
"Sekarang apa? HAH? masih mau ngelak lagi?" tanya Kak Yunseong, dengan berapi-api.
Minjoo hendak buka suara untuk menjelaskan, tapi kemudian Kak Yeonhee tiba-tiba saja masuk ke kelas mereka.
Suasana menjadi tambah riuh.
Kak Yeonhee menghampiri Kak Yunseong dan mencengkram tangannya dengan paksa.
"Ngapain disini? Buat keributan?" Tanya Kak Yeonhee, tak kalah murka.
Kak Yunseong mendekat ke Kak Yeonhee.
"Aku cuma mau ngelabrak cowok ini supaya kapok dan tidak menganggu hubungan kamu dan aku." Ucap Kak Yunseong mendadak sopan dan lemah lembut di hadapan Kak Yeonhee, sembari menuding Junho yang berdiri di sampingnya.
Padahal beberapa menit yang lalu Kak Yunseong marah-marah tidak jelas dan berbicara kasar.
"Apa maksud kamu?" tanya Kak Yeonhee, tidak mengerti.
Kak Yunseong melirik kepada Minjoo yang masih memegang beberapa foto tadi.
Kak Yeonhee kemudian merebut paksa foto-foto itu dari tangan Minjoo dan Kak Yeonhee kaget setelah melihatnya.
"Dia udah godain kamu kan?" Tanya Kak Yunseong.
"Dasar cowok keparat memang." Imbuhnya dengan suara menggertak, sembari menarik kerah baju seragam Junho lagi.
"Uhuuk." Junho batuk, saking kencangnya Kak Yunseong menarik kerah baju seragam Junho.
"Lepasin dia! " Pekik Kak Yeonhee sembari berusaha menepis tangan Kak Yunseong.
Kak Yunseong melepaskan tarikannya secara kasar, dan membuat Junho sampai tersungkur hingga punggungnya berbenturan dengan loker yang ada dibelakang.
"Berhenti main tangan!" Kak Yeonhee, memperingatkan Kak Yunseong yang masih saja tersulut emosi.
"Foto ini dapet darimana? Siapa yang sudah ngambil foto ini?" Tanya Kak Yeonhee.
Semuanya diam.
"Kamu?" tanya Kak Yeonhee, sembari menunjuk ke arah Minjoo yang hanya berdiam diri disana.
__ADS_1
Minjoo menggeleng cepat.
"Pasti kamu kan?. Kamu yang pegang foto-foto ini tadi, dan kamu yang kemarin lihat aku dan Junho."
Kak Yeonhee main tuduh.
Minjoo lagi-lagi menggeleng.
"Bukan Minjoo." Timpal Hyewon, berusaha membela Minjoo yang sama sekali tidak tahu apa-apa.
"Kalau begitu apa itu kamu?" Tanya Kak Yeonhee, giliran menuduh Hyewon.
"Kamu juga yang kemarin bertemu aku dan Junho kan?" Imbuh Kak Yeonhee.
Hyewon menggeleng cepat.
"Lalu siapa?. Jangan ada yang membodohiku!" Pekik Kak Yeonhee.
Tidak ada satupun yang menyahut.
Sementara itu, bel masuk sebentar lagi berbunyi.
Kak Yeonhee kemudian mengajak Kak Yunseong keluar dari kelas mereka dan seketika suasana mulai mereda.
🌿🌿🌿
Minjoo yang khawatir dengan keadaan Junho, segera menghampiri Junho yang masih terduduk lemas dengan tubuhnya yang bersender pada loker.
"Junho, kamu ti---"
Mendadak datang Chaewon yang terlebih dulu menolong Junho.
"Kamu kenapa Junho? Sini aku bantu berdiri."
Chaewon mengulurkan tangannya kepada Junho.
"Aku bisa sendiri." Sahut Junho.
Junho segera berdiri dan kembali ke tempat duduknya.
__ADS_1
Setiap pasang mata di ruangan itu, melihat Junho yang sekarang bisa di bilang babak belur.
"Kalian ngapain liat-liat. Balik ke tempat kalian!" Pekik Chaewon.
Semuanya langsung kembali ke tempat duduk mereka masing-masing.
🌿🌿🌿
Bel masuk berbunyi, dan pas sekali dengan Pak Woohyun, guru mata pelajaran Kimia- yang memasuki ruangan kelas mereka.
"Beri salam!" Intruksi ketua kelas yang kemudian diikuti oleh semua murid di kelas.
Pak Woohyun meletakkan tas jinjingnya di atas meja dan kemudian duduk.
Sejenak. Pak Woohyun menatap ke setiap murid di ruangan kelas.
Ini adalah hari pertama Pak Woohyun mengajar di kelas mereka, jadi Pak Woohyun ingin menghafal wajah-wajah mereka dahulu, sebelum memulai pelajarannya.
Fokus pandangan Pak Woohyun tertuju pada Junho yang duduk di kursi paling belakang dan paling pojok.
"Kamu? Siapa namamu?" Tanya Pak Woohyun sembari menunjuk Junho.
Junho menatap Pak Woohyun lurus sembari memperkenalkan namanya.
"Itu kenapa wajah kamu babak belur begitu? Habis berantem?"
Junho bungkam.
"Tadi Junho terpeleset pak. Nggak sengaja kebentur meja." Sahut Chaewon.
Junho melirik sekilas ke arah Chaewon yang duduk di sebelahnya. Tidak hanya Junho, tapi juga semua orang yang tadi ikut menyaksikan kejadiannya sontak melihat ke arah Chaewon serempak. Mereka semua tahu kalau Chaewon berbohong.
Chaewon memang sengaja berbohong pada Pak Woohyun agar Pak Woohyun tidak memarahi Junho. Untungnya Pak Woohyun percaya.
"Thanks" Ucap Junho, lirih.
Chaewon tersenyum lebar mendengarnya.
🌿🌿🌿
__ADS_1