
Minjoo berjongkok, memunguti satu per satu bola voli yang bertebaran di lapangan. Kakinya berasa mulai kram sekarang.
Sepuluh menit yang lalu, Hyewon kembali ke ruangan kelas karena Minjoo sendiri yang menyuruhnya. Minjoo tidak mau kalau Hyewon sampai telat di pelajaran berikutnya.
Kini, hanya ada Minjoo seorang diri di lapangan sekolah. Minjoo menatap ke setiap sudut lapangan. Tinggal tiga bola lagi yang belum di ambil.
"Ayo. Sedikit lagi selesai Minjoo. Semangat!"
Dan...
Akhirnya, semua bola voli selesai dimasukkan ke dalam keranjang.
fyuuh..
Minjoo duduk sejenak untuk melepas penat. Ia menselonjorkan kakinya dan memijatnya perlahan, mulai dari lutut hingga tumit.
Minjoo menyeka keringatnya yang ada di pelipis. Sejenak, ia melirik jam tangannya. Minjoo kaget, karena dia sudah telat sepuluh menit di pelajaran berikutnya.
Minjoo terpekur, mengingat-ingat pelajaran berikutnya setelah olahraga.
"Fisika??"
Minjoo menjitak kepalanya pelan ketika sadar kalau pelajaran berikutnya adalah Fisika.
Yang mengajar mata kuliah Fisika adalah Bu Eunbi. Rumor dari beberapa kakak kelas bilang kalau Bu Eunbi itu guru paling killer di sekolahnya. Paling tidak toleran dengan kesalahan atau pelanggaran sekecil apapun.
"Ya ampun... Bisa mati aku." gumamnya.
Minjoo berdiri cepat dan membawa keranjangnya yang berisi bola-bola voli ke ruang peralatan olahraga.
Karena saking terburu-buru, Minjoo malah menjatuhkan keranjang ketika hendak mengangkatnya dan semua bola volinya kembali tercecer di lapangan.
Damn.
__ADS_1
Minjoo mendengus sebal. Ia sangat frustasi sekarang. Fakta bahwa bola voli yang sudah dia kumpulkan dengan susah payah pada akhirnya kembali tercecer, memaksanya untuk memungutinya lagi. Ini sama dengan kerja dua kali. Ditambah lagi, kaki Minjoo sekarang juga terkilir dan membuatnya susah untuk berjalan.
"Ah.. Hukuman ini ternyata tak semudah yang kubayangkan. Atau hanya aku saja yang ceroboh?" Gumam Minjoo.
Minjoo menghela nafas berat. Mau tidak mau, Minjoo harus memunguti bola volinya lagi satu per satu.
🌿🌿🌿
Sementara itu, Hyewon di kelas merasa panik karena dari tadi Minjoo masih belum balik dari lapangan. Padahal Bu Eunbi sudah masuk kelas lima belas menit yang lalu. Bu Eunbi juga sempat bertanya mengenai keberadaan Minjoo dan marah-marah tadi.
Hyewon melirik tempat duduk Minjoo yang kosong. Sesekali ia melirik ke sebuah Jam dinding yang menempel di tembok depan kelas.
Hyewon bahkan menjadi tidak fokus belajar sekarang ini.
"Bu, saya permisi dulu. Saya ingin pergi ke Toilet."
Junho bangkit dari tempat duduknya dan membuat semua pasang mata memusatkan pandangan ke arahnya.
Bu Eunbi menghentikan aktivitas mengajarnya sejenak.
Sejujurnya Bu Eunbi tidak suka jika ada murid yang ijin di tengah-tengah jamnya mengajar, dan juga tidak suka ketika ada murid yang menyela saat ia sedang sibuk menerangkan materi.
Junho mengangguk.
Bu Eunbi berjalan mendekat menghampiri Junho.
"Kamu tahu apa yang paling saya tidak suka?. Apakah kamu belum pernah mendengarnya dari kakak kelas?"
Junho menyeringai.
"Saya belum pernah mendengarnya. Tapi apakah itu sebuah kesalahan atau pelanggaran ketika saya hanya meminta ijin untuk ke toilet?." Ucap Junho sembari berbalik tanya. Junho berbicara dengan santainya, tanpa ada rasa takut sedikitpun.
"Kamu memotong pembicaraan saya ketika saya sedang menerangkan tadi. Kamu membuat konsentrasi kelas buyar dan saya tidak suka itu." Ucap Bu Eunbi dengan berapi-api.
__ADS_1
Junho mengabaikan Bu Eunbi yang sedang menatapnya tajam sekarang.
"Baik, kalau begitu saya minta maaf. Tapi apakah saya tetap boleh keluar?"
Bu Eunbi berdecih.
"Jika kamu ingin dihukum, maka silahkan saja!"
Dan Junho benar-benar keluar dari kelas setelah itu.
🌿🌿🌿
Junho berjalan menyusuri lorong kelas. Tidak jelas ingin kemana, tapi sebenarnya perkataan Junho yang ingin pergi ke toilet tadi adalah suatu kebohongan. Junho tidak benar-benar ingin pergi ke Toilet, melainkan hanya ingin keluar kelas karena ia merasa terlalu suntuk.
Saat itu, Junho bertemu dengan Minjoo yang sepertinya akan berjalan menuju kelas.
Langkah Minjoo dan Junho sama-sama berhenti. Mereka berdua menatap satu sama lain sekarang.
"Kamu mau pergi kemana?" Tanya Minjoo, agak sedikit canggung.
Junho tidak menjawab dan hanya menaikkan kedua bahunya.
"Kaki kamu---?" tanya Junho agak ragu, sembari melihat ke kaki Minjoo. Junho hanya merasa sedikit aneh dengan gaya berjalan Minjoo yang tertatih tadi.
"Tidak apa-apa. Cuma terkilir waktu mungut bola di lapangan tadi."
Minjoo meringis dan menatap Junho kaku.
"Maafkan aku, tapi aku harus buru-buru ke kelas." Imbuh Minjoo.
Minjoo kembali berjalan tertatih-tatih dengan kakinya yang cidera. Namun baru tiga langkah ia kembali berjalan, Junho tiba-tiba menarik pergelangan tangan kanannya dari belakang dan mengajaknya ke suatu tempat.
Minjoo tidak mengelak, melainkan pasrah. Minjoo terkejut dan hanya menatap Junho dengan kebingungannya.
__ADS_1
🌿🌿🌿