My Cold Prince

My Cold Prince
19


__ADS_3

Junho dan Minjoo baru saja masuk kelas, dan hal pertama yang mereka dengar adalah teman-teman mereka yang sedang bergosip tentang kejadian tadi pagi.


Minjoo mencebik kesal ketika mendengar omongan-omongan itu. Ingin rasanya Minjoo menyumpal satu per satu mulut mereka dengan menggunakan lakban, sehingga mereka akan berhenti bicara yang tidak-tidak soal Junho.


Minjoo bersumpah akan melabraknya dan memarahi habis-habisan kalau sampai dia tahu siapa orang yang sudah berani memfitnah Junho dan secara tidak langsung juga sudah membuat wajah tampan Junho terluka.


Sedangkan Junho hanya cuek dan kini sudah berdiam diri di tempat duduknya.


"habis darimana Jun?" tanya Chaewon yang juga ada disana.


Junho melirik Chaewon sekilas lewat sudut matanya dan sama sekali tidak menimpali.


"Minjoo, kamu habis darimana?" tanya Hyewon saat Minjoo baru saja duduk.


"Ke rooftop." Jawab Minjoo, singkat.


"Ngegambar?" Tanya Hyewon lagi, sembari mengunyah permen yupi yang dia beli dari kantin tadi.


Minjoo mengangguk dan meletakkan buku gambarnya beserta pensil yang dia bawa tadi, ke atas meja.


"kamu memangnya gambar apa?" Hyewon bertanya, sambil mencoba mengambil buku gambar Minjoo tanpa ijin.


Minjoo panik, langsung merebut buku gambarnya dari tangan Hyewon.


"bukan apa-apa. Cuma gambar biasa." 


Hyewon melirik ke arah Minjoo, dan malah senyum-senyum sendiri. Seolah Hyewon tahu apa yang berusaha di sembunyikan oleh temannya itu.


"Oh... Aku tahu." Ucap Hyewon, dengan tersenyum lebar dan  berusaha menahan untuk tidak tertawa.

__ADS_1


Minjoo hanya membuang nafas pelan, sambil menyimpan buku gambarnya ke dalam tas dan mengunci resleting tasnya rapat-rapat, supaya tidak ada yang berusaha mengambil dan melihat buku gambarnya lagi.


🌿🌿🌿


Jam pulang sekolah.


Junho hendak keluar kelas untuk kemudian pulang, namun Minjoo buru-buru menahan dengan menghalangi jalannya.


"Tunggu!" pinta Minjoo.


Junho berhenti.


Minjoo berusaha mengatur nafasnya yang sedikit tak beraturan terlebih dahulu.


"Kenapa?"


Minjoo berdeham pelan, kemudian mulai merogoh kantong baju seragamnya yang ada di sebelah kiri.  Sebuah plester bergambar pochacco ia keluarkan dan ia berikan kepada Junho.


Minjoo menunduk karena sedikit merasa malu.


Junho hanya tersenyum samar. Dia pergi setelah menerima plester pemberian Minjoo.


Minjoo kembali ke tempat duduknya untuk mengambil tas ranselnya yang masih tertinggal dan disana juga masih ada Hyewon dan juga Chaewon. Mereka terlihat masih mengemasi alat tulis dan buku-bukunya.


Hyewon berdeham. Cukup keras.


"Ciyee.. Yang sekarang udah mulai berani buat deketin crush.." ledek Hyewon.


"Apaan sih.." Tepis Minjoo.

__ADS_1


Minjoo tersenyum malu-malu.


"Sebenarnya aku tadi tuh grogi. Takut waktu mau ngasih plester ke Junho." Imbuh Minjoo, kemudian diam sebentar.


"Tapi kamu akhirnya tetap ngasih ke dia juga kan...  Plesternya diterima lagi sama orangnya" Hyewon masih belum mau berhenti menggoda.


"Abisnya aku tuh kapok kalo mau ngasih sesuatu ke Junho secara diam-diam. Takut ada yang mendadak ngaku-ngaku." Minjoo tersenyum sinis, sembari melirik ke arah Chaewon yang duduk di belakangnya tanpa sepengetahuan Hyewon.


Chaewon tak sengaja menguping pembicaraan mereka berdua dan tentu dia mendengar semua kalimat yang diucapkan Minjoo baru saja. Chaewon jelas tahu kalau yang dimaksud oleh Minjoo adalah dirinya yang waktu itu mengakui satu kotak sandwich yang sebenarnya adalah pemberian dari Minjoo, sebagai pemberian darinya.


"Maksudnya ngaku-ngaku? Memang ada? Siapa? Terus memang kamu pernah ngasih ke Junho apa? dan Kapan?"


Hyewon mulai menyerbu Minjoo dengan sejumlah pertanyaan karena dirinya mulai penasaran.


Hyewon mendekat, namun disaat yang bersamaan Minjoo justru bangkit dari tempat duduknya.


"Bukan siapa-siapa." Sahutnya.


"Yuk pulang!"


Minjoo menepuk pundak Hyewon dan mengajaknya untuk pulang.


Sebelum sempat keluar kelas, Minjoo sempat menoleh sebentar ke belakang. Tepatnya melihat Chaewon yang masih duduk di ujung sana.


Terlihat ekspresi penuh kekesalan di wajah Chaewon. Tangannya mengepal kuat dan sorot matanya yang tajam.


Minjoo yang melihatnya hanya menyeringai membalasnya.


Minjoo merasa menang kali ini.

__ADS_1


🌿🌿🌿


__ADS_2