!" Jawab Eunsoo, cepat.


Eunsoo meletakkan ke atas meja, sebuah rajutan syal yang baru separuh jalan ia kerjakan.


"Kamu ingin bertanya apa?" Tanyanya sembari menatap mata Minjoo lamat-lamat.


"Tadi saya ke kamar Junho dan saya lihat sebuah foto---"


Ucapan Minjoo terjeda. Namun seolah mengetahui maksud Minjoo, Eunsoo pun segera buka suara.


"Iya. Itu foto keluarga Junho."


"Tapi--"


Kata-kata Minjoo lagi-lagi terjeda. Minjoo tidak berani membicarakannya lebih jauh dan memilih diam saja disana, mengatupkan bibirnya.

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2