
Junho membawa Minjoo ke ruang UKS. Ia menyuruh Minjoo untuk duduk dan menselonjorkan kakinya di atas bed.
Junho melepaskan sepatu dan kaos kaki Minjoo tanpa bergeming sedikitpun.
Dipandangnya kaki Minjoo sepintas, kemudian mulai menyentuh dan sedikit menekannya di sekitar area pergelangan kaki.
"Arrrgh.. " erang Minjoo. Ia mengernyit kesakitan ketika Junho menekan pergelangan kakinya.
Rasanya berdenyut nyeri. Sakit sekali. Minjoo rasanya hampir menangis sekarang.
"Diam disini dan tunggu sebentar!" perintahnya.
Junho kemudian pergi dari ruang UKS dan meninggalkan Minjoo seorang diri disana.
Junho pergi lama sekali. Entah kemana, dia pun tidak mengatakan pada Minjoo sebelumnya.
Minjoo bosan di ruang UKS seorang diri. Ingin bergerak, tapi Junho tadi menyuruhnya untuk diam. Alhasil Minjoo tidak bisa berbuat apa-apa.
Setelah beberapa menit, yang ditunggu akhirnya datang. Junho kembali ke ruang UKS. Ternyata dia pergi untuk mencari ice pack untuk mengkompress kakiku yang terkilir dan mulai kelihatan sedikit bengkak.
Junho menyuruh Minjoo untuk berbaring. Dia kemudian mengganjal pergelangan kaki Minjoo dengan sebuah bantal dan membuat posisi kaki Minjoo sedikit lebih tinggi dari pinggul. Setelahnya, dia mulai mengkompress pergelangan kaki Minjoo yang terkilir dengan menggunakan Ice pack yang dia bawa tadi. Entah ice pack itu dia dapat darimana.
Minjoo menatap Junho lamat-lamat tanpa sepengetahuan Junho yang sedang sibuk merawatnya, kemudian diam terpekur beberapa saat.
"Junho perhatian padanya?. Junho memperhatikannya?" Minjoo sungguh tak percaya itu.
Ia menatap ke ruang UKS. Memandangi setiap sudutnya. Ia ingat betul ketika dia terakhir kali ke UKS adalah ketika ia pingsan setelah upacara penyambutan murid baru. Itupun juga Junho yang membawanya ke ruang UKS.
Minjoo menatap Junho sekali lagi. Masih dengan tatapan mendalam.
Jadi, Junho memang seperhatian ini padanya?
__ADS_1
Junho tiba-tiba menatap Minjoo saat Minjoo juga sedang menatapnya. Membuat pandangan mereka saling bertemu.
Junho benar-benar hanya diam dan menatapnya cukup lama sehingga membuat jantung Minjoo berdetak lebih cepat dari biasanya. Minjoo deg-degan. Dia sangat gugup.
Minjoo berdeham, kemudian sedikit memalingkan wajahnya untuk menghindari beradu tatap dengan Junho. Dan pada saat itu, Minjoo tidak sengaja melihat ke jam dinding di ruang UKS.
Minjoo kaget melihat jamnya. Sudah satu jam lamanya dan itu berarti pelajaran fisika di kelasnya sudah berakhir.
"Bagaimana ini?" gumamnya.
Junho menaikkan kedua alisnya. Menatapnya penuh tanya.
"Hey, kenapa kamu malah mengajakku ke sini?. Aku kan seharusnya pergi ke kelas tadi. Bagaimana kalau Bu Eunbi marah karena aku bolos dan melewatkan pelajarannya?" Minjoo mulai mengomel.
Minjoo mengomeli seorang Cha Junho? Orang yang dia suka??.
Bahkan Minjoo melakukannya dengan spontan dan tanpa pikir panjang.
Junho tertawa kecil dan Minjoo terdiam sejenak.
"Ini kali pertama aku melihatmu tertawa." gumam Minjoo.
Junho mengatupkan bibirnya, kemudian meraih tangan kanan Minjoo dan memberikan ice pack kepadanya.
"Istirahatlah disini dan lanjutkan mengkompress kakimu!"
Entah. Junho langsung pergi setelahnya. Tanpa pamit dan sebagainya. Meninggalkan Minjoo di ruang UKS seorang diri lagi.
"Apa-apaan dia" gerutu Minjoo, ketika melihat Junho main pergi.
Minjoo memperhatikan tangannya. Lebih tepatnya melihat sebuah Ice pack yang ada di tangannya sekarang ini. Minjoo tersenyum merekah.
__ADS_1
🌿🌿🌿
Minjoo kembali ke kelasnya setelah jam pulang sekolah. Tadinya niat balik setelah jam istirahat kedua, tapi Minjoo malah ketiduran di ruang UKS.
Sampai di kelas, Minjoo langsung di sambut oleh Hyewon yang panik bukan kepalang.
"Minjoo, kamu darimana tadi? Kenapa tadi tidak ikut pelajaran? Kaki kamu kenapa? Kok jalannya pincang gitu. Sakit?? Kamu habis jatuh?"
Hyewon berbicara panjang lebar. Menanyakan sejumlah pertanyaan tanpa jeda dan membuat Minjoo pusing mendengarnya.
"Aku tadi keseleo waktu ngambil bola. Dan tadi ke ruang UKS buat ngobatin. Sekarang udah mendingan. Palingan besok atau lusa sudah sembuh."
Hyewon bungkam sejenak. Ia memeriksa sebuah pesan di ponselnya. Sepertinya pesan dari sopir yang menjemputnya.
"Tadi pelajaran Bu Eunbi gimana?" Tanya Minjoo.
"Oh?"
Hyewon balik bertanya karena dia kurang mendengar suara Minjoo yang terdengar menggumam.
"Bu Eunbi tadi nanyain aku nggak? Bu Eunbi marah nggak?" Tanya Minjoo, suaranya masih terdengar menggumam, namun kali ini masih bisa didengar oleh Hyewon.
"Bu Eunbi?"
Hyewon berpikir sebentar, kemudian baru mengingat sesuatu.
"Oh ya. Bu Eunbi minta kamu buat nemuin dia di kantor guru sekarang. Barusan Junho juga dipanggil, dan udah kesana duluan." Imbuhnya.
Minjoo melongo mendengar ucapan Hyewon.
"Bu Eunbi manggil aku? Untuk apa? Sepertinya Bu Eunbi akan memberiku hukuman." Batin Minjoo.
__ADS_1
"Eh, tapi Junho juga??"
🌿🌿🌿